put your own other links here (such as: adsense, friendster, multiply, your other blog, etc).

Senin, 24 Maret 2008

JK ROWLING: MEMBUNUH KEINGINAN BUNUH DIRI



AGUS SISWANTO
Sebuah pengakuan tulus dan mengejutkan diungkapkan JK.Rowling, penulis Best Seller, The Harry Potter. “Saya pernah punya fikiran bunuh diri,” demikian katanya sebagaimana dilansir situs http://www.telegraph.co.uk, 24/4/2008.
Rowling mengaku frustasi dengan kegagalan perkawinannya di tahun 1993. Meski perkawinan yang hanya berusia setahun itu dia sempat dikarunia putri, Jessica.
Menjadi single parents dan tinggal di apartemen murahan, ditambah lagi himpitan ekonomi, membuat dirinya menderita. JK Rowling ingin mengakhiri hidupnya.
Namun, kehadiran Jessica membuat semangat hidupnya tidak pernah pudar. Pada awalnya, keinginan bunuh dirinya berjalan seiring dengan tekadnya membesarkan putri semata wayangnya itu.
Tetapi Tuhan Yang Maha Besar berkehendak lain. Tekad membesarkan anak menjadi motivasi yang membunuh keinginannya membunuh dirinya.
Kini sejarah mencatat, JK Rowling tergolong manusia terkaya di jagat ini, bahkan melebihi kekayaan Ratu Elizabeth II. Karyanya telah diterjemahkan ke dalam 64 bahasa dan telah terjual lebih dari 325 juta eksemplar.
Perempuan kelahiran Chipping Sodbury, Gloucestershire, Inggris, pada 31 Juli 1965 ini layak menjadi cermin untuk kita yang mungkin saat ini sedang bergelut dengan deraan hidup. Bunuh diri bukanlah solusi.
Tetapi realitanya, ada manusia yang memilih mengakhiri hidup daripada menjalani hidup.

MENGAPA MANUSIA MEMBUNUH DIRINYA?
Sejarah mencatat kasus bunuh diri figur terkenal. Ambil contoh: Cleopatra, Adolf Hitler, Frederick Nietzhe, Maryln Monroe, Kurt Cobain, dll. Bahkan Shakespeare mengabadikan bunuh diri sepasang kekasih terkenal, Romeo dan Yuliet dalam karya sastranya.
Bunuh diri massal tercatat di Guyana Perancis (1980) ketika pendeta Jim Jones memaksa ratusan jemaatnya minum racun sianida.
Dalam Perang Dunia ke 2, pilot pesawat tempur Jepang melakukan kamikaze dengan menabrakkan pesawatnya ke kapal musuh.
Bunuh diri dilakukan dengan berbagai alasan. Dalam kasus di Guyana, Jim Jones menjanjikan reinkarnasi, suatu bentuk kehidupan yang lebih baik di kehidupan baru nantinya. Pilot tempur Jepang melakukannya dengan kebanggaan tinggi mengabdi Dewa Matahari dan Kaisar Hirohito.
Di negeri origami ini, bunuh diri malah menjadi tradisi atau dikenal dengan semangat bushido. Mereka yang gagal dalam menjalankan tugas (terutama Pejabat Negara), maka demi harga diri dan kehormatannya mereka melakukan bunuh diri (harakiri).
Begitu pula pialang saham di Wall Street, New York. Di pertengahan tahun 1980-an. Mereka beramai-ramai loncat dari gedung WTC, saat nilai saham yang dimilikinya ambruk. Mereka memilih mati ketimbang jatuh miskin.

Bunuh Diri Figur Populer
Ratu Mesir yang cantik, Cleopatra, membiarkan ular berbisa menggigit tubuhnya, karena patah hati dengan kematian kekasihnya Mark Anthony.
Bintang Hollywood era 60-an, Maryln Monroe, mati overdosis karena kecewa dirinya tidak lebih dari boneka yang diperebutkan, sedangkan nuraninya sebagai manusia tidak pernah didengar.
Jimmy Hendrix, gitaris andal mati overdosis menelan drugs LSD dan John Bonham, drummer Led Zeppelin, jantungnya berhenti lantaran minuman keras. Keduanya sedang berada di puncak popularitas dan prestasi tertinggi. Tapi tidak bahagia karena tidak ada lagi tantangan dalam karirnya.
Pemimpin NAZI, Adolf Hitler, menelan sianida bersama istrinya Eva Braun dan kroninya Heinrich Himmler, karena menanggung malu kalah dalam perang. Filsuf Frederick Nietze menganggap manusia munafik, tekun beribadah tetapi gemar menindas sesamanya, hingga ia mengatakan Tuhan Telah Mati. Ia bunuh diri sebagai wujud protesnya.
Penyanyi Rock and Roll Elvis Presley, membunuh dirinya menelan narkoba di luar batas-atau dikenal dengan istilah second breakfast-sarapan kedua (dia memang biasa mengkonsumsi narkoba di pagi hari). Elvis frustasi karena dikhianati istrinya Priscilla. Padahal dalam hidupnya, wanita tidak lebih dari dasi yang bisa diganti sekehendak hatinya. Egonya hancur saat Priscilla selingkuh dengan Mark, pelatih karate.
Pentolan Nirvana, Kurt Cobain, menembak kepalanya sendiri. Ia tidak pernah merasa bahagia meskipun jutaan orang memuja dirinya. Tepuk tangan penonton yang mendengar lantunan suaranya hanya ditanggapi dingin. “Saya tidak bisa seperti Freddy Mercury (Queen) yang begitu bangga dan bahagia setiap kali mendapat applaus penonton,” katanya suatu hari. Kalimatnya yang terkenal: I hate myself and I want to die.
Dalam usia 80 tahun, sastrawan peraih Nobel Ernest Hemingway menenggak racun di tempat tidur. Ia merasa tidak berguna hidup lebih lama karena tidak ada lagi karya sastra yang dihasilkan. Puluhan tahun kemudian perbuatannya itu ditiru cucunya Margaux Hemingway yang gagal menjadi aktris papan atas Hollywood.
Di Belanda, pada awal 80-an, seorang mahasiswa asal Indonesia diketahui bunuh diri dengan menyorongkan tubuhnya ke sebuah kereta api yang melaju kencang. Ia kecewa dengan salah satu mata kuliahnya yang berulang kali gagal dalam ujian. Kebetulan saat itu beredar sebuah lagu yang berbicara reinkarnasi. Lagu ini memotivasinya untuk mengakhiri hidup dan berharap hidup kembali menjadi mahasiswa cerdas. Ini kasus unik dimana bunuh diri dipengaruhi hanya sebuah lagu.
Bobby sandy, tokoh perlawanana Irlandia Utara (IRA), mogok makan hingga mati demi kehormatan dan kemerdekaan negerinya. David Kelly, mantan anggota tim inspeksi senjata PBB di Irak, memotong urat nadi demi nama baik keluarga dan kehormatannya. Pria kelahiran Inggris ini, merasa dikhianati pemerintahnya sendiri.
Bunuh diri juga terjadi karena dirinya merasa terancam kehormatannya. Beberapa Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang mencoba meraup rezeki di negeri orang, meloncat dari apartemen majikannya demi menjaga kehormatannya. Ada juga yang nekad membunuh, meski berakhir dengan hukum pancung.
Dipaksa bunuh diri juga terjadi di bumi ini. Tawanan perang Amerika (Prisoner of War) di Vietnam dipaksa menembak kepalanya sendiri dalam judi maut Rollet Rusia.
Siti Aisyah, juru rias keluarga Fir’aun, bersama anak dan suaminya dipaksa loncat ke dalam kuali panas karena menolak menyembah Fir’aun dan mencabut keimanannya kepada Tuhan dan Nabi Ibrahim alaihissalam. Dan Socrates pun dipaksa menenggak racun.
Bunuh diri bermotif relijius mungkin paling sering dibicarakan. Bunuh diri jenis ini tidak hanya menimpa yang bersangkutan, tetapi mengikutsertakan orang-orang yang tidak tahu menahu dengan tindakan pelakunya. Banyak catatan yang bisa diungkap, seperti kasus WTC 9/11, bom Bali, Intifadha, gerilyawan Elang Macan Tamil, kelompok Sikh di India (aksi bunuh diri yang menewaskan Rajiv Gandhi).
Bahkan bom jihad Hanadi Jaradat di Israel, mencatatkan namanya sebagai martir. Hanadi adalah perempuan lawyer yang sukses dalam karirnya. Tapi dia memilih syuhada demi kemerdekaan negara Palestina.

Menolak Bunuh Diri
Meski begitu, ada banyak manusia yang menolak bunuh diri. Di belahan bumi ini, banyak orang hidup dalam kemiskinan, kelaparan, penyakit tak kunjung sembuh, hutang bertumpuk, peperangan, dll. Tetapi mereka teguh untuk tetap bertahan hidup. Ambil contoh, kamp konsentrasi NAZI di Auswitzh, Austria, tidak membuat tahanannya bunuh diri.
Pejuang Bosnia Herzegovina yang disekap tentara Serbia dan dibiarkan kelaparan hingga tubuhnya kurus, tetap tidak membuatnya bunuh diri. Kelaparan besar yang melanda Ethiophia tahun 1985, tidak membuat warganya bunuh diri,
Penderita penyakit HIV/AIDS yang hingga kini belum ada obatnya tetap bertahan dan optimis, meski kematian tinggal menunggu waktu.
Bahkan konghlomerat yang hutangnya trilyunan pun tetap hidup tenang tanpa berupaya mau membayar hutangnya, apalagi berpikir untuk mengakhiri hidupnya.

JANGAN PUTUS ASA

Karena itu, kita merasa aneh dan sedih mendengar gadis yang kecewa ditinggal pacar dalam keadaan hamil, kemudian mengambil jalan pintas membunuh dirinya. Seolah tidak ada lagi pria yang mau mencintainya dan menerima keadaannya.
Frustasi penyakit tak kunjung sembuh malah mengambil tali menggantung diri. Tidak kuat hidup dalam kemiskinan memilih menenggak racun. Terlalu lama menganggur dan merasa hidup tidak berguna lantas nekad menyuntik putaw, menelan ekstasi atau menghirup shabu untuk mengakhiri hidup.
Padahal, dapat merasakan kehidupan di dunia ini merupakan anugerah terbesar yang diberikan Tuhan. Meski untuk mengarunginya tidak mudah. Ada cobaan dan badai yang datang silih berganti.
Tetapi kalau kita mau mengkaji kembali, sebenarnya Alah swt telah menjanjikan dalam firmanNya: “Karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Fa inna ma’al usri yusran, inna ma’al usri yusran”(Q. S.94 : 5-6).
Hal itu berarti, manusia tidak perlu terlalu khawatir dengan kondisi apapun yang menimpa dirinya. Setiap kesulitan pasti diiringi dengan dua kemudahan. Tetaplah yakin bahwa dalam genggaman tanganNya terdapat segala kebajikan.
Di sisi lain, Allah swt tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya: “La yukallifullahu nafsan illa wus’aha” (Q.S: 2 : 286). Karena itu, cobaan dalam bentuk apapun, seperti kemiskinan, penderitaan, kekecewaan, atau apapun, adalah ujian yang harus dihadapi dengan sabar, ikhlas dan tawakkal.
Dengan demikian, jangan mengambil jalan pintas dengan mengakhiri hidup. Semua persoalan pasti ada jalan keluarnya.
Kisah hidup JK Rowling seperti ditulis di atas adalah contoh baik buat kita semua. Bukankah hidup itu indah? Life is beautiful.

Lihat Profil: JK Rowling
http://www.dailymail.co.uk
http://www.telegraph.co.uk/

Label: , ,

Baca Selengkapnya...

0 comments | links to this post

Rabu, 19 Maret 2008

KELAHIRAN BAYI HANTU DI NEW JERSEY

AGUS SISWANTO
Di negara bagian New Jersey, Amerika Serikat, terdapat sebuah cerita legenda yang hingga kini masih diyakini kebenarannya. Legenda itu berkisah tentang kelahiran seorang bayi hantu atau tepatnya bayi hasil hubungan seks antara seorang manusia dengan makhluk gaib.
Legenda ini menceritakan seorang perempuan muda bernama Mother Leeds yang tinggal di desa tepi pantai New Jersey. Sebelumnya warga mengenal Mother Leeds memiliki kekuatan gaib dan sering melakukan ritual-ritual pemujaan setan.
Mother Leeds belum menikah dan seorang diri di rumahnya. Warga menduga kemampuan gaibnya itu didapat dari pergaulannya dengan suku Indian yang saat itu masih banyak populasinya.

Suatu ketika, warga dikejutkan dengan berita seputar kehamilan Mother Leeds. Merekapun menduga, kehamilan itu akibat hubungan seks dengan orang-orang Indian. Sementara Mother Leeds tetap bungkam saat ditanya. Tetapi dugaan itu keliru. Bayi yang dikandungnya ternyata menjadi awal bencana bagi warga, bahkan hingga saat ini.
Peristiwa itu terjadi tahun 1735, saat Mother Leeds tiba-tiba merasa kandungannya akan lahir. Warga, terutama kaum perempuan berdatangan ke rumah Mother Leeds bermaksud membantu persalinan.
Malam itu, entah kenapa, angin berhembus kencang disertai hujan lebat. Kaum perempuan yang berada di rumah Mother Leeds mulai dilanda kecemasan dengan cuaca buruk yang tidak biasanya terjadi itu.
Kecemasan semakin bertambah ketika Mother Leeds akhirnya membuka mulut seputar kehamilannya. Dia mengatakan, kehamilannya itu akibat hubungannya dengan makhluk gaib.
Tentu saja suasana gempar. Sebagian ada yang percaya, yang lain tidak. Tetapi mereka tetap berupaya membantu persalinan itu. Sambil melihat pembuktian kebenaran pengakuan Mother Leeds.
Ketika sang jabang bayi lahir, warga berlega hati karena bayi yang dilahirkan sehat dan sempurna. Mereka ikut bergembira dengan kelahiran itu. Anehnya, Mother Leeds sendiri seolah dilanda ketakutan. Dia berteriak-teriak histeris.
Beberapa jam kemudian, terjadilah peristiwa yang menjadi awal legenda ini. Bayi yang semula sehat dan sempurna itu tiba-tiba berubah mengerikan. Wajahnya menjelma menjadi seekor binatang mirip kepala kuda. Sementara tubuhnya semakin memanjang menyerupai ular dan tangannya berubah menjadi sayap mirip kelelawar.
Tragedi pun terjadi, saat bayi yang berubah menjadi monster itu membunuh orang-orang yang ada di rumah itu, termasuk Mother Leeds. Usai membunuh, monster itu mengeluarkan suara lengkingan tinggi sebelum kemudian menghilang di kegelapan malam.
Makhluk gaib yang dijuluki Monster Leeds itu hingga kini dikenal sering muncul dan mengganggu masyarakat. Bahkan tidak jarang makhluk itu merusak hasil tanaman petani dan membunuhi ternak-ternak. Monster Leeds juga diyakini menyebabkan sejumlah kapal karam. Hal itu dibuktikan dengan seringnya terjadi penampakan di sejumlah kapal-kapal yang melayari perairan New Jersey.

Label:

Baca Selengkapnya...

0 comments | links to this post

Minggu, 16 Maret 2008

MENGAPA TERJADI PERILAKU HOMOSEKSUAL

AGUS SISWANTO
Ilmu pengetahuan di abad 21 ini sudah maju pesat. Tetapi pengetahuan manusia tentang perilaku homoseksual masih belum mampu menjawab pertanyaan mendasar seputar asal usul penyebabnya.
Beberapa pertanyaan seperti: apa yang menyebabkan seseorang memilih seks sesama jenis? Apakah karena faktor alami (natural), faktor lingkungan/pengasuhan (nurtural) atau faktor adialami(supranatural)? Pertanyaan mendasar tersebut hingga kini belum terjawab tuntas.
Perilaku homoseksual sendiri sudah dikenal manusia sejak zaman Nabi Luth as, yaitu kaum Sodom dan Gomorah. Hingga kini keberadaannya tetap ada, bahkan Amerika Serikat dan beberapa Negara Eropa (seperti: Belanda dan Denmark) justru telah mensahkan perkawinan sejenis.
Homoseksual terdiri dari: pertama, gay yaitu laki-laki yang menyukai laki-laki. Kedua, lesbian, yaitu wanita yang menyukai wanita. Ketiga, waria, yaitu laki-laki yang merasa dirinya wanita dan tertarik hanya kepada laki-laki. Adapun pola hubungan seksnya antara lain: fellatio, cunillingus dan anal.

Upaya ilmuwan menguak tabir homoseksual pernah dilakukan. Pada tahun 1991, ilmuwan dari California melaporkan hasil CT scaning (penyinaran) terhadap otak pria gay dan pria normal. Yang ternyata berbeda. Kemudian tahun 1993, ilmuwan dari National Institut of Health (N,I,H) di Marylnd Amerika menemukan adanya unsur DNA pada kromosom X yang menentukan orientasi seksual seseorang.
Sejauh ini pengetahuan manusia seputar gen masih sedikit. Di sisi lain, andaikata faktor genetik yang mempengaruhi orientasi seksual, maka tentunya diperlukan tes genetik pada janin manusia untuk menentukan orientasi seksualnya. Dilemanya, jika hasil tes genetik terhadap janin menunjukan bahwa kelak anak yang bakal lahir akan menjadi homoseks, apakah kemudian janin tersebut perlu diaborsi atau tetap dibiarkan tumbuh hingga lahir? Ini tentunya merupakan persoalan yang sangat pelik.
Sementara itu, temuan menggemparkan terjadi dalam riset yang dikemukakan Ward dari N.I.H. dalam eksperimennya, mereka menggunakan sejumlah lalat yang telah ditransplantasi gen tunggal.
Kemudian kumpulan lalat tersebut dimasukan ke dalam botol. Hasilnya menunjukkan, lalat betina cenderung berada pada bagian atas dan bawah botol. Sedangkan lalat jantan hanya berada pada bagian tengah dan membentuk ikatan rantai (bergerombol). Yang menakjubkan, lalat jantan ternyata berperilaku gay, sedangkan lalat betina tetap normal.
Laporan yang ditulis dalam U.S National Academy Of Science tahun 1995 ini lantas menjadi rujukan sejumlah ilmuwan bahwa perilaku homoseksual memiliki asal usul genetik atau sifat alami (natural), sama seperti warna kulit, rambut, mata, dll.
Namun demikian, hasil riset itu masih menyisakan pertanyaan, mengapa lalat jantan itu berperilaku gay, sedangkan lalat betina tetap normal? Dalam eksperimen berikutnya malah menunjukan bahwa lalat jantan mampu membuahi lalat betina.
Hal itu berarti lalat jantan bukan gay tapi biseksual. Di samping itu, keraguan terhadap hasil riset tersebut juga muncul karena objek telitian hanya pada hewan dan bukan manusia. Dalam pada itu, asumsi bahwa perilaku homoseksual dianggap terkait dengan faktor lingkungan/pengasuhan (nurtural) didasarkan dari tinjauan agama, sebagaimana tertuang dalam kitab Suci Al Qur’an, surat Al A’raaf (Q.S;7, 80-81).
“Dan ( kami juga telah menutus ) Luth kepada kaumnya? (ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah (homo) itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seseorang pun ( didunia ini) sebelummu? Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepda wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.”
Perbuatan kaum Nabi Luth AS ini mendapat balasan setimpal, seperti ditegaskan dalam ayat 84: “dan kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.”
Selain itu, Abu Muslim Al-Laitsy berkata di dalam Musnadnya, “kami diberitahu Sulaiman bin Daud, kami diberitahu Abdul Warits, kami di beri tahu Al Qasim bin Abdurrahman, kami di beritahu Abdullah bin Muhammad bin Uqail, dia berkata, “ saya mendengar Jabir bin Abdullah radhiyallahuanhu berkata, Rasullullah SAW bersabda, “sesungguhnya ketakutan yang paling kutakutkan atas umatku adalah perbuatan kaum Luth.” (diriwayatkan Ahmad, At Tirmidzy, Ibnu Majah dan Al Hakim).
Sedangkan Hisya bin Ammar berkata, “Kami diberitahu Abdul Aziz Ad Darawardy, dari Amru bin Abu Amaru, dari Ikrimah, dari Rasullullah SAW bersabda, “Allah melaknat orang yang menyetubuhi binatang, dan Allah melaknat orang yang berbuat seperti yang di perbuat kaum Luth. “(diriwayatkan Imam Ahmad).
Ayat-ayat Al Qur’an dan hadist Nabi SAW tersebut sebenarnya merupakan bukti bahwa perilaku homoseks (liwath) ditentang agama karena menyimpang dari fitrah manusia. Itulah sebabnya Tuhan menghukum kaum Sodom dan Gomorah. Dengan kata lain, faktor lingkungan seperti pengasuhan dan pengawasan orangtua, pendidikan terhadap anak dan pergaulan sesama teman sangat mempengaruhi orientasi seksual seseorang.
Adapun kaitan bahwa orientasi seksual yang menyimpang terkait dengan faktor adialami(supranatural), dapat disimak dari dialog jin muslim yang bernama Musthafa dengan Muhammad Isa Dawud. Musthafa (jin muslim) mengatakan bahwa diantara setan-setan ada yang tinggal di rahim dan kemaluan untuk membuat kemaksiatan.
Kemudian dia juga mengungkapkan bahwa ada pula jin yang bertempat di anus laki-laki dan perempuan, sehingga mengundang manusia untuk melakukan persetubuhan lewat anus. Ada pula diantaranya yang tinggal di kemaluan-kemaluan abnormal, sehingga mengundang orang untuk melakukan hubungan seksual yang menyimpang.
Menurut Musthafa pula, setan atau jin perusak dapat hadir saat terjadi persetubuhan yang normal dan kemudian ikut melakukan persetubuhan. Bahkan bisa pula dia mengeluarkan spermanya bersama sperma laki-laki. Malahan tidak jarang pula terdapat wanita-wanita yang lalai berzikir, lalu setan atau jin jahat menampakan diri dalam wujud suaminya, kemudian menggaulinya dan meninggalkan spermanya dalam bagian vital wanita.
Itulah sebabnya bagi setiap Muslim agar melindungi diri dari keterlibatan setan atau jin dengan cara berdoa ketika melakukan persetubuhan. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadist bahwa Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma berkata bahwa Rasullullah SAW bersabda,” sekiranya salah seorang diantara kamu bermaksud mendatangi (mencampuri) istrinya, maka hendaknya dia mengatakan: Bismillah, Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan-setan, dan jauhkanlah setan-setan dari apa yang Engkau anugerahkan kepada kami,” (Diriwayatkan Bukhari dan Muslim).
Dari uraian diatas, maka menjadi jelaslah bahwa terjadinya perilaku homoseksual bisa saja terjadi karena faktor adialami yakni keterlibatan jin jahat dalam persetubuhan manusia. Hal ini di dukung pula dari penuturan orang-orang yang memiliki kemampuan supranatural bahwa dalam dunia jin pula dikenal adanya jin yang berperilaku seks menyimpang sebagaimana juga dialami manusia.
Meskipun demikian, hal itu tidak berarti kita menyisihkan mereka yang berperilaku homoseksual, melainkan mesti bersama-sama berupaya mencari solusi yang terbaik. Misalnya, melakukan riset ilmu pengetahuan, mencari cara pengobatan yang efektif, terapi kejiwaan ataupun dengan pendalaman ajaran agama.

Label: , ,

Baca Selengkapnya...

0 comments | links to this post

Jumat, 14 Maret 2008

OTAK DAN VAGINA: KOMBINASI (MISTIS) PEREMPUAN MENGGAPAI SUKSES

AGUS SISWANTO
Kesuksesan tidak dapat dicapai kecuali menggunakan otak secara maksimal. Otak di sini dalam makna metafisis, yaitu akal yang menggerakkan manusia untuk berpikir tentang Tuhan dan tujuan penciptaan. Berpikir rasional melalui otak dan penggunaan hati (qalbu), untuk menjustifikasi hasil atau nilainya (aksiologi).
Dalam kajian sufisme, pernah di sebutkan seputar perbedaan prinsip antara laki-laki dan perempuan dalam penggunaan otak dan hati. Dikatakan, apabila ada suatu persoalan atau masalah yang perlu diambil keputusan. Maka laki-laki akan menggunakan otaknya 90 persen dan sisanya memakai hati. Sebaliknya, perempuan menggunakan hati 90 persen dan hanya memanfaatkan 10 persen kapasitas otaknya.
Itulah sebabnya, kaum pria tergolong cepat dalam mengambil keputusan, tetapi seringkali menafikan faktor nilai dari keputusannya. Akibatnya, lebih banyak kesalahan yang dibuatnya. Sedangkan perempuan terhitung lambat menetapkan keputusan, meski nilai kebenaran yang dihasilkannya lebh banyak.

Pemanfaatan otak hanya 10 persen oleh perempuan, ikut mempengaruhi pandangan dan penilaian dirinya seputar organ vitalnya, yaitu vagina. Meski tidak ada data kongkrit seputar bagaimana seorang perempuan memandang vaginanya, tetapi cukup banyak bukti yang menunjukan kesuksesan perempuan sangat dipengaruhi pada cara dia menempatkan atau menilai kehormatannya (vagina) sendiri. Bahkan dapat dikatakan, kombinasi menggapai sukses bagi seorang perempuan terletak pada otak dan vaginanya.

Perempuan tergolong makhluk yang sangat memperhatikan penampilan fisiknya. Fetisisme sering menggelayuti pikiran perempuan. Kecantikan menjadi fokus utama. Lalu bagaimana dengan vagina?
Banyak perempuan yang secara apik dan teratur merawat vaginanya. Contohnya, melalui gurah. Agar pesona hubungan intim tetap baik atau rajin minum jamu sekadar menjaga kebersihan vagina.
Namun demikian, sesuatu yang sangat prinsipil seringkali dilupakan, yaitu kepada siapa vagina miliknya itu dipersembahkan. Apabila kehormatannya itu mutlak hanya dipersembahkan kepada suaminya, tentu bukan persoalan.
Masalahnya justru kaum perempuan seringkali mudah memberikan vaginanya kepada siapapun yang disukainya. Tidak peduli suaminya atau bukan. Rasa cinta yang mendalam terhadap lawan jenisnya, sering membuat perempuan terlena. Kalau sudah begitu tanpa rayuan berarti, kaum pria mudah menggiringnya ke tempat tidur. Seringkali tanpa komitmen apapun.
Di sisi lain, ada pula kaum perempuan yang tidak ragu membuka peluang kepada lelaki untuk menikmati vaginanya dengan imbalan uang. Atas dasar alasan terjerat ekonomi, vagina menjadi komoditas bisnis. Untuk mendapatkan nafkah dari peluang ekonomi yang tersedia, banyak perempuan menjual jasa seksual. Hal ini kemudian melahirkan konsep pariwisata 4S : sun, sea, sand, sex (matahari, laut, pasir dan seks).
Pertumbuhan pariwisata seks ini ternyata mendapat dukungan luas, sebagaimana tampak di beberapa Negara Asia Tenggara seperti Thailand (pantai Pattaya dan Pattpong), dan Filipina (subic, clark dan manila-ketika masih menjadi pangkalan militer Amerika). Bahkan dinegeri ini, meski agak tersembunyi, seks nyaris menjadi komoditas pariwisata.
Keunikannya, vagina dihargai lebih mahal daripada kecantikan. Meskipun paras wajah seperti Miss Universe, tetapi kalau vaginanya tidak menimbulkan super sensasi, akan ditinggalkan para penikmatnya.
Pria datang ke lokalisasi atau diskotek mencari vagina untuk memuaskan hasrat birahi dan bukan membayar untuk memandang wajah secantik apapun. Usai itu, biasanya si hidung belang akan bercerita kepada sesama hidung belang tentang vagina dahsyat dan bukan berkisah tentang kemolekan paras.
Itulah sebabnya, para germo selalu mencari wajah baru agar pelanggan tidak lari. Pilihan utamanya bukan wajah cantik tetapi pada vagina cantik. Vagina yang belum banyak disentuh, tetapi sudah pandai bermain.
Untuk mendapatkannya, para penjahat kelamin itu tidak segan-segan memburu ke desa-desa terpencil di seluruh pelosok negeri agar mendapatkan gadis-gadis belia. Beragam tipu daya dilancarkan, seperti menjanjikan pekerjaan di restoran atau di berangkatkan menjadi TKW. Padahal tujuan utamanya menjebloskannya ke lokalisasi. Menjadi makanan siap saji para hidung belang. Di liang vagina, seolah tercatat nama-nama pria yang akan memasukinya.
Mengapa perempuan tidak pandai menjaga vaginanya? Bahkan begitu mudah menelantarkan vaginanya? Seolah tidak ada kebanggaan apapun memiliki vagina. Di sini vagina menjadi sekadar gumpalan daging yang dapat diperlakukan sekehendak hatinya, tanpa merasa perlu menempatkannya dalam posisi terhormat, kecuali sekadar menutupinya dengan celana dalam, menaruh pembalut atau membersihkan agar tidak berbau. Lebih dari itu, perempuan seringkali tidak memahami kewanitaannya.
Padahal, hakikatnya vagina bukan sekadar alat reproduksi dan pemuas birahi. Melainkan merupakan simbol kekuatan dan harga diri seorang perempuan. Namun, perempuan sering tidak menyadarinya.
Dalam kaitan inilah, faktor otak sebagai titik sentral kehidupan, memainkan peran besar dalam mengubah pola pikir kaum perempuan seputar vagina. Pola pikir yang bertujuan mengubah itu pernah dikemukakan Syekh Nafzawi, filsuf Muslim di abad ke. 16 M.
Secara sederhana, Nafzawi mengungkapkan beberapa pola pikir yang harus dilakukan perempuan untuk mengubah pandangannya tentang vagina.
Sikap terhadap fisik.
Perempuan harus mengutamakan penampilan fisiknya, yaitu
1.Rambut tersisir rapi dan tidak acak-acakan
2.Nafas harus harum dan memakai wewangian
3.Payudara padat. Paha, pinggul dan pantat berisi. Begitupula lengan dan bahunya.
4.Vagina menonjol dan berisi. Liang vagina rapat, tidak basah dan tidak berbau. Lembut dan hangat jika disentuh. Memancarkan aura birahi
5.Selalu berpakaian anggun, yang menampilkan kepribadian seseorang.
6.Menyembunyikan organ rahasianya dan tidak akan membiarkannya terbuka.

Sikap yang harus dilakukan
1.Tidak berbicara dan tertawa tanpa alasan jelas
2.Tidak mempunyai teman yang bisa dipercaya. Hanya suaminya orang yang dipercaya.
3.Tidak meminta apapun dari orang lain, kecuali dari suaminya atau orang tuanya.
4.Jika bertemu saudaranya, tidak akan mencampuri urusan mereka.
5.Tidak suka berbohong
6.Tidak berusaha memikat pria. Tidak berusaha menyerahkan dirinya ke pria lain kecuali suaminya
7.Jika suaminya tampak ingin melakukan hubungan suami istri, ia akan memenuhi keinginan tersebut dan bahkan sering memulainya
8.Selalu membantu pekerjaan suaminya dan berbagi suka dan duka
9.Tidak akan tertawa atau gembira melihat suaminya bingung atau sedih. Tetapi berbagi kesusahan dan menghiburnya dengan canda supaya suaminya gembira.
10.Tidak akan membiarkan suaminya melihat hal-hal yang membuatnya malu

Sikap yang harus dihindari
1.Sering mengomel atau cerewet
2.Sering bermain dan bercanda, selalu pergi ke tetangga dan mencampuri urusan orang lain
3.Sering menghujani suaminya dengan keluh kesah dan air mata tiada henti
4.Sering marah dan cemberut, serta banyak bicara
5.Berteman dengan perempuan lain yang membenci suaminya
6.Menerima hadiah dari orang lain, tanpa menelusuri maksud pemberian itu
7.Tidak bisa menjaga rahasia suaminya dan pendendam
8.Jika membuat janji, mudah mengingkarinya
9.Tidak bisa memberi nasehat yang baik
10.Sibuk dengan urusan orang lain dan membuatnya jadi culas
11.Memperhatikan berita-berita yang tidak benar
12.Senang tidur dan tidak suka bekerja
13.Memakai kata-kata yang tidak pantas saat berbicara apalagi kepada suaminya
14.Sering mencerca orang lain
15.Tidak membantu urusan suami
16.Berdandan bukan untuk kepentingan suaminya dan bukan untuk suaminya pula ia berpenampilan menarik. Tujuannya hanya untuk di nilai orang lain
17.Saat bersama suaminya sering berpenampilan berantakan dan bersikap masa bodoh.

Apabila ketiga sikap tersebut dilakukan dengan sepenuh hati, maka akan mengubah pola pikirnya. Selanjutnya, perempuan akan lebih menghargai vaginanya dan menempatkannya pada posisi terhormat.
Demikianlah sepenggal kombinasi mistis otak dan vagina untuk menggapai kesuksesan hidup bagi kaum perempuan. Inilah kesuksesan hakiki.

Label:

Baca Selengkapnya...

0 comments | links to this post

MISTERI HANTU TURIS ASING DI PULAU SIGILING

PUTRI BERLIANA

Mungkin karena pertimbangan prestasi kerja, maka aku dinaikkan jabatan sebagai kepala divisi. Mendengar keputusan naik jabatan, jujur saja, aku senang sekali. Tapi karena tempat jabatan baru ini, maka aku jadi gundah gulana. Pasalnya, aku bakal ditempatkan di daerah angker Pulau Sigiling, satu pulau yang terpencil di Selat Bali, Nusa Tenggara Barat.
"Terima aja Ma, soalnya selain dikasih fasilitas speed boat, Mama juga terima gaji baru, dua kali lipat dari gaji yang lama!" bisik suamiku, Mas Handoko, soal jabatan baruku itu.
Mas Handoko siap mengurus perpindahan sekolah dua anak kami yang masih duduk di kelas satu dan kelas dua SD di Mataram, Andika dan Andini.
Pulau Sigiling di tempuh dengan jarak 60 mil laut dari pulau Senggigih, Lombok Barat. Perjalanan boat Awani Style dari Mataram bisa sampai dalam waktu kurang dari dua jam. Di pulau Sigiling, terdapat multi cottage, baik yang bersifat tradisional maupun yang modern.
Di tengah pulau, ada satu panggung kesenian untuk tontonan para turis. Setiap bulan, ada pertunjukan tari, teater estetik etnik dan wayang Lombok. Di sekitar panggung, bermukim warga suku Sasak yang membuat kerajinan tangan. Hasil kerajinan itu dijual kepada wisatawan mancanegara yang datang, juga dieksport lewat Departemen Perdagangan.

Nah, sebagai pekerja bidang pemasaran barang kerajinan rakyat lewat PT. Anugrah Budikarya, aku sangat menguasai eksport benda kerajinan itu. Sepuluh tahun lamanya aku bekerja di PT. Anugrah Budikarya dan ikut berperan serta aktif dalam memajukan usaha industri kecil rakyat Nusa Tenggara Barat.
Maka karena pengabdian, kesetiaan dan prestasi selama 10 tahun di situ, tak urung Mr. Suwardi Joyohadiningrat, direktur utama perusahaan, memilih aku menduduki jabatan divisi marketing on the spot yang baru dibuka di pulau Sigiling.
Setelah mempertimbangkan matang selama tiga hari, aku akhirnya memutuskan menerima jabatan baru itu. Tanggal 13 November 2001 kami memboyong semua perlengkapan rumah tangga dan menempati rumah baru di Jalan Akasia Raya no. 43 pulau Sigiling.
Hardiman yang sangat matang pengalaman di pulau Sigilling, memberitahukan bahwa rumah baru kami di jalan Akasia 43 itu sangat angker. Dulu pernah ada turis asing asal Zheck, Eropah Timur yang mati karena over dosis, menyuntikkan cocain yang berlebih hingga mulutnya mengeluarkan darah kental lalu meninggal di rumah itu.
Lain lagi, ada pula turis perempuan asal Swedia, Eropah Barat yang mati gantung diri setelah mendengar berita suaminya masuk penjara di Oslo, Norwegia. Setelah diselidiki oleh interpol, ternyata si turis yang gantung diri ada keterkaitan kejahatan dengan suaminya. Untuk menyelamatkan anak-anak turis itu memilih mati.
Dua kejadian ini cukup membuat masyarakat pulau Sigiling mempercayai bahwa ada roh yang hidup dan muncul setiap bulan purnama ke 14 di rumah jalan Akasia 43. Masyarakat percaya karena banyak saksi mata yang mengalami hal itu. Tahun 1998 Ketut Arnawe (34), pekerja Wears Cottage yang letaknya berhadapan dengan rumah Akasia 43, melihat penampakan hantu tanpa badan.
Ketut Arnawe melihat kepala melayang dari dalam rumah ke pohon beringin di samping cottagenya. Tahun 1999 Nyonya Widi Sanusi (46), pemilik restoran Dinner Party yang berada di sebelah utara Akasia 43 juga melihat hantu kepala, yang duduk nongkrong di tangga samping rumah Akasia.
Tahun 2000 lalu, Amir Hamzah asal Padang yang buka rumah makan Rancak di ujung jalan Akasia, bertemu manusia tengkorak yang turun dari genting rumah masuk ke sumur belakang. Tahun 2001, Eyang Ronggur (81) sesepuh pulau Sigiling, manusia pertama yang tinggal di pulau itu, menemukan gadis misterius berambut sepunggung, yang kakinya tidak menginjak tanah. Perempuan itu diyakini Eyang Ronggur sebagai kuntilanak penghuni rumah Akasia 43 yang bakal kami tempati.
Karena cerita-cerita menyeramkan inilah, maka aku takut. Malam tanggal 14 November 2001, memang tidak ada tanda-tanda bahwa rumah kami berpenghuni hantu. Begitu pula pada malam berikutnya, malam 15, 16, 17 dan 18 November 2001, tidak ada tanda-tandas ada yang ganjil di kediaman kami yang termewah di pulau Sigiling itu.
Namun pada malam ke 19 November, pada saat rembulan sedang purnama 14, batinku dikagetkan oleh suara burung hantu yang mengepakkan sayap dan bersuara melengking di genting rumah kami. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 24.00 tengah malam.
Mulanya suara burung aneh itu pelan, lalu mengeras dan makin keras hingga suara seperti suara orang bernyanyi. Tidak lama setelah suara berhenti, ruang dapur kami berbunyi seperti durian runtuh. Jantungku berdetak kencang dan nyaliku tiba-tiba menjadi ciut.
Pada saat bersamaan, tercium bau bunga melati dan kemenyan Arab, sangat lekat dan terasa menempel di lobang hidungku. Sial benar, umpatku. Soalnya, mas Handoko malam itu sedang pergi ke Denpasar dan membawa obat inventarisku untuk membeli bahan baku kerajinan Art Shop milik Made Astani di Kuta.
"Kalau saja mas Handoko ada di rumah, batinku tidak akan menderita ini!" pikiku.
Mau tidak mau, walau anak-anak tidak bisa apa-apa, aku membangunkan mereka di kamar depan. Tapi lagi-lagi aku terkejut. Dua anakku yang tidur sekamar itu, ternyata tidak ada di tempat. Padahal sebelum aku menidurkan mereka dengan nyanyian nina bobo dan cerita-cerita pak Lebai. Artinya kau lihat betul mreka tertidur dan pula di dua ranjang yang berseberangan.
"Oh Tuhan, ke mana anakku?" tanya batinku.
Karena terguncang oleh kasus hilangnya dua anak, maka rasa takut terhadap hantu pun menjadi musnah. Dengan jantung berdebar hebat, aku pergi ke kamar mandi yang ada di dapur. Barangkali saja Andika dan Andini pergi ke kamar mandi. Padahal suara heboh baru saja muncul dari dapur, di mana kamar mandi itu ada.
"Mereka pasti ada di kamar mandi dan lagi buang air bareng-bareng," pintaku, berdoa pada Tuhan.
Alhamdulillah, Tuhan ternyata mengabulkan doaku. Dua anakku itu benar ada di kamar mandi dan mereka buang air bersamaan.
"Ada apa Ma? Mama kok kayak gelagapan begitu?" tanya Andika, sambil memukul pahaku.
"Tidak, mama dengar suara burung aneh di atas sana, setelah itu mama dengar suara sesuatu benda yang jatuh di dapur ini!" terang ku pada Andika dan Andini.
Andika menggeleng. Dia tidak mendengar apa-apa. Jangankan suara benda jatuh, suara burung pun, sama sekali tidak mendengar. Padahal sudah satu jam mereka terbangun karena kepingin pipis.
"Mama mimpi kali?" pancing Andini, samibl terpingkal.
Anak-anakku itu bernyali seperti bapaknya. Mereka salah satu dari sekian banyak orang yang tidak percaya adanya eksistensi hantu. Sementara aku, sama seperti ayahku, adalah orang yang sangat takut pada makhluk-makhluk tak kasad mata termasuk hantu.
Dari kamar mandi, anak-anak kembali masuk ke kamar tidurnya. Sementara aku, duduk di sofa tempat mereka tidur. Malam itu aku tak berani tidur sendiri, bahkan tidak berani masuk ke kamarku lagi. Karena tahu aku takut, Andini dan Andika ngeledekku. Mereka bilang aku seperti bayi. Bayi yang takut melihat mata boneka yang melotot.
Pukul 03.00 dini hari, bulan purnama sudah menyingkir ke ufuk. Andika dan Andini sudah terlelap di peraduan. Tapi mataku tak bisa kupejamkan di sofa. Sekali lagi, suara gedebuk berbunyi di dapur. Kali ini malah disertai dengan suara langkah kaki. Ada tapak sepatu berhak tinggi, melangkah dasri belakang ke depan.
Dengan keberanian yang tersisa di jiwaku, aku berusaha membuka pintu dan melongo ke arah suara. Duh Gusti! Seumur hidup baru kali ini aku melihat telak wajah hantu yang dianggap khayalan itu. Baru kali ini pula aku berhadapan langsung dan sosok itu menyerangku.
"Aku Sisca Hansen dari Swedia! Aku penghuni rumah ini dan pemilik purnama 14. Kau menempati rumah ini tanpa seizinku, untuk itu kau harus menerima hukumanku!" kata makhluk ajaib itu, dengan kata-kata dalam bahasa Inggris.
Batinku kembali bergetar hebat, denyut jantungku bagaikan diguncang guntur. Takut, ya sangat takut. Hantu wanita yang mengaku bernama Sisca Hansen itu tanpa badan. Kepalanya mengawang seperti melayang-layang di dalam rumah kami. Bukan karena berani, tapi aku tetap berdiri di situ karen super takut. Akibat rasa takut yang begitu besar, maka aku tak bisa beranjak barang sesenti pun.
Belum sempat hantu kepala perempuan jalan, muncul pula hantu laki-laki kurus kering mirip morfinis. Badan yang mirip tengkorak itu mengaku bernama Cekovski dari Cekoslawakia yang terpecah.
"Aku dari Republik Zheck yang menghuni rumah ini, aku mati karena over dosis, tahukah kau cerita itu?" tanyanya, sambil melototkan matanya yang berdarah ke mukaku.
Aku terkencing-kencing tak mampu menjawab. Jangankan berbicara, bergerak saja tubuhku tak bisa lagi.
"Ya, tidak usah jawab apa yang kupertanyakan padamu. Tapi, aku perlu memberitahumu, untuk dapat tinggal aman di rumah ini, beri kami darah sapi. Setiap dua kali satu tahun, potongkan darah dan jantung sapi sebagai makanan kami!" tekannya.
Belum sempat aku bergerak membangunkan dua anakku, mereka menghilang ke balik tembok rumah. Sementara itu, matahari mulai mengeluarkan warna fajar merah ke sela-sela dinding pintu yang bolong.
"Hari sudah pagi!1" pikirku, masih kaku di depan pintu kamar Andika dan Andini. Syukur Alhamdulillah, aku bisa berdiri. Tapi penciumanku terus dihujani oleh bau melati yang berarti, hantu-hantu itu masih di situ. Dari balik pintu, kulihat mas Handoko dan Hardiman datang membawa barang-barang dari Denpasar.
Mereka berjalan malam dengan boat itu ke pulau Sigiling. Kutubruk mas Han dan kuceritakan apa saja yang kutemui pada malam yang menyeramkan itu. Mas Han yang tadinya selalu menyangkal soal hantu, kali ini mengangguk. Dia telah mendengar banyak dari Hardiman dan orang-orang kampung, bahwa hantu itu memang ada di rumah kami dan butuh tumbal.
Maka ketika kuceritakan tuntutan arwah menyangkut sapi itu, mas Han langsung setuju. Siang harinya kami langsung membeli sapi dan memotongnya. Darah satu ember besar bersama jantung, hati dan limpanya, kami satukan dan ditaruh di pohon beringin sebelah rumah. Malam harinya kami mendengar suara makhluk-makhluk itu memakan darah dan jantung serta limpa yang kami sediakan.
Setelah dilihat siangnya oleh mas Han, barang-barang satu ember itu tuntas habis dilahap makhluk misterius itu. Tapi hasil yang kami dapatkan luar biasa. Makhluk itu tidak menampakkan diri lagi sejak itu. Tapi 2x setahun, kami menyediakan seekor sapi untuk diambil jantung dan limpanya.
Sementara dagingnya, kami bagi-bagikan untuk anak yatim piatu, orang-orang jompo dan warga miskin di pulau Sigiling.

Label:

Baca Selengkapnya...

0 comments | links to this post

Selasa, 04 Maret 2008

BUDAK YANG AJAIB

MAWAN SUGANDA
Berkat ketakwaannya kepada Allah SWT, budak itu memiliki sejumlah karomah yang menunjukkan keajaiban di luar akal sehat. Seperti apakah kisahnya…?
Dikisahkan, pada suatu hari Abdul Wahid bin Zaid RA berjalan-jalan di pasar. Tiba-tiba ia melihat seorang budak yang sedang dijual. Saat Abdul Wahid menatapnya, secara tak sengaja budak itupun juga menatap Abdul Wahid dengan sorot mata yang tajam.

Setelah bertatapan dengan si budak, Abdul Wahid tiba-tiba sangat ingin membeli buduk tersebut untuk dikerjakan di rumahnya. Setelah harga disepakati oleh si pemilik budak, maka Abdul Wahid pun akhirnya membelinya.
Budak ini ternyata seorang yang taat dan sentiasa melakukan semua pekerjaannya dengan tekun. Abdul Wahid merasa sangat heran melihat perilaku budaknya ini. Di waktu siang ia bekerja dengan tekun, namun ketika malam tiba si budak tidak pernah ada di kamar yang telah dipersiapkan untuknya. Hingga suatu hari, kebiasaan budak ini diketahui oleh Abdul Wahid.
“Heran, kemana sesungguh budak itu pergi?” Tanya Abdul Wahid dalam hati. Walaupun ia telah mencarinya ke segenap penjuru rumah, namun budak itu diketemukannya. Anehnya lagi, pintu rumah senantiasa tertutup dan tidak ada tanda-tanda bahwa pintu telah dibuka seseorang.
Kendati malamnya pergi entah kemana, namu saat pagi buta tiba, budak tersebut telah berada kembali di dalam rumah. Herannya, ketika pagi itu si budak berada di hadapan Abdul Wahid, ia lalu menyerahkan satu keping uang dirham, yang di atasnya terukir surah Al-Ikhlas. Ketika ditanya oleh Abul Wahid dari mana gerangan budak tersebut pergi dan mendapatkan kepingan uang dirham seperti itu, maka dijawab olehnya, "Saya akan memberi kepada tuan setiap hari satu keping uang dirham asalkan tuan jangan bertanya kemana saya pergi."
Abdul Wahid terdiam sesaat. Namun kemudian ia menerima syarat tersebut.
Satelah sekian lama peristiwa ini berlangsung, pada suatu hari datang seorang teman Abdul Wahid. Sang teman memberi tahu bahwa pekerjaan budak milikanya setiap malam adalah menggali kubur untuk orang yang telah maninggal dunia. Tentu saja Abdul Wahid amat terkejut mendengar berita ini. Namun ia tidak ingin percaya begitu saja. Abdul Wahid berjanji dalam hati akan menyelidiki terlebih dahulu laporan temannya ini.
Pada suatu malam salepas sembahyang Isya, Abdul Wahid mengintai gerak gerik budaknya. Sang budak sendiri tidak mengetahui bahawa dirinya sedang diawasi oleh majikannya.
Setelah sekian lama mengintip, Abdul Wahid melihat budaknya melangkah menuju ke pintu. Aneh bin ajaib! Hanya dengan menunjukkan jarinya saja daun pintu yang berat itu terbuka dengan sendirinya. Karuan, Abdul Wahid terheran-heran melihatnya. Terlebih ketika dia melihat pintu itu kembali menutup dan terkunci dengan sendirinya.
“Pantas kelau selama ini pintu selalu terkunci rapat meskipun dia pergi ke luar rumah. Aneh, siapa sesungguhnya orang itu?” Pikir Abdul Wahid dalam hati.
Satelah budaknya keluar dan pintu tersebut tertutup kembali dengan sendirinya, Abdul Wahid terus mengikuti budaknya, sehingga sampailah ke suatu tempat yang sangat lapang (padang pasir). Si budak lalu mengganti pakaiannya dengan pakaian lain yang terbuat dari kain kasar semacam karung goni. Budak tersebut terus kemudian menunaikan solat sehingga terbit fajar. Satelah selesai solat, ia menengadahkan tangan ke langit, seraya memohon kepada Yang Maha Berkuasa dengan berkata, "Wahai Tuhanku Yang Maha Besar, berilah upah kepadaku walau itu hanya kecil saja!"
Selesai berdoa demikian, maka jatuhlah sekeping uang dirham dari langit, dan langsung diambil oleh budak tersebut. Sementara, di tempat yang tersembunyi Abdul Wahid memperhatikan semua yang dilakukan budaknya itu dengan perasaan heran dan takjub.
Oleh kerana hari sudah hampir siang, Abdul Wahid segera keluar dari tempat persembunyianya. Ia bermaksud mencari air di sekitarnya untuk berwudhu dan menunaikan solat Subuh.
Selesai menunaikan solat subuh, ia lalu berdoa meminta ampunan kepada Allah SWT. Ia berjanji akan memerdekakan budaknya itu, kerana ia merasa seorang hamba yang saleh tidak seharusnya menghambakan diri kepada sesama manusia.
Selesai berdoa Abdul Wahid mencari budaknya. Tetapi tidak berhasil menemukannya. Budak itu telah pergi entah kemana. Rasanya bagitu cepat sekali.
Setelah tidak berhasil menemukan budaknya, Abdul Wahid akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Namun aneh, ketika ia mencari jalan untuk pulang, ternyata ia tak bisa menemukannya. Ia sungguh tak menyangka kalau tempat tersebut tersanyata sangat asing baginya.
Abdul Wahid cemas dan menyesal atas tindakannya. Berulang kali ia mundar mandir tidak tentu arah, namun tetap saja ia tak menemukan jalan pulang. Ketika keputusaan dan kelelahan mendera tubuhnya di padang pasir nan sunyi itu, tiba-tiba ia melihat bayang-bayang dari jauh ada orang berkuda sedang menuju ke arahnya.
Dengan parasaan senang tidak sabar, Abdul Wahid menunggu kedatang orang berkuda itu. Saat sampai di hadapannya, orang berkuda tersebut lantas bertanya, "Apakah yang sedang kamu kerjakan di tengah-tengah padang pasir ini, wahai Abdul Wahid?"
Abdul Wahid keheranan dan bertanya di dalam hatinya, “Bagaimanakah orang ini bisa mengetahui namaku?”
Setelah menetralisir keheranan itu, Abdul Wahid kemudian menceritakan kepada orang berkuda tentang apa yang telah terjadi atas diri. Mendengar cerita Abdul Wahid, orang berkuda itu lalu berkata, "Janganlah kamu berpikiran buruk terhadap apa yang telah terjadi!"
Abdul Wahid mengangguk-ngangguk saja mendengar apa yang dikatakan oleh orang berkuda. Sampai kemudian orang berkuda berkata lagi, "Tahukah kamu berapa jauh rumah kamu dangan tempat ini?"
"Saya tidak tahu, Tuan!" Jawab Abdul Wahid.
"Jaraknya adalah dua tahun perjalanan dengan kuda yang berlari dengan cepat!" Jelas orang berkuda.
Abdul Wahid semakin heran mendengar kata-kata orang berkuda. Dalam hati dia berkata, “Bagaimana mungkin bisa demikian. Bukankah ketika aku mengikuti budakku malam tadi hanya beberapa lama saja untuk perjalanan kemari?”
Sebelum berlalu, orang berkuda tersebut berpesan kepada Abdul Wahid supaya menunggu saja di tempatnya yang sekarang. dan jangan pergi kemana-mana.
“Nanti malam budakmu itu akan datang dan kamu boleh mengikutinya pulang nanti!” Kata orang berkuda yang misterius itu.
Abdul Wahid mematuhi pesan tersebut. Ia hanya menunggu di situ, seperti apa yang dipesan oleh orang berkuda. Selama menuggu, Abdul Wahid sudah beberapa kali tertidur dan terjaga kerana keletihan dan kehausan.
Anehnya, suatu saat ketika Abdul Wahid terjaga dari tidurnya, maka ia mendapatkan makanan dan minuman telah terhidang di sisinya. Anehnya lagi budaknya juga telah berada di situ. Si budak mepersilahkan Abdul Wahid menikmati makanan dan minuman yang telah terhidang. Karena sudah hampir kelaparan, tanpa bekata apa-apa Abdul Wahid langsung makan dengan lahapnya.
Melihat Abdul Wahid makan dengan lahap, budak itu berkata kepadanya, "Saya harap, Tuan jangan sekali-kali lagi mengulangi pebuatan ini. Dan sekarang, tunggulah disini hingga saya selesai solat."
Setelah berkata demikian, budak itu terus mengerjakan solat sehingga terbit fajar. Satelah selesai sembahyang, sang budak berdoa seperti malam sebelumnya. Aneh, tiba-tiba jatuh sekeping dirham dari langit. Kali ini langsung diberikannya kepada Abdul Wahid. Si budak kemudian mengambil satu dirham lagi dari sakunya seraya berkata, "Ini uang dirham untuk malam kemarin!" Ia kembali memberikan dirham itu kepada majikannya.
Ringkas cerita. Si budak mengantar majikannya pulang ke rumah. Abdul Wahid merasa heran sebab mereka bisa berjalan dengan cepatnya, dan tidak sampai beberapa saat mereka telah tiba di hadapan rumah Abdul Wahid.
Setibanya di depan rumah, si budak bertanya kepada Abdul Wahid, "Betulkah tuan akan memerdekakan saya kerana Allah Taala?"
Abdul Wahid terkesima sebab budaknya telah tahu doa yang diucapkannya kepada Tuihan. "Benar!" Jawabnya.
Mendengar itu, si budak menunjukkan ke arah batu yang menjadi pengganjal daun pintu, dan ia mengatakan bahwa batu itu adalah uang sebagai tebusannya.
Abdul Wahid merasa heran bagaimnana bisa batu pengganjal pintu itu dikatakan sebagai uang tebusan. Lalu, Abdul Wahid mengambil batu tersebut. Aneh, dengan serta merta batu tersebut berubah menjadi sebongkah emas. Abdul wahid tentu saja amat heran melihat kejadian ini.
Karena melihat sendiri bagaimana Allah SWT sangat dekat dan menyayangi budak tersebut, maka siang harinya Abdul Wahid pergi ke rumah kawannya yang menuduh budaknya itu telah bekerja menggali kubur. Abdul menceritakan kepada kawannya semua kejadian yang telah berlangsung di depan mata kepalanya sendiri.
Sementara Abdul Wahid berada di rumah kawannya, di rumahnya sendiri telah terjadi kekecuan. Anak perumpuan Abdul Wahid mencaci maki budak itu, kerana menyangka selama dua malam ayahnya tidak pulung ke rumah dan menuduh si budak telah membunuhnya. Anak perempuan Abdul Wahid menuding budak itu marah karena ayahnya berulang kali mengintip perbuatan jahat si budak menggali kubur orang mati.
Anak perempuan Abdul wahid itu dengan perasaan marah telah mengambil sebongkah batu, dan memlemparkannya ke arah budak tersebut. Lemparan ini terkena pada matanya dan menyebabkan bola mata si budak pecah dan keluar. Tak kuat menahan sakit, budah itu lalu jatuh pingsan.
Setelah peristiwa itu, tak berapa lama kemudian Abdul Wahid pulang ke rumahnya. Saat itu orang-orang ramai di rumah Abdul Wahid karena ingin melihat apa yang telah terjadi.
Begitu mengetahui kejadian tersebut, dengan perasaan marah Abdul Wahid mengambil pedang, lalu memotong tangan anaknya hingga putus. Abdul Wahid merasa kesal atas tuduhan yang dibuat oleh anaknya terhadap budak itu.
Satelah Abdul Wahid memotong tangan anaknya, budak itu lalu sadar dari pengsan. Budak itu bangkit serta mengambil bola matanya yang pecah dan terjatuh, lalu dimasukkan kembali ke dalam kelopaknya sambil berdoa kepada Allah supaya memulihkan kembali penglihatannya. Satelah berdoa, matanya kembali sembuh seperti sedia kala. Lalu, budak itu pergi mengambil potongan tangan anak Abdul Wahid yang putus. Ia menyambungkannya kembali seraya membaca sesuatu. Tidak lama kemudian tangan anak Abdul Wahid kembali pulih seperti sedia kala.
Selepas kejadian ini, si budak segera berpamitan dan pergi dari tempat itu. Sementara orang-orang keheranan dan takjub melihat keajaiban yang telah terjadi.
Demikianlah besarnya derajat orang yang taat dan patuh kepada perintah Allah. Budak itu telah memperolehi derajat dan kemulian dari Allah Subhanahu Wataala.

Label:

Baca Selengkapnya...

0 comments | links to this post

KISAH-KISAH FENOMENAL SEPUTAR PESUGIHAN

TUTI ALAWIYAH
Majalah kesayangan ini sudah kerap kali berkisah tentang dunia pesugihan. Memang, tak bisa dimungkiri perkara gaib ini sungguh-sungguh ada dalam kenyataan yang sebenarnya....
Di Desa Citarik, Sukabumi, ada sebuah goa kecil yang bernama Goa Gedung Manik. Menurut Pak Ujang, Kuncen goa keramat tersebut, tempat itu sering dikunjungi oleh masyarakat, bahkan pejabat pun sempat pula datang. Tujuan para peziarah itu yang pasti adalah ingin mendapatkan keberkahan hidup, kelancaran rizki serta keselamatan.

Goa kecil yang panjangnnya sekitar 15-20 meter itu konon sejak 200 tahun hingga kini dihuni oleh apa yang disebut sebagai Ibu Ratu Kidul, salah satu keturunan Nyi Roro Kidul, Sang Penguasa Pantai Selatan. Demikian dikatakan Pak Ujang.
Masih menurut Pak Ujang, para peziarah hanya diperbolehkan masuk setelah memenuhi beberapa persyaratan. Di antaranya menyediakan aneka sajen serta laku kusus yang tujuannya tak lain sebagai pelancar hubungan dengan penghuni gaib goa tersebut.
Ketika didatangi Misteri, Pak Ujang selaku juru kunci menjelaskan pula sejarah Goa Gedung Manik yang sangat panjang.
Pak Ujang yang mengaku sebagai generasi juru kunci keempat menolak keras kalau ada sebagian masyarakat yang ingin melakukan pemujaan di goa ini. Dia lebih suka mengistilahkan kunjungan ke goa itu dengan sebutan ziarah. Akan tetapi, sudah lama tersiar kabar bahwa Goa Gedung Manik merupakan tempat "muja" yang ampuh.
"Muja adalah meminta kepada selain Allah, sedangkan ziarah memohon doa melalui para wali suci, imam serta orang-orang yang dekat dengan Allah," tandas Pak Ujang.
Goa Gedung Manik yang sampai sekarang masih banyak dikunjungi orang ternyata tidak membedakan latar belakang keagamaan. Namun Pak Ujang berpesan, bagi yang berama Islam supaya bersuci dulu sebelum memohon hajat di goa ini. Hal ini selain memperlancar hubungan gaib dengan para ruh leluhur, juga mendekarkan diri pada keridhaan Allah. Bagaimana seandainya syarat itu tak dipatuhi?
Pak Ujang berkisah, beberapa orang pernah melanggar, konsekuensinya mereka kerasukan ruh jahat, gila, bahkan sampai mengorbankan nyawa.
Teguran yang paling ringan adalah yang pernah dialami sepasang pemuda yang sedang memadu kasih di dalam goa. Mereka langsung dilempar batu oleh penghuni gaib tempat itu.
Kepada Misteri, Juru Kunci ini juga menerangkan bahwa sebagian pengunjung tempat ini merasa puas setelah berziarah. Terbukti dengan berbagai jasa baik kepada Pak Ujang yang menandakan hajat mereka telah terpenuhi.
Bagaimana dengan cerita pesugihan Goa Gedung Manik? "Itu tidak benar. Terlalu dilebih-lebihkan!" Tandas Pak Ujang.
Yang unik, tak jauh dari Goa Gedung Manik ada sebuah goa lain yang disebut sebagai Goa Lalay (kelelawar). Goa Lalay sebetulnya masih satu badan dengan Goa Gedung Manik. Goa ini kendati tak memiliki legenda pesugihan namun memiliki sisi menarik tersendiri. Setiap sore, kita akan melihat ribuan kelelawar yang berhamburan dari mulut goa dengan disertai suara desingan yang indah. Saking banyaknya, goa yang panjangnya tak kurang dari 10 meter itu sering dikunjungi wisatawan mancanegara, bahkan orang pintar pun terkadang kesana.
Di sebelah kiri Goa Lalay ada sebuah goa kecil yang mirip dengan lubang air. Goa ini diberi nama Goa Landak. Menurut penjaga tempat ini yang enggan disebut identitasnya, goa kecil itu pernah didatangi tamu misterius asal Cirebon.
"Orang pintar dari Cirebon yang mengirimkan tamu itu agar memasuki Goa Landak. Saya menerima tamu misterius itu awal bulan Mei 1999 silam pada malam hari. Kata tamu itu, dirinya akan mencairkan uang kuno milik Bung Karno menjadi uang rupiah masa sekarang. Tentu saja saya tertawa. Mana mungkin pekerjaan itu bisa dilakukan?" Kisah sang juru kunci.
Karena terbalut rasa penasaran, akhirnya dia mengintip prosesi upacara gaib yang dilakukan si tamu asing itu. Benar saja, setelah malam menuju puncaknya, entah bagaimana, tumpukan uang kertas kuno bergambar Bung Karno itu tiba-tiba saja berubah menjadi gepokan uang kertas lima puluh ribuan.
"Menurut tamu itu, uang tersebut memang berasal dari alam gaib, namun bisa dipergunakan manusia, dengan syarat harus mensedakohkan sebagian kepada fakir miskin serta orang-orang kecil lainnya agar menjadi berkah," ungkap sang juru kunci lagi. Dia menegaskan bahwa uang kuno bergambar Bung Karno yang berhasil disulap jadi lembaran lima puluh ribuan rupiah itu jumlahnya amat banyak.
"Saya tidak tahu berapa angka persisnya," tegasnya seraya mengakui bahwa dia sendiri sempat kecipratan uang dari alam gaib tersebut.
Muja atau pesugihan merupakan perjanjian antara manusia dengan bangsa setan. Ritual ini kerap ditebus dengan harta, uang, bahkan tak jarang pula dengan nyawa sendiri. Alangkah mahalnya.
Di Malang, Jawa Tengah, ada tempat pesugihan yang sudah terkenal ke mana-mana, bahkan sampai ke manca negara. Apalagi kalau bukan Gunung Kawi. Tempat keramat ini sejak dulu telah dijadikan ajang pendulangan harta gaib. Umumnya, mereka yang datang kesana meminta kekayaan materi. Tapi tak jarang pula jabatan, kecantikan, bahkan kelanggengan usia. Tentu saja dengan sejumlah syarat kusus yang tak main-main.
Di Sragen, Jawa Tengah, ada pula jalur penambangan uang gaib. Masyarakat disana lebih suka menyebutkan praktek Peminjaman Uang Gaib. Sudah banyak orang yang mencoba dan konon berhasil. Mereka semula tak menyangka pada pekerjaan mustahil itu, namun setelah ada hasilnya mereka jadi ketagihan. Sutoyo misalnya. Karyawan paramedis yang tinggal di Sragen ini mengaku sempat menikmati uang gaib hasil ritual gaibnya dengan mahluk dunia maya. Demikian pula Pak Haris. Kepada Misteri, dia menceritakan pernah tertarik dengan praktek peminjaman uang gaib tersebut.
"Waktu itu tahun 1994. Saya mulai mencoba melakukannya. Oleh kuncen sakti itu, saya disuruh menyediakan uang seratus ribu guna modal awalnya. Benar saja, ketika sudah menunggu 40 hari, karung yang semula kosong kini telah dipenuhi tumpukan penuh uang yang terbungkus rapih. Katanya, uang tersebut hasil jarahan para jin yang telah ditugaskan kuncen untuk memenuhi permohonan sang pemuja," kisah Pak Haris. Namun, dia menolak bercerita berada jumlah, dan dikemanakan uang sebanyak itu.
Lain lagi dengan pengalaman yang dilakoni oleh Sarlito. Dia tidak melalui jalur peminjaman uang gaib ataupun muja ke Gunung Kawi. Hidupnya berubah berkat melakukan ritual yang disebutnya sebagai Pesugihan Bajang Kembar.
Sarlito mengaku, sejak melakukan pesugihan itu, perekonomiannya semakin baik bahkan berlebihan. Tentu saja syaratnya tak mudah. Selain sudah dititisi bakat ilmu sesat tersebut, biasanya sesudah melakukan pemujaan orang itu akan jadi seks maniak.
"Pesugihan Bajang Kembar mengharuskan pelakunya melakukan zinah sebanyak-banyaknya dengan wanita selain istrinya," tegas Sarlito tanpa tedeng aling-aling.
Bajang Kembar itu sendiri sebetulnya adalah dua bocah gaib yang kembar, bisa dipergunakan untuk menumpuk kekayaan secara gaib. Tentu saja permohonan itu baru dikabulkan jika sudah mengadakan perjanjian dengan sang pemilik Bajang Kembar tersebut.
Di Desa Citepus, Kecamatan Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Misteri berhasil mengendus kisah seorang pemilik hotel yang kedapatan praktek muja. Menurut sumber yang wanti-wanti tak mau disebutkan namanya, orang tesebut sengaja menciptakan kamar pribadinya di antara kamar hotel miliknya.
Diceritakan, pernah seorang karyawan hotel tersebut mendengar suara aneh di kamar misterius itu. Kejadian ganjil ini berlangsung tepat tengah malam, persisnya ketika si Room Boy sedang membersihkan kamar di sebelah kamar khusus dimaksud. Pada saat yang sama dia mendengar suara ringkikan kuda serta desisan ular yang saling bersahutan.
Rupanya, bukan hanya pemuda ini saja yang sempat menyimak keanehan tersebut. Beberapa karyawan lain di hotel itu juga pernah menyimak pengalaman yang sama. Apalagi sejak kejadian aneh itu, pemilik hotel berbintang satu itu semakin makmur hidupnya. Hal ini menambah kuat indikasi masyarakat terhadapnya.
Lain lagi kisah yang terjadi di daerah perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di daerah ini ada sebuah lokasi pesugihan yang disebut sebagai Pesugihan Kandang Bubrah. Menurut Wongso, salah seorang pelaku pesugihan ini, siapapun yang ingin berlimpah harta lewat ritual Pesugihan Kandang Bubrah, maka mereka harus merenovasi rumahnya setahun sekali. Sedangkan syarat rutinnnya melakukan intim dengan lawan jenis yang bukan pasangannya.
"Kalau Anda melakukan poesugihan ini, maka Anda harus mengikhlaskan isteri Anda ditiduri pria lain. Demikian juga isteri Anda, juga harus ikhlas mengijinkan suaminya tidur dengan perempuan lain," ungkap Wongso.
Dia menceritakan, bahwa dia dan istrinya sudah melakukan Pesugihan Kandang Bubrah itu, dan kekayaan mereka terus meningkat tajam dari tahun ke tahun.
Dari sumber yang dapat dipercaya, Misteri menemukan sejumlah daerah rawan ritual setan yang semakin diminati masyarakat. Diantaranya wilayah Sragen, Malang, Slawi, Bogor, Bandung dan beberapa daerah di wilayah Jawa Timur.
Misteri juga mendapat kisah tentang pesugihan lain yang disebut sebagai Pesugihan Ratu Biawak yang konon bermarkas di Gunung Slawi. Konon, persyaratan muja jenis ini masih tergolong ringan. Setelah mengucap janji setia dengan Sang Ratu Biawak, si pemuja harus telanjang bulat di daerah rawa-rawa. Ketika melihat wanita, diusahakan agar dapat memanggilnya, lalu menyuruh wanita tersebut untuk memegang kemaluannya. Itu saja persyaratannya. Setelah persyaratan itu terpenuhi, biasanya uang segera dikirim ke kamar pribadinya.
Pesugihan lain yang tak kalah uniknya adalah Pesugihan Siluman Kuda. Pesugihan ini dapat dipraktekan oleh siapapun, dengan syarat harus menemui kuncennya yang tinggal di atas sebuah gunung di Jawa Timur, yang tak dijelaskan apa namanya dan di mana lokasinya. Namun, Pesugihan Siluman Kuda ini memerlukan tumbal, yaitu orang-orang yang disayangi, seperti anak, istri atau sanak keluarga sendiri.
Jika semua perjanjian dan syarat itu telah terpenuhi maka Raja Siluman Kuda akan segera mengirim uang dalam jumlah yang sulit diterima akal. Uniknya, utusan Raja Siluman itu mengutus kuda beserta gerobak kayu yang secara gaib dapat dilihat oleh orang yang peka mata bhatinnya. Konon, gerobak itu berisi penuh sejenis daun sirih namun panjang yang diberikan oleh Raja Siluman Kuda. Pada saat kiriman itu diterima oleh sang pemuja, maka daun dalam gerobak itu bisa berubah menjadi uang kertas pecahan lima puluh ribuan, atau seratus ribuan. Peristiwa gaib ini akan terus berlangsung selama sang Pemuja masih setia dengan perjanjiannya.
Lain lagi dengan kisah Pesugihan Ratu Ular. Si pemuja harus melakukan perjanjian setia dengan Sang Ratu. Karena itu dia harus menetap di kamar untuk waktu-waktu tertentu, dan hanya boleh keluar seperlunya saja. Pasalnya, jika sewaktu-waktu Sang Ratu ingin menyalurkan kebutuhan biologisnya pada saat si pemuja tak ada di kamar, maka Sang Ratu akan murka.
Pesugihan jenis ini lebih dikenal dengan nama Ngipri, pelakunya dinamakan Centring Manik. Mengenai jumlah kekayaan yang didapat, hampir tak dibatasi, asal kuat saja melayani libido seks Sang Ratu Ular.
Konon bagi orang yang melihat persetubuhan terlarang ini, dan kebetulan sang pemuja melihatnya, maka spontan si pengintip itu akan mati secara mendadak.
Secara fisik, persetubuhan itu amat mengerikan. Ya, sebab si pemuja sesungguhnya bersetubuh dengan seekor ular raksasa berkepala perempuan cantik. Namun di mata si pemuja, Sang Ratu berwujud gadis cantik bak bidadari kayangan. Pada saat persetubuhan itu berlangsung, sisik ular itu rontok secara perlahan. Makin lama maka sisik itu semakin banyak, dan setelah usai, sisik itu akan berubah menjadi kepingan emas. Demikian menurut cerita. Benar dan tidaknya tentu amat sulit kita buktikan.

Label:

Baca Selengkapnya...

0 comments | links to this post

Minggu, 02 Maret 2008

TAHUN 2012 BUMI AKAN DIHANCURKAN?

PRAYOGA GEMILANG
Ramalan bahwa bumi di tahun 2012 akan mengalami kehancuran merupakan suatu analisis dari sumber kuno berupa Kalander Maya. Sejauh mana persesuaian ramalanb tersebut dengan kondisi zaman kini…?
Para peramal mengatakan, dunia dewasa ini bagaikan telur di ujung tanduk. Ungkapan ini menggambarkan betapa rawannya kondisi bumi yang kita diami. Seperti yang sudah beberapa kali dibeberkan majalan kesayangan ini, bahwa bumi mengalami pencucian. Barangkali, ini gambaran kaun cenayang untuk menjelaskan prihal ancaman bencana yang akan terjadi.
Senada dengan analisis kaum paranormal tersebut, para pakar yang berkecimpung dalam dunia ilmu pengetahuan, juga telah memberikan berbagai sinyalemen tentang ancaman-ancaman yang akan melanda umat manusia. Kaum geoloog mengatakan kondisi kerak bumi sudah semakin rapuh, sementara para pakar meteorologi melontarkan sinyaleman tentang ancaman perubahan ilmu global. Tak ketinggalan, para astronom memprediksi tentang suatu bahaya besar yang mengancam dari ruang angkasa kita.
Jika berbagai sinyalemen itu benar adanya, maka dapat dipastikan bahwa dunia memang akan mencapai apa yang disebut sebagai zaman akhir alias hari kiamat. Atau, seperti kecenderungan sejarah yang selalu berulang, bahwa bumi memang akan selalu dirundung bencana besar dalam setiap periode atau kurun waktu tertentu.

Memang, jika kita perhatikan, dalam beberapa mitologi kuno dikisahkan bumi ini pernah dilanda bencana-bencana mengerikan. Misalnya saja banjir dahsyat yang mengerikan. Bahkan, hampir semua peradaban zaman dulu menyimpan cerita tentang bencana yang satu ini, misalnya diantara lebih dari 130 suku Indian di Benua Amerika hampir tidak ada suku yang tidak memitoskan banjir dahsyat sebagai topic kisah mitologi mereka..
Sejenak, mari kita ingat Kisah Nabi Nuh. AS. Dikisahkan di dalam Al-Qur'an maupun Bible, bahwa seluruh peradaban manusia pada saat itu musnah, terkecuali bagi orang-orang yang percaya pada ajaran Tuhan yang disampaikan oleh Nabi Nuh. Golongan mereka inilah yang selamat dari bencana air bah yang maha dahsyat itu.
Sebagai sebuah bukti tentang kebenaran betapa dahsyatnya banjir Nuh, di pedalaman kaki Gunung Himalaya, Tibet, misalnya, dijumpai sebuah suku, baik keturunan maupun rupa mereka hampir mirip dengan orang Yunani. Konon katanya, mereka adalah orang-orang yang beruntung masih hidup atas peristiwa banjir yang dahsyat itu.
Pada tahun 1986, kantor berita pemerintah Turki menyatakan bahwa 5.200 meter di atas permukaan laut puncak gunung Ararat, telah ditemukan sebuah benda yang mirip dengan perahu Nabi Nuh yang berbentuk persegi empat. Setelah diambil gambarnya dari angkasa, panjang perahu itu memang sesuai dengan yang dicatat dalam kitab suci.
Master Li Hongzhi menuliskan suatu kesimpulan menarik dalam buku Zhuan Falun (Hal. 22). Pendiri ajaran Falun Gong ini menuturkan bahwa peradaban di muka bumi ini setidaknya telah dihancurkan kurang lebih sebanyak 81 kali, bahkan hampir mengalami kemusnahan total.
Kalau benar demikian, pertanyaannya adalah: Kenapa manusia bisa mengalami bencana itu?
Mitologi dari setiap negara mempunyai penjelasan yang sama terhadap jawaban pertanyaan ini. Ya, semua semua bencana muncul dikarenakan terjadinyua kemerosotan dan kebejatan manusia. Karena itulah Sang Penguasa Alam Semesta memutuskan untuk menghukum manusia.
Dikisahkan pada zaman nabi-nabi terdahulu, ada yang disebut sebagai zaman edan dan zaman fitrah kembali, sehabis zaman edan akan kembali lagi ke zaman fitrah. Sampai saatnya tiba alam semesta ini benar-benar akan dihancurkan secara keseluruhan.
Ketika suatu zaman dimana manusia telah menunjukkan kemerosotan moral yang luar biasa (zaman edan), Sang Pencipta memutuskan untuk mengakhiri peradaban tersebut dengan mengirimkan beberapa bencana besar yang akhirnya mengakhiri kehidupan di muka bumi pada saat itu. Hanya beberapa oranglah yang disisakan untuk memulai peradaban baru dan melanjutkan kehidupan ini. Ketika peradaban baru ini lahir, hati orang-orang yang berhasil terselamatkan tersebut kembali dalam keadaan bersih/fitrah (setelah bertobat) karena telah disadarkan oleh rentetan bencana mengerikan yang menimpa mereka sebelumnya.
***

Tepat tanggal 21 Desember 2012, merupakan "End of Times". Demikian kesimpulan yang terdapat di dalam Kalender Bangsa Maya, yang memulai perhitungan dari tahun 3113 SM sampai 2012 M). Maksud dari "End of Times" itu sendiri masih diperdebatkan oleh para ilmuwan dan arkeolog. Sejumlah pendapat antara lain menyebutkan:
1. Berhentinya waktu (bumi berhenti berputar)
2. Peralihan dari Zaman Pisces ke Aquarius
3. Peralihan dari Abad Silver ke Abad Keemasan
4. End of Times = End of the World as we know it
5. Akan ada sebuah galaksi Wave yang besar, yang memberhentikan semua kegiatan di muka bumi ini, termasuk kemusnahan manusia
6. Perubahan dari dimensi 3 ke dimensi 4, bahkan dimensi 5
7. Kehidupan manusia meningkat dari level dimensi 3, ke 4, DNA manusia meningkat dari strain 2 ke 12, sehingga manusia dapat menggunakan telepati bahkan telekinesis
8. Ada yang menyatakan tidak akan terjadi apa-apa
9. Ada yang menyatakan waktu sudah tidak akan berlaku, jadi waktu tidak linear, tetapi bisa berubah-ubah, sesuai dengan waktu yang kita alami, karena ditemukannya mesin waktu
10. Ditemukannya mesin waktu dan stargate
11. Manusia sudah dapat melakukan transportasi ke galaksi lain melalui stargate
12. Bangkitnya messiah, yang akan menyelamatkan manusia dari kehancuran
13. Kebangkitan Isa AS/Jesus
14. First Contact pertama kali peradaban manusia dengan Alien/UFO
15. Manusia bergabung dengan komunitas antar galaksi pertama kali.
Dalam kalender bangsa Maya yang sangat tersohor itu, diramalkan bahwa pada periode 1992-2012 bumi akan “dimurnikan”, selanjutnya peradaban manusia sekarang ini akan berakhir dan mulai memasuki peradaban baru.
Dari masa 20 tahun antara tahun 1992-2012 itu, bumi telah memasuki dalam tahap terakhir dari apa yang disebut sebagai Fase Siklus Besar. Hal ini merupakan periode penting sebelum bumi masuk ke dalam masa yang disebut sebagai Pragalatic Synchronization, atau yang dinamakan pula The Earth Generetion Priod (Periode Regenerasi Bumi). Selama periode ini bumi akan mencapai pemurnian total. Setelah itu, bumi kita akan meninggalkan jangkauan sinar galaksi dan memasuki tahap baru: penyelarasan galaksi.
Pada 21 Desember 2012 akan menjadi hari berakhirnya peradaban umat manusia. Demikian dalam perhitungan Kalender Maya. Sesudah itu, umat manusia akan memasuki peradaban baru total yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan peradaban sekarang. Pada hari itu, tepatnya musim dingin tiba, matahari akan bergabung lagi dengan titik silang yang terbentuk akibat ekliptika (jalan matahari) dengan ekuator secara total. Saat itulah, matahari tepat berada di tengah-tengah sela sistem galaksi, atau dengan kata lain galaksi terletak di atas bumi, bagaikan membuka sebuah "Pintu Langit" bagi umat manusia.
Sejak tahun 1992 sampai 2012 nanti, bagaimana terjadi "pemurnian" dan bagaimana pula terjadi "regenerasi" pada bumi kita, tidak disebutkan secara detail oleh bangsa Maya. Dalam ramalan mereka pun tidak menyinggung tentang apa hal konkret yang memberikan semangat manusia untuk bangkit dari kesadaran dan bagaimana bumi mengalami permurnian, yang ditinggalkan oleh mereka kepada anak cucunya (barangkali tidak tercatat). Lantas, fenomena baru apa yang sudah bisa kita lihat sejak tahun 1992 sampai sekarang yang bisa kita kaitkan dengan ramalan bangsa Maya itu?
Mari kita lihat bersama! Jika ditinjau dari beberapa penelitian yang telah dilakukan, memang pada beberapa dua dasawarsa belakangan ini, bumi sedang mengalami suatu siklus yang dinamakan pembalikan daya magnet kutub. Ini merupakan proses yang terjadi pada waktu kutub utara dan kutub selatan saling bertukar posisi. Ketika ini terjadi, untuk beberapa saat medan magnet bumi mencapai Gauss nol, yang berarti bumi pada waktu itu punya daya magnet nol. Ketika ini terjadi bersamaan dengan perbalikan orbit sebelas tahunan kutub matahari, masalah besar akan terjadi.
Menurut perhitungan komputer Hyderabad, pembalikan kutub Bumi dan Matahari dapat mengakibatkan masalah besar selain elektronik tidak bekerja dengan semestinya, burung yang bermigrasi kehilangan haluan, dan bermacam macam ancaman lainnya. Antara lain, adalah:
1. Sistem ketahanan tubuh semua hewan dan termasuk manusia akan banyak melemah.
2. Lapisan luar bumi akan mengalami pertambahan gunung berapi, pergerakan tektonik, gempa bumi, dan tanah longsor (Perjatikan bagian ini dan bandingkan dengan keadaan sekarang-Pen).
3. Medan magnet Bumi akan melemah dan radiasi alam semesta berasal dari matahari bertambah berlipat ganda mengakibatkan bahaya radiasi seperti kanker dan sebagainya tidak dapat dihindari
4. Benda-benda angkasa akan tertarik masuk ke Bumi
5. Daya gravitasi Bumi akan mengalami perubahan meskipun tidak diketahui bagaimana dia akan berubah.
Jika semua kecenderungan itu terjadi, maka satu kesimpulan yang pasti, adalah: “Bumi menjadi tempat yang tidak cocok untuk ditinggali” Mungkin, hal yang sama telah terjadi pada Mars jutaan tahun yang lalu. Demikian menurut analisis para pakar.
Karena itu, amat apa yang dikatakan Bangsa Maya mengenai kehancuran perdaban manusia di tahun 2012 esok akan sungguh-sungguh terjadi. Lebih dari itu, kita juga bisa melihat dari sifat-sifat manusia zaman sekarang. Moral dan tingkah laku mereka telah sangat merosot. Karena itulah alam-pun kelihatannya semakin tidak bersahabat dengan kita. Jika bencana akan terjadi, maka ini merupakan pengulangan sejarah umat manusia yang tak bisa dihindari.

Label:

Baca Selengkapnya...

2 comments | links to this post

PERTEMUAN DENGAN SANG PEWARIS KOIN BERDARAH


GOENAWAN WE
Sang pewaris koin berdarah ingin mewariskan koin setan miliknya kepada Misteri. Koin kuno yang disebut Ndil itu berasal dari zaman Majapahit. Dia bisa digunakan untuk menyedot kekayaan secara gaib. Berikut kisah pertemuan wartawan Misteri dengan sang pewaris Ndil Setan....
Berhati-hatilah bila Anda menemukan uang yang terjatuh di suatu tempat, namun terkesan tidak wajar. Uang tersebut biasanya sengaja diletakkan di perempatan jalan, maupun di tempat-tempat lainnya. Hal semacam ini dipercaya merupakan jebakan orang-orang yang nyupang atau para penghamba setan yang diistilah oleh masyarakat Jawa sebagai Pesugihan Ndil.
Menurut cerita, ilmu Pesugihan Ndil sudah ada sejak zaman dahulu kala. Dikisahkan, ketika tanah Jawa masih berada dalam zaman kerajaan, hiduplah para pendekar penganut ilmu hitam. Mereka kerap melakukan perang tanding dengan kekuatan setan yang dimilikinya. Karena itulah banyak di antara mereka yang pada akhirnya menemui kematian secara tidak wajar.
Menurut kepercayaan, seorang penganut ilmu hitam yang mati tidak wajar, seperti dibunuh atau kalah dalam perang tanding ilmu, dan bila saat mati di sakunya masih menyimpan kepingan uang logam, maka kepingan uang ini dapat digunakan sebagai jimat pesugihan. Caranya? Oleh sesama penganut ilmu hitam, kekuatan ilmu si pemilik koin dibangkit dan dititipkan pada kepingan uang tersebut. Nah, inilah sesungguhnya cikal bakal apa yang disebut sebagai Pesugihan Ndil. Sebagai konsekuensi, para pelaku pesugihan ini tentunya harus melakukan penumbalan. Caranya adalah dengan membuang uang di sembarang tempat. Siapa yang mengambil uang tersebut, maka dialah si calon tumbal.




Jum'at Kliwon, 24 November 2006 yang lalu, Misteri berziarah di Kota Gede, tempat peristirahatan pendiri Dinasti Mataram Isalam. Di tempat inilah Misteri bertemua dengan seorang lelaki tua yang dalam perkenalannya mengaku bernama Ki Remong dari Jawa Timur.
Dalam kerentaannya, tampak tatap mata keletihan pada diri Ki Remang. Sorot matanya seakan menggambarkan di kedalaman lubuk hatinya menyimpan sebuah penyesalan yang amat dalam.
Ketika duduk di Sendang Sarira, yang dipercaya mata airnya berasal dari pasarean Panembahan Senopati sewaktu dikebumikan, lelaki tua itu tahu-tahu sudah berdiri di samping Misteri. Tentunya hal ini cukup mengejutkan Misteri. Apalagi ketika melihatnya dengan pakaian serba hitam, rambut dan jenggot yang telah memutih.
"Nak Mas, sedang apa?" Tanya lelaki tua itu di awal pertemuan. Akhirnya, melalui perkenalan ini dia menyebut dirinya bernama Ki Remong.
"Ini, Pak, sedang melepas lelah!" Jawab Misteri.
Kami pun lalu ngobol ala kadarnya. Tak disangka, akhirnya pembicaraan mengarah ke hal supranatural.
Awallnya, Ki Remang mengeluarkan sekeping mata uang kuno yang boleh jadi amat langka. Misteri sendiri belum pernah menyaksikan mata uang jenis seperti itu.
"Ini mata uang kuno terbuat dari emas. Diperkirakan sezaman dengan Kerajaan Majapahit!" Jelasnya seolah bisa membaca keheranan Misteri. "Tahu keistimewaannya mata uang ini, Nak Mas?" Tanyanya pula sambil menatap Misteri dengan tajam.
"Ya, saya kira karena kekunoannya, Pak!" Jawab Misteri.
Dia tersenyum, meski senyumnya terkesan amat hambar. Lalu, katanya, "Mata uang ini bukan sembarang mata uang, Nak Mas. Tapi mata uang yang bisa dipergunakan untuk menarik kekayaan dengan jalan gaib. Kau tahu, mata uang ini Bapak dapatkan dari turun-temurun, sejak nenek moyang keluargaku dahulu."
"Wah, kalau demikian koin itu memiliki nilai yang amat bersejarah bagi Bapak," komentar Misteri, singkat.
"Begitulah, Nak Mas!" Tegasnya. Dengan nada lirih dia kemudian menambahkan, "Tapi koin ini juga menyimpan sejarah yang amat kelam dan penuh dengan darah."
Misteri terbelalak mendengarnya. "Bagaimana bisa seperti itu, Pak?" Tanya Misteri.
Ki Remang kemudian menceritakan bahwa leluhurnya zaman dahulu sebenarnya masih berdarah biru. Akibat keruntuhan Majapahit membuat banyak bangsawan lari dari tembok istana dan hidup terlunta-lunta, salah satu bangsawan tersebut adalah nenek moyang Ki Remang. Kemiskinan membuat kehidupan mereka sangat berat setalah sebelumnya mereka hidup dalam suasana serba berkecukupan.
Di saat krisis kepercayaan, datang bujukan setan kepada kakek moyang Ki Remang. Dia mendatangi seorang penganut ilmu hitam, hingga akhirnya dia diberi sekeping mata uang. Kata sang penganut ilmu hitam, koin tersebut didapatnya dari ahli saku baju penghamba ilmu hitam yang jadi musuhnya. Saat sang musuh mati bersimbah darah akibat kalah adu kesaktian, maka koin tersebut diambilnya. Dan mata uang itu kemudian diberi nama Ndil.
Mata uang tersebut kemudian dipercaya mampu menyedot kekayaan dari alam gaib, namun harus ada tebusannya, berupa penumbalan manusia setiap tahun sekali. Cara yang digunakan, cukup selama satu malam mengambil uang yang berlaku di zamannya, dengan dibumbui berbagai sesaji. Ndil tersebut ditaruh di atas uang dimaksud.
Lalu dipagi buta, uang yang telah dirituali itu diletakkan di perempantan jalan, di bawah pohon, ataupun tempat tempat-tempat strategis lainnya. Dia siap diumpankan. Nah, siapa saja yang mengambil uang ini, maka dia telah masuk dalam jebakan gaib setan Ndil. Dalam beberapa waktu orang yang mengambil uang jebakan ini akan sakit. Sesuai waktu yang ditentukan nyawanya akan melayang.
Praktek semacam inilah yang turun-temurun dilakukan oleh leluhur Ki Remong.
"Sebenarnya, Bapak punya maksud apa memperlihatkan mata uang Ndil itu pada saya?" Tanya Misteri setelah larut dalam cerita yang dituturkan oleh Ki Remang.
"Kalau Nak Mas mau, mata uang Ndil ini akan saya wariskan pada sampeyan!" Kata Ki Remong sambil menatap Misteri.
Misteri tersenyum kecut, sambil dengan hati-hati berkata, "Astaghfirrullah! Sejak kecil saya ini cuma ingin hidup sederhana dan cukup saja. Nggak kepengin yang neko-neko. Apalagi mencari kekayaan dengan cara seperti itu. Lebih baik, larung saja mata uang setan itu, Ki!"
"Saya juga resah, sudah terlalu banyak dosa yang saya perbuat. Makanya saya berziarah di sini untuk menenangkan batin saya, dan mudah-mudahan mendapat petunjuk dari Yang Maha Kuasa!" Jawab Ki Remang dengan sorot mata menerawang jauh.
"Itu jauh lebih baik, Ki?" Tanggap Misteri.
Ki Remang kembali mengarahkan pandangannya kepada Misteri. Dengan suara agak parau dia bercerita lagi, "Saat berziarah di makam Ki Gede Pemanahan, saya mendapat bisikan gaib bahwa jika ada seseorang yang diberi mata uang Ndil tidak mau, dialah yang ditunjuk alam untuk melepaskan ikatan gaib saya dengan penunggu gaib Ndil ini. Dan saya rasa, Nak Mas-lah yang dimaksudkan."
Misteri tersenyum. "Ki Remong ini ada-ada saja, apalah artinya wong-sudro seperti saya ini, Ki!"
Dia memaksa menyerahkan mata uang Ndil-nya ke tangan Misteri. Dan saat berada di tangan Misteri, terasa sekali getaran magis pemberontakan yang sangat kuat. Bahkan keanehan mendadak terjadi. Ya, tiba-tiba pandangan mata Misteri berubah menjadi gelap dan pekat!
Anehnya lagi, dalam kegelapan itu muncul sesosok makhluk yang sangat mengerikan. Wujudnya berupa manusia bersisik sepeti ular kehitaman, kepala naga dan mata merah menyala. Sangat mengerikan.
Makhluk itu mendesis-desis, dan berkata, "Tak ada yang bisa memutus perjanjian gaib ini hingga akhir zaman!"
Dengan kepasrahan jiwa pada Sang Murbeng Ing Dumadi, Misteri serahkan jiwa dan raga ini. Hanya kepada Tuhan-lah tempat memohon dan meminta pertolongan, dan tak ada satu kekuatanpun di alam ini yang mampu menandingiNya.
Lalu Misteri membaca mantera Kalacakra, "Ya maraja-Jaramaya, Ya Marani-Niramaya, Ya doyudo-dayudoya, Ya siyaca-cayasiya, Ya sihama-mahasiya. Ya Allah (11x), Ya Kudus (11x), Ya Salam (11x)."
Aneh, kemudian terlihat lingkaran cakra berputar di kepala setan Ndil. Terlihat dia ketakutan dan lama-lama dia termakan oleh pusaran Kalacakra, lalu terbakar.
"Puji syukur kehadiratMu, Ya Gusti Ingkang Paring Pepadhang titah sa-wantah," batin Misteri dengan penuh ketulusan.
Setelah tersadar dari alam kegelapan itu, Misteri lihat Ki Remong juga tergeletak tak sadarkan diri. Dari mulutnya mengeluarkan darah segar, meski tak terlalu banyak. Akhirnyanya lelaki tua itu tersadar setelah Misteri mengoleskan sedikit minyak angin di keningnya.
Ki Remang mengahturkan terima kasihnya pada Misteri. Mungkin, dia merasa bersyukur sebab telah terlepas dari perbudakan setan Ndil di hari tuanya.
Mata uang kuno bertenaga setan itu akhirnya Misteri labuh di sendang Sarira, agar selamanya terpendam diperut bumi. Dengan harapan, semoga tak ada orang yang menemukannya dan membangkitkan kembali kekuatan setan yang bersemayam di dalamnya.

Boks:
PENDAPAT PAKAR SUPRANATURAL TENTANG PESUGIHAN NDIL

Berkaitan dengan peristiwa aneh yang dialami oleh Misteri tentang pesugihan dengan menggunakan mata uang kuno yang dikenal dengan sebutan Ndil, menurut pakar spiritual Kejawen Eyang Ponco Wijono, ilmu ini merupakan jenis ilmu pangiwa (kiri) yang hampir punah keberadaannya. Namun masih ada beberapa orang yang mewarisinya.
"Sebenarnya Ki Remong sudah lama ingin lepas dari ikatan hitam leluhurnya dengan setan Ndil. Namun dia tak berdaya karena ancaman setan Ndil yang mau menumpes kelor (dibunur semua keluarganya). Selain itu setiap dibuang, mata uang kuno itu selalu kembali lagi pada dirinya," kata spiritualis yang tinggal di Desa Cangakan, Karanganyar, Solo, Jateng itu.
Menurutnya lagi, Pesugihan Ndil adalah cara memperkaya diri dengan gaib yang menggunakan penumbalan nyawa. Ciri khas uang jebakan bila sudah diambil orang, dalam wadah mata uang kuno yang dihuni oleh setan Ndil itu, secara aneh akan mengeluarkan darah segar yang berbau anyir, dan darah itu adalah darah manusia yang menjadi korbannya.
"Beruntung sekali dimasa tuanya, dengan petunjuk gaib dari paseraan leluhur Imogiri, Ki Remong berhasil melepaskan diri dari perjanjian gaib dengan setan Ndil," tegasnya.
Amat disayangkan, wawancara Misteri dengan pakar spiritual Kejawen yang sangat Misteri hormati ini adalah wawancara yang terakhir. Pada bulan Desember lalu Eyang Ponco Wijono telah tutup usia dengan tenang. Selamat jalan, Eyang! Semoga Tuhan mengampuni segenap dosa dan menerima segala kebaikanmu.



Label:

Baca Selengkapnya...

0 comments | links to this post

KEGAIBAN MAKAM EYANG HAJI GENTAR BUMI

EKA SUPRIATNA
Abdul Qodir bergetar, tubuhnya meliuk-liuk ke kiri ke kanan. Tanah makAm Eyang Gentar Bumi itu benar-benar bergetar, seperti diempas gempa....
Eyang Haji Gentar Bumi adalah seorang aulia yang bermukim di Selatan Sukabumi. Semasa hidupnya, tokoh ini juga dikenal dengan nama Wali Sakti Qudratullah. Dia mengemban tugas mensyiarkan Islam di wilayah Selatan Sukabumi yang berbatasan dengan Pandeglang, Banten. Konon pada masanya, wilayah Selatan Sukabumi, tepatnya di kaki Gunung Halimun, menjadi basis pelarian sisa-sisa laskar Pajajaran yang melarikan diri.
Tak banyak kisah perjalanan hidup yang tertinggal dari sosok waliyullah yang kesohor ini. Tak ada literature resmi yang menceritakan perjuangannya. Namun sebuah sumber menceritakan, Eyang Haji Gentar Bumi adalah seorang manusia yang takqwa. Dia adalah perpaduan sempurna dari keturunan wali Cirebon dan ulama besar di Garut, Jawa Barat. Masa kecilnya dihabiskan di sebuah pondok di Garut. Setelah cukup dengan ilmu agama dan kadigdayaan, Eyang Haji Gentar Bumi mulai mengembara. Dengan kebijaksanaan dan kesaktiannya, Eyang Haji Gentar Bumi berhasil mengalahkan lawan-lawannya dan menjadikan mereka sebagai santri-santrinya.






Kesaktian Eyang Haji Gentar Bumi memang kesohor. Tak ada musuh yang sanggup berdiri tegak di hadapannya manakala mereka tengah bertarung. Dengan sekali hentakan kaki Eyang Haji Gentar Bumi, setiap musuhnya pasti oleng. Mereka merasa tanah yang dipiajaknya bergetar serasa dilanda gempa dahsyat.
Makam Eyang Haji Gentar Bumi berada di kaki Gunung Halimun, Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Berada di bukti kecil, makam keramat yang memiliki areal luas di tengah sejuknya udara pegunungan ini kerap dijadikan sebagai tempat pertapaan terakhir bagi orang-orang yang ngalab ilmu hikmah. Keramat ini dipercaya banyak orang sebagai persemedian terakhir untuk menyempurnakan ilmu kesaktian.
Berbekal sedikit informasi, Misteri meninvestigasi kekuatan mistik yang terdapat di makam keramat Eyang Haji Gentar Bumi. Ditemani Ustadz Abdul Qodir dari Sukabumi, Misteri tiba di tempat selepas dzuhur. Sambil istirahat di depan makam, kami bisa menyaksikan pemandangan ke segala arah.
Meski berada jauh di kaki gunung Halimun, areal makam ini nampak asri dan terawat dengan baik. Batu-batu menhir bertebaran menghiasi taman-taman di sekelilingnya. Sementara batu-batu alam tertata apik di sekeliling makam, nampak seperti lantai yang terbuat dari marmer hitam. Empat buah tiang penyangga cungkup pun tak kalah artistiknya. Terbuat dari kayu hitam berukir, yang menyangga cungkup berukiran kayu jati.
“Bangunan ini sumbangan dari seorang pejabat Pemda Karawang,” kata seorang peziarah.
Setelah cukup istirahat, Ustadz Abdul Qodir atau Abah Qodir mulai melakukan tawasulan, mengirim doa-doa khusus. Misteri duduk di belakang Abah Qodir sambil menyelidik ke segala arah.
Sudah lewat 20 menit Abah Qodir duduk di depan makam, namun Misteri tak menyaksikan peristiwa gaib apapun. Namun tak lama berselang, Abah Qodir tiba-tiba meraung dan merintih-rintih seperti kesakitan. Tubuhnya oleng, meliuk-liuk seperti tertiup angin.
Setengah terkejut Misteri menghampiri Abah Qodir. Dia tak bergeming. Abah Qodir tetap duduk meditasi dengan mata terpejam. Tiba-tiba angin puyuh menghembus di atas makam Eyang Haji Gentar Bumi. Kekuatannya menyingkap gamis dan sorban yang dikenakan Abah Qodir. Misteri yang berada di sisi kiri makam tentu saja kaget merasakan tiupan angin dingin yang datang tiba-tiba itu.
Belum hilang keterkejutan Misteri, tiba-tiba tubuh Abah Qodir terjerembab, telentang dengan mata melotot. Nampak jelas raut muka lelaki 48 tahun ini diliputi rasa cemas. Sesaat kemudian Abah Qodir baru bisa menguasai diri dan mengucap istighfar. “Astaghfirullah!” Ucapnya, lirih.
“Ada apa, Bah?” Tanya Misteri.
Abah Qodir tak menjawab. Dia malah bangkit dan menjauh dari makam. Dalam dalam tasnya dia kemudian mengambil minuman dan menenggaknya hampir habis.
“Tadi saya berusaha mengundang gaib penghuni makam ini. Tapi dia tidak mawujud, saya hanya melihat hewan-hewan gaib peliharannya,” jelas Abah Qodir setengah berbisik.
Sebenarnya, banyak hal yang ingin Misteri ketahui dari pengalaman Abah Qodir. Tapi melihat kondisinya yang nampak lelah, sementara Misteri memilih diam. Mungkin Abah Qodir perlu waktu sedikit untuk mengatur napas dan menghisap sebatang rokok.
Setelah tenang, Misteri mengajak Abah Qodir duduk di tangga menuju makam. Beberapa menit kemudian, Abah Qodir baru menceritakan pengalamannya.
Menurutnya, setelah tawasul dan membuka pintu alam gaib dia melihat pemandangan yang menakjubkan. Kebun yang luas dan sawah yang berada di sekeliling makam Eyang Haji Gentar Bumi itu tiba-tiba berubah dipenuhi ribuan ekor kerbau, sapi dan kambing. Hewan-hewan itu bergerombol makan rumput seperti tak memperdulikan kehadiran Abah Qodir.
Setelah diteliti, hewan-hewan itu ternyata seluruhnya berkulit dan berbulu putih atau bule. “Saya benar-benar takjub melihat pemandangan itu,” aku Abah Qodir.
Namun beberapa saat kemudian hal yang tak diinginkan terjadi. Abah Qodir melihat seekor kerbau bule dengan tanduk panjang mengamuk, membuat kawanan bintang itu panik dan berlarian ke segala arah. Abah Qodir yang berdiri tak jauh dari gerombolan kambing tentu saja ikut terkena imbasnya. Kambing-kambing berlarian. Beberapa ekor di antaranya menabrak Abah Qodir.
“Saya melihat ada hal yang tak beres di sana, lalu saya cepat kembali ke alam ini,” jelas Abah Qodir.
Makam Eyang Haji Gentar Bumi memang keramat. Misteri dapat merasakan aura gaibnya yang terpancar kuat. Hal ini pun dirasakan oleh dua orang anak muda yang datang dari dalam surau yang berada di bawah makam. Anak-anak muda yang mengaku bernama Ahmad Gibran, 20 tahun, dan Jumat, 27 tahun, ini juga pernah mengalami hal mistik di makam Eyang Haji Gentar Bumi.
Ahmad Gibran, pemuda lajang asal Ciapus, Bogor mengaku datang ke makam Eyang Gentar Bumi atas perintah gurunya Haji Uu Supriatna di Cikaret, Bogor. Sesuai perintah gurunya, Ahmad harus menyempurnakan ilmunya di makam ini dengan membaca Doa Nurbuwat sebanyak 118 kali setelah shalat Hajat.
Sejak berguru pada H. Uu Supriatna, Ahmad mengaku telah 10 kali datang ke makam Eyang Haji Gentar Bumi. Dan setiap kali datang Ahmad harus menginap paling tidak 10 hari untuk menyempurnakan ilmunya.
Disebutkan H. Uu Supriatna, makam Eyang Haji Gentar Bumi adalah tempat musyawarahnya para aulia pulau Jawa. Jika mereka hadir di sana, tanda-tandanya dapat terlihat dengan harum bunga melati di sore hari. Padahal di sekitar tempat itu tidak terdapat bunga melati atau sedap malam. Anehnya, wangi bunga-bunga itu sering tercium pada malam purnama.
Seperti juga Ahmad, Jumat datang ke makam ini untuk menyempurnakan ilmunya. Sudah 5 kali Jumat dia datang ke makam ini dan setiap kali datang dia harus nginap paling tidak 7 malam.
Ada hal gaib yang pernah dialaminya. Suatu sore setelah membacakan dzikir di depan makam, Jumat dikagetkan olah sekelebatan bayangan yang datang dari tangga menuju makam. Makin lama bayangan itu nampak jelas seorang tua berjubah hijau. Meski ada rasa takut namun Jumat menguatkan hatinya untuk tetap duduk di tempatnya. Sebab dia yakin makhluk ini bukan manusia, tapi pastilah makhluk halus.
Tak ada kata-kata apapun yang keluar dari mulut Jumat. Begitu juga dengan makhluk yang baru saja hadir itu. Makhluk itu terus berjalan melintas makam dan sejenak berdiri di depan makam. Tak jelas apa yang dilakukannya, namun pasti makhluk itu membaca sesuatu lalu mengusap wajahnya. Sesaat kemudian dia kembali berlalu menuruni anak tangga ke arah gunung Halimun dan menghilang di balik pohon.
“Saya yakin itu pastilah wujud gaib Eyang Haji Gentar Bumi. Mungkin dia hendak ke puncak Halimun,” kenang Jumat.
Menelisik dunia gaib memang tidak mudah. Tapi kita harus yakin bahwa hal-hal gaib itu benar adanya. Demikian pula dengan makam Eyang Haji Gentar Bumi. Banyak orang telah membuktikan keangkerannya.


Label:

Baca Selengkapnya...

1 comments | links to this post

WAWANSABDA GAIB

ALAM MENUNJUKKAN SIFAT KERASNYA

IDRIS NAWAWI

Ini adalah sebuah usaha gaib untuk menguak berbagai kemungkikan yang akan terjadi di Indonesia. Bukan untuk dipercaya secara absolut, namun semata-mata sebagai rambu-rambu yang harus kita waspadai....
Lewat sarana penghubung dunia astral, Misteri coba menyibak berbagai hal yang akan terjadi di tahun 2007 ini. Dengan medium Batu Semar yang memang bisa menjadi kunci penghubung dunia gaib, Misteri berhasil merekam berbagai kemungkinan tersebut. Apa yang disebut Batu Semar ini merupokan pusaka yang Misteri peroleh sewaktu berziarah ke makam atau pesarean Syekh Habib Keling di Indramayu. Di zamannya, Batu Semar berfusngi semacam alat komunikasi rasa yang dilakukan oleh orang-orang yang berilmu tinggi.
Dengan sarana Batu Semar, Misteri bisa berkomunikasi langsung dengan penunggunya, Ki Semar, atau yang dalam pemahaman mistis Cirebon dikenal pula dengan nama Syekh Nur Rasa.
Dalam komunikasi tersebut, Ki Semar banyak memberi tausiyah atau gambaran tentang berbagai keadaan yang adakan berlangsung di tahun 2007. Berikut ini adalah gambaran singkatnya...:







Wawansabda tersebut dibuka Ki Semar dengan kalimat ini, “Man asrokot hidayatuhu fastarokot nihayatuha.” Kurang lebih artinya,”segala sesuatu apapun harus dilihat dari permulaan, karena sesungguhnya permulaan ini awal contoh dari sebuah cermin hidup menuju perjalanan akhir.”
Maksud dari perkataan itu menunjukan bahwa, Bangsa Indonesia sedang diuji oleh Alloh SWT, dengan berbagai macam cobaan dan kematian. Seperti jatuhnya pesawat Adam Air, juga tenggelamnya kapal-kapal baik di lautan maupun sungai.
Semua ini sudah jelas diperlihatkan sebagai suatu simbol bahwa di tahun 2007 ini, akan lebih banyak lagi cobaan yang akan menimpa Bangsa Indonesia.
“Azzamanul akhir bimautil ‘ulama." Tegas Ki Semar pula. Artinya, "Tanda zaman akhir adalah matinya para ulama.”
Kita semua harus tahu, tahun 2007 adalah zaman fitnah. Berbagai bentuk hasrat fitnah itu akan sangat menonjol dalam diri dan sanubari manusia. Dengan kata lain, orang-orang akan mudah tersinggung dan marah, bahkan akan banyak mengambil tindakan mau menang sendiri.
Mengapa hal ini bisa terjadi?
"Karena Rajeg Paku Bumi kian sirna akibat doa orang-orang suci tak terdengar lagi. Mereka satu persatu mangkat ke hadirat Alloh SWT," Ki Semar menegaskan.
Lalu, dia melanjutkan wawansabdanya, “Al bala’u wal waba’u a’la syadidal ardhi, fasoro, bisababil maksiati ‘alal mahlukotiddunya di biahwaliddarojat”. Artinya, "cobaan demi cobaan akan selalu datang di muka bumi ini dengan lebih hebatnya. Semua berawal dari kemaksiatan (dosa) yang diperbuat oleh manusia secara transparan (terang-terangan), lebih-lebih oleh pejabat negara."
Dari pemahaman arti bahasa Arab ini, Ki Semar juga memberikan tausiyahnya lewat bahasa Jawa. Berikut rekamannya, “Cah lanang lan cah wedo’ wedio siro kabeh ing pinaringan bala’ lan bendu saking gusti pengagung, iki wis akhire jaman, marekna atimu kabeh ing pangsujud, pandonga lan panjaluk marang gustimu, inget wong arep pada mati kabeh, wedio ing azab kang bakal teko.”
Yang artinya, “Manusia laki dan perempuan, takutlah kamu semua akan segala musibah (cobaan) yang datang langsung dari Alloh SWT. Ingat! Ini sudah akhir zaman, dekatkanlah kamu sekalian kepada taubat atas kelalaian yang kamu perbuat, berdoalah dan mohonkan ampun kepada Gusti Yang Maha Agung. Ingat! Semua orang akan mati, takutlah kamu akan azab yang sebentar lagi akan datang."
Ki Semar alias Syekh Nur Rasa juga menambahkan, “Irenge jagat kan nimbun wong sejagat, kasare geni kan bakar pesareane wong, aluse angina kan jelalat lan nyepak ing pirang arah, ademe banyu kan gedeni ing sakabeh daratan, menengi lemah kan gebrug ing segoro wetan, iki kabeh karenamu kang olo ati, olo ucap, olo maidoi, iki kabeh karenamu kang wani ing kabeh maksiat, banjui kowe ora podo selamet lan akhire mati gowo doso.”
Kurang lebih artinya, “Hitamnya jagat raya akan menimbun orang banyak, kerasnya api akan membakar beberapa tempat tinggal, lembutnya angin akan menyapu dan menghancurkan berbagai wilayah, dinginnya (tenangnya) air laut akan menenggelamkan daratan, diamnya bumi akan meluap sampai ke laut timur, semua ini akibat dari perbuatan manusia yang tak pernah menjaga akan hatinya, mulutnya akan saling menikam dari belakang, semua ini akibat dari manusia yang membebaskan segala bentuk kemaksiatan. Ingat! Kamu semua tidak akan selamat dan akhirnya mati dalam membawa dosa."
Beliau pun meneruskan wawansabdanya, “Pengrusak jagat kerono wanine wong, penglebur nyawa akeh parane, saking gawean manungsa sampe manungso paro manungso, asahan wesi dudu nganggo watu wadas, tapi asahan wesi kelawan nganggo asahan weteng, getih akeh podo mati, nyawa urip pada nungsep.”
Yang artinya lebih kurang, "Kerusakan alam banyak terjadi akibat beraninya manusia, kerusakan manusia banyak terjadi berbagai sebab, dari sebuah ilmu tenung sampai ke perkelahian antar manusia, kini senjata tajam tidak lagi diasah menggunakan batu cadas melainkan yang menjadi asahannya perut manusia, saling bunuh, darah akan terus terlihat sepanjang perkelahian itu masih ada, nyawa-nyawa manusia akan jatuh seiring darah keluar dari tubuhnya”.
Katanya lagi, “Pamrio ing rajeg bumi, naga sosro ingkang duweni, wit-witane ing penjaga alam, sirep sumamprih kang dipercoyo saking pituduh Sunan Ngampel, becik luruo wesi sengkelat, tanam terimo ing ngadem jagad, kesakten adem soko Wong Agung, duweni pirsoredam alam.”
Artinya, “Carilah Syariat Rajeg Bumi, yaitu Keris Naga Sosro yang bisa meredam dan mampu menahan rusaknya alam. Karena sesungguhnya keris tersebut dibuat atas prakarsa dari kanjeng Sunan Ampel Denta, juga carilah keris bernama Kyai Sengkelat. Taruhlah di setiap pembesar Negara (Istana Negara) sebab dari kesaktian yang dimilikinya, akan mampu meredam bencana dan menjadi ketentraman sebuah bangsa (negara), karena tuah yang dimiliki oleh keris itu, berasal dari tongkat Rosululloh SAW. Yang diberikan kepada Kanjeng Sunan Ampel Denta. Tentunya akan bermanfaat bila dirawat di sebuah istana negara”.
Dalm wawansabda yang Misteri lakukan dengan Ki Semar, tentu masih banyak informasi lain yang tak bisa misteri tuliskan seluruhnya, karena kuatir akan menimbulkan keresahan. Namun sebagai pemahaman bagi pembaca majalah kesayangan ini, disebut Ki Semar bahwa keberadaan alam saat ini sedang terombang ambing akibat kemaksiatan manusia yang kian merajalela.
Alam kini sedang menunjukan sifat koharnya (keras). Karena itulah, "Berhati-hatilah wahai manusia, tanamkan segala keyakinan dan manfaatkan segala aktifitas yang mengarah ke berbagai kebajikan amal, ibadah atau sodakoh. Kini segala musibah harus difikirkan secara akal sehat dan naluri batin," nasehat Ki Semar.
Sesungguhnya alam jagat yang kita tempati sekarang ini, menunjukan tanda kiamat kubro akan segera datang. Doa mustajabah dari para ulama khosois kian tak terdengar seiring satu persatu dari mereka telah mendahului kita, berpulang ke Rahmatulloh.
Karena doa mereka (para ulama khosois) telah sunyi, maka berbagai kehancuran alam sudah sangat terlihat dan menjadi pemandangan sehari-hari. Kini siapa yang mampu meredamnya?
"Waspadalah! Karena Rajeg Bumi dari para Rijalulloh, Babus Syafaat, Mahbubiyah, Atman, Autad, Nukoba, Nujaba, Abdal, Budala, dan lainnya telah sunyi. Mereka telah wafat satu persatu." Demikian Ki Semar mengingatkan.
Salah satu tokoh dimaksud Ki Semar adalah Habib Muhammad bin Syeikh bin Yahya Jagasatru alias Kang Ayip Mu. Perlu diketahui, Raja Islam Cirebon ini telah meninggal tepat pada tanggal 16 Desember 2006 lalu.
Lantas, bagaimana sikap kita untuk mencegah berbagai bencana yang telah siap di ambang pintu itu?
Habib Nur Ali, salah seorang dari tujuh Rijalulloh Bumi pernah berujar, “Alam akan tenang, cobaan akan reda dan segala musibah akan sirna apabila solawat Mbah Kuwu Cakra Buana terus selalu dibaca setiap waktu (sehabis sholat fardhu)."
Bagaimana lafadz solawat Mbah Kuwu Cakra Buana, atau yang disebut juga sebagai Sholawatul Qowi itu?
Untuk keselamatan bangsa Indonesia, Misteri akan menuliskan Sholawat Qowi tersebut. Inilah bacaannya: “ALLOHUMMA SOLLI ‘ALA MUHAMMADINIL QOWWIYI WASHOLIHIL A’MAL.”
Sementara itu, menurut Habib Husein An-Nawawi Al Adzomatul Khon, kita harus memperbanyak membaca Ilmu Aji Wijaya Kusuma.
Tak hanya itu, menurut Habib Habib Husein An-Nawawi, segala bencana dan musibah akan bisa ditutup dengan mengistikomahkan diri sambil membaca amalan yang disebut sebagai Dalailul Khoirot.
Sedangkan menurut Habib Tsamri Al-Athos, bencana akan bisa diredam, apabila kita mau meng-istighosahkan Hizib Basmalah secara rutin.
Dan yang terakhir, para Al Hafidzul Qur’an berpendapat, segala musibah akan mudah diredam apabila dalam satu daerah terdapat 3 orang Hafidz atau Hafidzoh (Hapal Al-Qur’an) dan masih mengistiqomahkannya secara rutin dan teratur, karena segala Kalamulloh yang terdapat di dalamnya, adalah suatu doa istijabah yang selalu akan didengar oleh Alloh SWT. sebagai sifat Sama’ wal Bashor-Nya.
Semoga dengan wawansabda gaib ini akan dapat menambah kehati-hatian kita dalam berbuat dan bersikap. Khususnya, untuk bersama menjauhi segala akrifitas yang menjadikan kita sebagai insan-insan yang kehilangan moral dan jatidiri.
Semoga di tahun 2007 ini, bangsa kita akan terhindar dari berbagai cobaan, terutama bencana yang merenggut jiwa manusia. Semoga pula, dengan adanya kewaspadaan dan introspeksi diri, alam akan akan menjauh dari segala sifat khobarNya (keras) untuk tidak menghancurkan hamba-hamba yang berdiam di atasnya.



Label:

Baca Selengkapnya...

0 comments | links to this post

About

Name: Agus Siswanto
From: jakarta pusat, DKI Jakarta, Indonesia
About me:
More about me...

Page Rank

Last Post




Archives


Else

users online KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Subscribe with Bloglines Blogger Indonesia Cara Membuat Blog

Add to Google Reader or Homepage

site statistics THE BOBs

Credits

eXTReMe Tracker