put your own other links here (such as: adsense, friendster, multiply, your other blog, etc).

Senin, 24 Maret 2008

JK ROWLING: MEMBUNUH KEINGINAN BUNUH DIRI



AGUS SISWANTO
Sebuah pengakuan tulus dan mengejutkan diungkapkan JK.Rowling, penulis Best Seller, The Harry Potter. “Saya pernah punya fikiran bunuh diri,” demikian katanya sebagaimana dilansir situs http://www.telegraph.co.uk, 24/4/2008.
Rowling mengaku frustasi dengan kegagalan perkawinannya di tahun 1993. Meski perkawinan yang hanya berusia setahun itu dia sempat dikarunia putri, Jessica.
Menjadi single parents dan tinggal di apartemen murahan, ditambah lagi himpitan ekonomi, membuat dirinya menderita. JK Rowling ingin mengakhiri hidupnya.
Namun, kehadiran Jessica membuat semangat hidupnya tidak pernah pudar. Pada awalnya, keinginan bunuh dirinya berjalan seiring dengan tekadnya membesarkan putri semata wayangnya itu.
Tetapi Tuhan Yang Maha Besar berkehendak lain. Tekad membesarkan anak menjadi motivasi yang membunuh keinginannya membunuh dirinya.
Kini sejarah mencatat, JK Rowling tergolong manusia terkaya di jagat ini, bahkan melebihi kekayaan Ratu Elizabeth II. Karyanya telah diterjemahkan ke dalam 64 bahasa dan telah terjual lebih dari 325 juta eksemplar.
Perempuan kelahiran Chipping Sodbury, Gloucestershire, Inggris, pada 31 Juli 1965 ini layak menjadi cermin untuk kita yang mungkin saat ini sedang bergelut dengan deraan hidup. Bunuh diri bukanlah solusi.
Tetapi realitanya, ada manusia yang memilih mengakhiri hidup daripada menjalani hidup.

MENGAPA MANUSIA MEMBUNUH DIRINYA?
Sejarah mencatat kasus bunuh diri figur terkenal. Ambil contoh: Cleopatra, Adolf Hitler, Frederick Nietzhe, Maryln Monroe, Kurt Cobain, dll. Bahkan Shakespeare mengabadikan bunuh diri sepasang kekasih terkenal, Romeo dan Yuliet dalam karya sastranya.
Bunuh diri massal tercatat di Guyana Perancis (1980) ketika pendeta Jim Jones memaksa ratusan jemaatnya minum racun sianida.
Dalam Perang Dunia ke 2, pilot pesawat tempur Jepang melakukan kamikaze dengan menabrakkan pesawatnya ke kapal musuh.
Bunuh diri dilakukan dengan berbagai alasan. Dalam kasus di Guyana, Jim Jones menjanjikan reinkarnasi, suatu bentuk kehidupan yang lebih baik di kehidupan baru nantinya. Pilot tempur Jepang melakukannya dengan kebanggaan tinggi mengabdi Dewa Matahari dan Kaisar Hirohito.
Di negeri origami ini, bunuh diri malah menjadi tradisi atau dikenal dengan semangat bushido. Mereka yang gagal dalam menjalankan tugas (terutama Pejabat Negara), maka demi harga diri dan kehormatannya mereka melakukan bunuh diri (harakiri).
Begitu pula pialang saham di Wall Street, New York. Di pertengahan tahun 1980-an. Mereka beramai-ramai loncat dari gedung WTC, saat nilai saham yang dimilikinya ambruk. Mereka memilih mati ketimbang jatuh miskin.

Bunuh Diri Figur Populer
Ratu Mesir yang cantik, Cleopatra, membiarkan ular berbisa menggigit tubuhnya, karena patah hati dengan kematian kekasihnya Mark Anthony.
Bintang Hollywood era 60-an, Maryln Monroe, mati overdosis karena kecewa dirinya tidak lebih dari boneka yang diperebutkan, sedangkan nuraninya sebagai manusia tidak pernah didengar.
Jimmy Hendrix, gitaris andal mati overdosis menelan drugs LSD dan John Bonham, drummer Led Zeppelin, jantungnya berhenti lantaran minuman keras. Keduanya sedang berada di puncak popularitas dan prestasi tertinggi. Tapi tidak bahagia karena tidak ada lagi tantangan dalam karirnya.
Pemimpin NAZI, Adolf Hitler, menelan sianida bersama istrinya Eva Braun dan kroninya Heinrich Himmler, karena menanggung malu kalah dalam perang. Filsuf Frederick Nietze menganggap manusia munafik, tekun beribadah tetapi gemar menindas sesamanya, hingga ia mengatakan Tuhan Telah Mati. Ia bunuh diri sebagai wujud protesnya.
Penyanyi Rock and Roll Elvis Presley, membunuh dirinya menelan narkoba di luar batas-atau dikenal dengan istilah second breakfast-sarapan kedua (dia memang biasa mengkonsumsi narkoba di pagi hari). Elvis frustasi karena dikhianati istrinya Priscilla. Padahal dalam hidupnya, wanita tidak lebih dari dasi yang bisa diganti sekehendak hatinya. Egonya hancur saat Priscilla selingkuh dengan Mark, pelatih karate.
Pentolan Nirvana, Kurt Cobain, menembak kepalanya sendiri. Ia tidak pernah merasa bahagia meskipun jutaan orang memuja dirinya. Tepuk tangan penonton yang mendengar lantunan suaranya hanya ditanggapi dingin. “Saya tidak bisa seperti Freddy Mercury (Queen) yang begitu bangga dan bahagia setiap kali mendapat applaus penonton,” katanya suatu hari. Kalimatnya yang terkenal: I hate myself and I want to die.
Dalam usia 80 tahun, sastrawan peraih Nobel Ernest Hemingway menenggak racun di tempat tidur. Ia merasa tidak berguna hidup lebih lama karena tidak ada lagi karya sastra yang dihasilkan. Puluhan tahun kemudian perbuatannya itu ditiru cucunya Margaux Hemingway yang gagal menjadi aktris papan atas Hollywood.
Di Belanda, pada awal 80-an, seorang mahasiswa asal Indonesia diketahui bunuh diri dengan menyorongkan tubuhnya ke sebuah kereta api yang melaju kencang. Ia kecewa dengan salah satu mata kuliahnya yang berulang kali gagal dalam ujian. Kebetulan saat itu beredar sebuah lagu yang berbicara reinkarnasi. Lagu ini memotivasinya untuk mengakhiri hidup dan berharap hidup kembali menjadi mahasiswa cerdas. Ini kasus unik dimana bunuh diri dipengaruhi hanya sebuah lagu.
Bobby sandy, tokoh perlawanana Irlandia Utara (IRA), mogok makan hingga mati demi kehormatan dan kemerdekaan negerinya. David Kelly, mantan anggota tim inspeksi senjata PBB di Irak, memotong urat nadi demi nama baik keluarga dan kehormatannya. Pria kelahiran Inggris ini, merasa dikhianati pemerintahnya sendiri.
Bunuh diri juga terjadi karena dirinya merasa terancam kehormatannya. Beberapa Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang mencoba meraup rezeki di negeri orang, meloncat dari apartemen majikannya demi menjaga kehormatannya. Ada juga yang nekad membunuh, meski berakhir dengan hukum pancung.
Dipaksa bunuh diri juga terjadi di bumi ini. Tawanan perang Amerika (Prisoner of War) di Vietnam dipaksa menembak kepalanya sendiri dalam judi maut Rollet Rusia.
Siti Aisyah, juru rias keluarga Fir’aun, bersama anak dan suaminya dipaksa loncat ke dalam kuali panas karena menolak menyembah Fir’aun dan mencabut keimanannya kepada Tuhan dan Nabi Ibrahim alaihissalam. Dan Socrates pun dipaksa menenggak racun.
Bunuh diri bermotif relijius mungkin paling sering dibicarakan. Bunuh diri jenis ini tidak hanya menimpa yang bersangkutan, tetapi mengikutsertakan orang-orang yang tidak tahu menahu dengan tindakan pelakunya. Banyak catatan yang bisa diungkap, seperti kasus WTC 9/11, bom Bali, Intifadha, gerilyawan Elang Macan Tamil, kelompok Sikh di India (aksi bunuh diri yang menewaskan Rajiv Gandhi).
Bahkan bom jihad Hanadi Jaradat di Israel, mencatatkan namanya sebagai martir. Hanadi adalah perempuan lawyer yang sukses dalam karirnya. Tapi dia memilih syuhada demi kemerdekaan negara Palestina.

Menolak Bunuh Diri
Meski begitu, ada banyak manusia yang menolak bunuh diri. Di belahan bumi ini, banyak orang hidup dalam kemiskinan, kelaparan, penyakit tak kunjung sembuh, hutang bertumpuk, peperangan, dll. Tetapi mereka teguh untuk tetap bertahan hidup. Ambil contoh, kamp konsentrasi NAZI di Auswitzh, Austria, tidak membuat tahanannya bunuh diri.
Pejuang Bosnia Herzegovina yang disekap tentara Serbia dan dibiarkan kelaparan hingga tubuhnya kurus, tetap tidak membuatnya bunuh diri. Kelaparan besar yang melanda Ethiophia tahun 1985, tidak membuat warganya bunuh diri,
Penderita penyakit HIV/AIDS yang hingga kini belum ada obatnya tetap bertahan dan optimis, meski kematian tinggal menunggu waktu.
Bahkan konghlomerat yang hutangnya trilyunan pun tetap hidup tenang tanpa berupaya mau membayar hutangnya, apalagi berpikir untuk mengakhiri hidupnya.

JANGAN PUTUS ASA

Karena itu, kita merasa aneh dan sedih mendengar gadis yang kecewa ditinggal pacar dalam keadaan hamil, kemudian mengambil jalan pintas membunuh dirinya. Seolah tidak ada lagi pria yang mau mencintainya dan menerima keadaannya.
Frustasi penyakit tak kunjung sembuh malah mengambil tali menggantung diri. Tidak kuat hidup dalam kemiskinan memilih menenggak racun. Terlalu lama menganggur dan merasa hidup tidak berguna lantas nekad menyuntik putaw, menelan ekstasi atau menghirup shabu untuk mengakhiri hidup.
Padahal, dapat merasakan kehidupan di dunia ini merupakan anugerah terbesar yang diberikan Tuhan. Meski untuk mengarunginya tidak mudah. Ada cobaan dan badai yang datang silih berganti.
Tetapi kalau kita mau mengkaji kembali, sebenarnya Alah swt telah menjanjikan dalam firmanNya: “Karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Fa inna ma’al usri yusran, inna ma’al usri yusran”(Q. S.94 : 5-6).
Hal itu berarti, manusia tidak perlu terlalu khawatir dengan kondisi apapun yang menimpa dirinya. Setiap kesulitan pasti diiringi dengan dua kemudahan. Tetaplah yakin bahwa dalam genggaman tanganNya terdapat segala kebajikan.
Di sisi lain, Allah swt tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya: “La yukallifullahu nafsan illa wus’aha” (Q.S: 2 : 286). Karena itu, cobaan dalam bentuk apapun, seperti kemiskinan, penderitaan, kekecewaan, atau apapun, adalah ujian yang harus dihadapi dengan sabar, ikhlas dan tawakkal.
Dengan demikian, jangan mengambil jalan pintas dengan mengakhiri hidup. Semua persoalan pasti ada jalan keluarnya.
Kisah hidup JK Rowling seperti ditulis di atas adalah contoh baik buat kita semua. Bukankah hidup itu indah? Life is beautiful.

Lihat Profil: JK Rowling
http://www.dailymail.co.uk
http://www.telegraph.co.uk/

Label: , ,

Baca Selengkapnya...

0 comments | links to this post

Rabu, 19 Maret 2008

KELAHIRAN BAYI HANTU DI NEW JERSEY

AGUS SISWANTO
Di negara bagian New Jersey, Amerika Serikat, terdapat sebuah cerita legenda yang hingga kini masih diyakini kebenarannya. Legenda itu berkisah tentang kelahiran seorang bayi hantu atau tepatnya bayi hasil hubungan seks antara seorang manusia dengan makhluk gaib.
Legenda ini menceritakan seorang perempuan muda bernama Mother Leeds yang tinggal di desa tepi pantai New Jersey. Sebelumnya warga mengenal Mother Leeds memiliki kekuatan gaib dan sering melakukan ritual-ritual pemujaan setan.
Mother Leeds belum menikah dan seorang diri di rumahnya. Warga menduga kemampuan gaibnya itu didapat dari pergaulannya dengan suku Indian yang saat itu masih banyak populasinya.

Suatu ketika, warga dikejutkan dengan berita seputar kehamilan Mother Leeds. Merekapun menduga, kehamilan itu akibat hubungan seks dengan orang-orang Indian. Sementara Mother Leeds tetap bungkam saat ditanya. Tetapi dugaan itu keliru. Bayi yang dikandungnya ternyata menjadi awal bencana bagi warga, bahkan hingga saat ini.
Peristiwa itu terjadi tahun 1735, saat Mother Leeds tiba-tiba merasa kandungannya akan lahir. Warga, terutama kaum perempuan berdatangan ke rumah Mother Leeds bermaksud membantu persalinan.
Malam itu, entah kenapa, angin berhembus kencang disertai hujan lebat. Kaum perempuan yang berada di rumah Mother Leeds mulai dilanda kecemasan dengan cuaca buruk yang tidak biasanya terjadi itu.
Kecemasan semakin bertambah ketika Mother Leeds akhirnya membuka mulut seputar kehamilannya. Dia mengatakan, kehamilannya itu akibat hubungannya dengan makhluk gaib.
Tentu saja suasana gempar. Sebagian ada yang percaya, yang lain tidak. Tetapi mereka tetap berupaya membantu persalinan itu. Sambil melihat pembuktian kebenaran pengakuan Mother Leeds.
Ketika sang jabang bayi lahir, warga berlega hati karena bayi yang dilahirkan sehat dan sempurna. Mereka ikut bergembira dengan kelahiran itu. Anehnya, Mother Leeds sendiri seolah dilanda ketakutan. Dia berteriak-teriak histeris.
Beberapa jam kemudian, terjadilah peristiwa yang menjadi awal legenda ini. Bayi yang semula sehat dan sempurna itu tiba-tiba berubah mengerikan. Wajahnya menjelma menjadi seekor binatang mirip kepala kuda. Sementara tubuhnya semakin memanjang menyerupai ular dan tangannya berubah menjadi sayap mirip kelelawar.
Tragedi pun terjadi, saat bayi yang berubah menjadi monster itu membunuh orang-orang yang ada di rumah itu, termasuk Mother Leeds. Usai membunuh, monster itu mengeluarkan suara lengkingan tinggi sebelum kemudian menghilang di kegelapan malam.
Makhluk gaib yang dijuluki Monster Leeds itu hingga kini dikenal sering muncul dan mengganggu masyarakat. Bahkan tidak jarang makhluk itu merusak hasil tanaman petani dan membunuhi ternak-ternak. Monster Leeds juga diyakini menyebabkan sejumlah kapal karam. Hal itu dibuktikan dengan seringnya terjadi penampakan di sejumlah kapal-kapal yang melayari perairan New Jersey.

Label:

Baca Selengkapnya...

0 comments | links to this post

Minggu, 16 Maret 2008

MENGAPA TERJADI PERILAKU HOMOSEKSUAL

AGUS SISWANTO
Ilmu pengetahuan di abad 21 ini sudah maju pesat. Tetapi pengetahuan manusia tentang perilaku homoseksual masih belum mampu menjawab pertanyaan mendasar seputar asal usul penyebabnya.
Beberapa pertanyaan seperti: apa yang menyebabkan seseorang memilih seks sesama jenis? Apakah karena faktor alami (natural), faktor lingkungan/pengasuhan (nurtural) atau faktor adialami(supranatural)? Pertanyaan mendasar tersebut hingga kini belum terjawab tuntas.
Perilaku homoseksual sendiri sudah dikenal manusia sejak zaman Nabi Luth as, yaitu kaum Sodom dan Gomorah. Hingga kini keberadaannya tetap ada, bahkan Amerika Serikat dan beberapa Negara Eropa (seperti: Belanda dan Denmark) justru telah mensahkan perkawinan sejenis.
Homoseksual terdiri dari: pertama, gay yaitu laki-laki yang menyukai laki-laki. Kedua, lesbian, yaitu wanita yang menyukai wanita. Ketiga, waria, yaitu laki-laki yang merasa dirinya wanita dan tertarik hanya kepada laki-laki. Adapun pola hubungan seksnya antara lain: fellatio, cunillingus dan anal.

Upaya ilmuwan menguak tabir homoseksual pernah dilakukan. Pada tahun 1991, ilmuwan dari California melaporkan hasil CT scaning (penyinaran) terhadap otak pria gay dan pria normal. Yang ternyata berbeda. Kemudian tahun 1993, ilmuwan dari National Institut of Health (N,I,H) di Marylnd Amerika menemukan adanya unsur DNA pada kromosom X yang menentukan orientasi seksual seseorang.
Sejauh ini pengetahuan manusia seputar gen masih sedikit. Di sisi lain, andaikata faktor genetik yang mempengaruhi orientasi seksual, maka tentunya diperlukan tes genetik pada janin manusia untuk menentukan orientasi seksualnya. Dilemanya, jika hasil tes genetik terhadap janin menunjukan bahwa kelak anak yang bakal lahir akan menjadi homoseks, apakah kemudian janin tersebut perlu diaborsi atau tetap dibiarkan tumbuh hingga lahir? Ini tentunya merupakan persoalan yang sangat pelik.
Sementara itu, temuan menggemparkan terjadi dalam riset yang dikemukakan Ward dari N.I.H. dalam eksperimennya, mereka menggunakan sejumlah lalat yang telah ditransplantasi gen tunggal.
Kemudian kumpulan lalat tersebut dimasukan ke dalam botol. Hasilnya menunjukkan, lalat betina cenderung berada pada bagian atas dan bawah botol. Sedangkan lalat jantan hanya berada pada bagian tengah dan membentuk ikatan rantai (bergerombol). Yang menakjubkan, lalat jantan ternyata berperilaku gay, sedangkan lalat betina tetap normal.
Laporan yang ditulis dalam U.S National Academy Of Science tahun 1995 ini lantas menjadi rujukan sejumlah ilmuwan bahwa perilaku homoseksual memiliki asal usul genetik atau sifat alami (natural), sama seperti warna kulit, rambut, mata, dll.
Namun demikian, hasil riset itu masih menyisakan pertanyaan, mengapa lalat jantan itu berperilaku gay, sedangkan lalat betina tetap normal? Dalam eksperimen berikutnya malah menunjukan bahwa lalat jantan mampu membuahi lalat betina.
Hal itu berarti lalat jantan bukan gay tapi biseksual. Di samping itu, keraguan terhadap hasil riset tersebut juga muncul karena objek telitian hanya pada hewan dan bukan manusia. Dalam pada itu, asumsi bahwa perilaku homoseksual dianggap terkait dengan faktor lingkungan/pengasuhan (nurtural) didasarkan dari tinjauan agama, sebagaimana tertuang dalam kitab Suci Al Qur’an, surat Al A’raaf (Q.S;7, 80-81).
“Dan ( kami juga telah menutus ) Luth kepada kaumnya? (ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah (homo) itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seseorang pun ( didunia ini) sebelummu? Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepda wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.”
Perbuatan kaum Nabi Luth AS ini mendapat balasan setimpal, seperti ditegaskan dalam ayat 84: “dan kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.”
Selain itu, Abu Muslim Al-Laitsy berkata di dalam Musnadnya, “kami diberitahu Sulaiman bin Daud, kami diberitahu Abdul Warits, kami di beri tahu Al Qasim bin Abdurrahman, kami di beritahu Abdullah bin Muhammad bin Uqail, dia berkata, “ saya mendengar Jabir bin Abdullah radhiyallahuanhu berkata, Rasullullah SAW bersabda, “sesungguhnya ketakutan yang paling kutakutkan atas umatku adalah perbuatan kaum Luth.” (diriwayatkan Ahmad, At Tirmidzy, Ibnu Majah dan Al Hakim).
Sedangkan Hisya bin Ammar berkata, “Kami diberitahu Abdul Aziz Ad Darawardy, dari Amru bin Abu Amaru, dari Ikrimah, dari Rasullullah SAW bersabda, “Allah melaknat orang yang menyetubuhi binatang, dan Allah melaknat orang yang berbuat seperti yang di perbuat kaum Luth. “(diriwayatkan Imam Ahmad).
Ayat-ayat Al Qur’an dan hadist Nabi SAW tersebut sebenarnya merupakan bukti bahwa perilaku homoseks (liwath) ditentang agama karena menyimpang dari fitrah manusia. Itulah sebabnya Tuhan menghukum kaum Sodom dan Gomorah. Dengan kata lain, faktor lingkungan seperti pengasuhan dan pengawasan orangtua, pendidikan terhadap anak dan pergaulan sesama teman sangat mempengaruhi orientasi seksual seseorang.
Adapun kaitan bahwa orientasi seksual yang menyimpang terkait dengan faktor adialami(supranatural), dapat disimak dari dialog jin muslim yang bernama Musthafa dengan Muhammad Isa Dawud. Musthafa (jin muslim) mengatakan bahwa diantara setan-setan ada yang tinggal di rahim dan kemaluan untuk membuat kemaksiatan.
Kemudian dia juga mengungkapkan bahwa ada pula jin yang bertempat di anus laki-laki dan perempuan, sehingga mengundang manusia untuk melakukan persetubuhan lewat anus. Ada pula diantaranya yang tinggal di kemaluan-kemaluan abnormal, sehingga mengundang orang untuk melakukan hubungan seksual yang menyimpang.
Menurut Musthafa pula, setan atau jin perusak dapat hadir saat terjadi persetubuhan yang normal dan kemudian ikut melakukan persetubuhan. Bahkan bisa pula dia mengeluarkan spermanya bersama sperma laki-laki. Malahan tidak jarang pula terdapat wanita-wanita yang lalai berzikir, lalu setan atau jin jahat menampakan diri dalam wujud suaminya, kemudian menggaulinya dan meninggalkan spermanya dalam bagian vital wanita.
Itulah sebabnya bagi setiap Muslim agar melindungi diri dari keterlibatan setan atau jin dengan cara berdoa ketika melakukan persetubuhan. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadist bahwa Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma berkata bahwa Rasullullah SAW bersabda,” sekiranya salah seorang diantara kamu bermaksud mendatangi (mencampuri) istrinya, maka hendaknya dia mengatakan: Bismillah, Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan-setan, dan jauhkanlah setan-setan dari apa yang Engkau anugerahkan kepada kami,” (Diriwayatkan Bukhari dan Muslim).
Dari uraian diatas, maka menjadi jelaslah bahwa terjadinya perilaku homoseksual bisa saja terjadi karena faktor adialami yakni keterlibatan jin jahat dalam persetubuhan manusia. Hal ini di dukung pula dari penuturan orang-orang yang memiliki kemampuan supranatural bahwa dalam dunia jin pula dikenal adanya jin yang berperilaku seks menyimpang sebagaimana juga dialami manusia.
Meskipun demikian, hal itu tidak berarti kita menyisihkan mereka yang berperilaku homoseksual, melainkan mesti bersama-sama berupaya mencari solusi yang terbaik. Misalnya, melakukan riset ilmu pengetahuan, mencari cara pengobatan yang efektif, terapi kejiwaan ataupun dengan pendalaman ajaran agama.

Label: , ,

Baca Selengkapnya...

0 comments | links to this post

Jumat, 14 Maret 2008

OTAK DAN VAGINA: KOMBINASI (MISTIS) PEREMPUAN MENGGAPAI SUKSES

AGUS SISWANTO
Kesuksesan tidak dapat dicapai kecuali menggunakan otak secara maksimal. Otak di sini dalam makna metafisis, yaitu akal yang menggerakkan manusia untuk berpikir tentang Tuhan dan tujuan penciptaan. Berpikir rasional melalui otak dan penggunaan hati (qalbu), untuk menjustifikasi hasil atau nilainya (aksiologi).
Dalam kajian sufisme, pernah di sebutkan seputar perbedaan prinsip antara laki-laki dan perempuan dalam penggunaan otak dan hati. Dikatakan, apabila ada suatu persoalan atau masalah yang perlu diambil keputusan. Maka laki-laki akan menggunakan otaknya 90 persen dan sisanya memakai hati. Sebaliknya, perempuan menggunakan hati 90 persen dan hanya memanfaatkan 10 persen kapasitas otaknya.
Itulah sebabnya, kaum pria tergolong cepat dalam mengambil keputusan, tetapi seringkali menafikan faktor nilai dari keputusannya. Akibatnya, lebih banyak kesalahan yang dibuatnya. Sedangkan perempuan terhitung lambat menetapkan keputusan, meski nilai kebenaran yang dihasilkannya lebh banyak.

Pemanfaatan otak hanya 10 persen oleh perempuan, ikut mempengaruhi pandangan dan penilaian dirinya seputar organ vitalnya, yaitu vagina. Meski tidak ada data kongkrit seputar bagaimana seorang perempuan memandang vaginanya, tetapi cukup banyak bukti yang menunjukan kesuksesan perempuan sangat dipengaruhi pada cara dia menempatkan atau menilai kehormatannya (vagina) sendiri. Bahkan dapat dikatakan, kombinasi menggapai sukses bagi seorang perempuan terletak pada otak dan vaginanya.

Perempuan tergolong makhluk yang sangat memperhatikan penampilan fisiknya. Fetisisme sering menggelayuti pikiran perempuan. Kecantikan menjadi fokus utama. Lalu bagaimana dengan vagina?
Banyak perempuan yang secara apik dan teratur merawat vaginanya. Contohnya, melalui gurah. Agar pesona hubungan intim tetap baik atau rajin minum jamu sekadar menjaga kebersihan vagina.
Namun demikian, sesuatu yang sangat prinsipil seringkali dilupakan, yaitu kepada siapa vagina miliknya itu dipersembahkan. Apabila kehormatannya itu mutlak hanya dipersembahkan kepada suaminya, tentu bukan persoalan.
Masalahnya justru kaum perempuan seringkali mudah memberikan vaginanya kepada siapapun yang disukainya. Tidak peduli suaminya atau bukan. Rasa cinta yang mendalam terhadap lawan jenisnya, sering membuat perempuan terlena. Kalau sudah begitu tanpa rayuan berarti, kaum pria mudah menggiringnya ke tempat tidur. Seringkali tanpa komitmen apapun.
Di sisi lain, ada pula kaum perempuan yang tidak ragu membuka peluang kepada lelaki untuk menikmati vaginanya dengan imbalan uang. Atas dasar alasan terjerat ekonomi, vagina menjadi komoditas bisnis. Untuk mendapatkan nafkah dari peluang ekonomi yang tersedia, banyak perempuan menjual jasa seksual. Hal ini kemudian melahirkan konsep pariwisata 4S : sun, sea, sand, sex (matahari, laut, pasir dan seks).
Pertumbuhan pariwisata seks ini ternyata mendapat dukungan luas, sebagaimana tampak di beberapa Negara Asia Tenggara seperti Thailand (pantai Pattaya dan Pattpong), dan Filipina (subic, clark dan manila-ketika masih menjadi pangkalan militer Amerika). Bahkan dinegeri ini, meski agak tersembunyi, seks nyaris menjadi komoditas pariwisata.
Keunikannya, vagina dihargai lebih mahal daripada kecantikan. Meskipun paras wajah seperti Miss Universe, tetapi kalau vaginanya tidak menimbulkan super sensasi, akan ditinggalkan para penikmatnya.
Pria datang ke lokalisasi atau diskotek mencari vagina untuk memuaskan hasrat birahi dan bukan membayar untuk memandang wajah secantik apapun. Usai itu, biasanya si hidung belang akan bercerita kepada sesama hidung belang tentang vagina dahsyat dan bukan berkisah tentang kemolekan paras.
Itulah sebabnya, para germo selalu mencari wajah baru agar pelanggan tidak lari. Pilihan utamanya bukan wajah cantik tetapi pada vagina cantik. Vagina yang belum banyak disentuh, tetapi sudah pandai bermain.
Untuk mendapatkannya, para penjahat kelamin itu tidak segan-segan memburu ke desa-desa terpencil di seluruh pelosok negeri agar mendapatkan gadis-gadis belia. Beragam tipu daya dilancarkan, seperti menjanjikan pekerjaan di restoran atau di berangkatkan menjadi TKW. Padahal tujuan utamanya menjebloskannya ke lokalisasi. Menjadi makanan siap saji para hidung belang. Di liang vagina, seolah tercatat nama-nama pria yang akan memasukinya.
Mengapa perempuan tidak pandai menjaga vaginanya? Bahkan begitu mudah menelantarkan vaginanya? Seolah tidak ada kebanggaan apapun memiliki vagina. Di sini vagina menjadi sekadar gumpalan daging yang dapat diperlakukan sekehendak hatinya, tanpa merasa perlu menempatkannya dalam posisi terhormat, kecuali sekadar menutupinya dengan celana dalam, menaruh pembalut atau membersihkan agar tidak berbau. Lebih dari itu, perempuan seringkali tidak memahami kewanitaannya.
Padahal, hakikatnya vagina bukan sekadar alat reproduksi dan pemuas birahi. Melainkan merupakan simbol kekuatan dan harga diri seorang perempuan. Namun, perempuan sering tidak menyadarinya.
Dalam kaitan inilah, faktor otak sebagai titik sentral kehidupan, memainkan peran besar dalam mengubah pola pikir kaum perempuan seputar vagina. Pola pikir yang bertujuan mengubah itu pernah dikemukakan Syekh Nafzawi, filsuf Muslim di abad ke. 16 M.
Secara sederhana, Nafzawi mengungkapkan beberapa pola pikir yang harus dilakukan perempuan untuk mengubah pandangannya tentang vagina.
Sikap terhadap fisik.
Perempuan harus mengutamakan penampilan fisiknya, yaitu
1.Rambut tersisir rapi dan tidak acak-acakan
2.Nafas harus harum dan memakai wewangian
3.Payudara padat. Paha, pinggul dan pantat berisi. Begitupula lengan dan bahunya.
4.Vagina menonjol dan berisi. Liang vagina rapat, tidak basah dan tidak berbau. Lembut dan hangat jika disentuh. Memancarkan aura birahi
5.Selalu berpakaian anggun, yang menampilkan kepribadian seseorang.
6.Menyembunyikan organ rahasianya dan tidak akan membiarkannya terbuka.

Sikap yang harus dilakukan
1.Tidak berbicara dan tertawa tanpa alasan jelas
2.Tidak mempunyai teman yang bisa dipercaya. Hanya suaminya orang yang dipercaya.
3.Tidak meminta apapun dari orang lain, kecuali dari suaminya atau orang tuanya.
4.Jika bertemu saudaranya, tidak akan mencampuri urusan mereka.
5.Tidak suka berbohong
6.Tidak berusaha memikat pria. Tidak berusaha menyerahkan dirinya ke pria lain kecuali suaminya
7.Jika suaminya tampak ingin melakukan hubungan suami istri, ia akan memenuhi keinginan tersebut dan bahkan sering memulainya
8.Selalu membantu pekerjaan suaminya dan berbagi suka dan duka
9.Tidak akan tertawa atau gembira melihat suaminya bingung atau sedih. Tetapi berbagi kesusahan dan menghiburnya dengan canda supaya suaminya gembira.
10.Tidak akan membiarkan suaminya melihat hal-hal yang membuatnya malu

Sikap yang harus dihindari
1.Sering mengomel atau cerewet
2.Sering bermain dan bercanda, selalu pergi ke tetangga dan mencampuri urusan orang lain
3.Sering menghujani suaminya dengan keluh kesah dan air mata tiada henti
4.Sering marah dan cemberut, serta banyak bicara
5.Berteman dengan perempuan lain yang membenci suaminya
6.Menerima hadiah dari orang lain, tanpa menelusuri maksud pemberian itu
7.Tidak bisa menjaga rahasia suaminya dan pendendam
8.Jika membuat janji, mudah mengingkarinya
9.Tidak bisa memberi nasehat yang baik
10.Sibuk dengan urusan orang lain dan membuatnya jadi culas
11.Memperhatikan berita-berita yang tidak benar
12.Senang tidur dan tidak suka bekerja
13.Memakai kata-kata yang tidak pantas saat berbicara apalagi kepada suaminya
14.Sering mencerca orang lain
15.Tidak membantu urusan suami
16.Berdandan bukan untuk kepentingan suaminya dan bukan untuk suaminya pula ia berpenampilan menarik. Tujuannya hanya untuk di nilai orang lain
17.Saat bersama suaminya sering berpenampilan berantakan dan bersikap masa bodoh.

Apabila ketiga sikap tersebut dilakukan dengan sepenuh hati, maka akan mengubah pola pikirnya. Selanjutnya, perempuan akan lebih menghargai vaginanya dan menempatkannya pada posisi terhormat.
Demikianlah sepenggal kombinasi mistis otak dan vagina untuk menggapai kesuksesan hidup bagi kaum perempuan. Inilah kesuksesan hakiki.

Label:

Baca Selengkapnya...

0 comments | links to this post

MISTERI HANTU TURIS ASING DI PULAU SIGILING

PUTRI BERLIANA

Mungkin karena pertimbangan prestasi kerja, maka aku dinaikkan jabatan sebagai kepala divisi. Mendengar keputusan naik jabatan, jujur saja, aku senang sekali. Tapi karena tempat jabatan baru ini, maka aku jadi gundah gulana. Pasalnya, aku bakal ditempatkan di daerah angker Pulau Sigiling, satu pulau yang terpencil di Selat Bali, Nusa Tenggara Barat.
"Terima aja Ma, soalnya selain dikasih fasilitas speed boat, Mama juga terima gaji baru, dua kali lipat dari gaji yang lama!" bisik suamiku, Mas Handoko, soal jabatan baruku itu.
Mas Handoko siap mengurus perpindahan sekolah dua anak kami yang masih duduk di kelas satu dan kelas dua SD di Mataram, Andika dan Andini.
Pulau Sigiling di tempuh dengan jarak 60 mil laut dari pulau Senggigih, Lombok Barat. Perjalanan boat Awani Style dari Mataram bisa sampai dalam waktu kurang dari dua jam. Di pulau Sigiling, terdapat multi cottage, baik yang bersifat tradisional maupun yang modern.
Di tengah pulau, ada satu panggung kesenian untuk tontonan para turis. Setiap bulan, ada pertunjukan tari, teater estetik etnik dan wayang Lombok. Di sekitar panggung, bermukim warga suku Sasak yang membuat kerajinan tangan. Hasil kerajinan itu dijual kepada wisatawan mancanegara yang datang, juga dieksport lewat Departemen Perdagangan.

Nah, sebagai pekerja bidang pemasaran barang kerajinan rakyat lewat PT. Anugrah Budikarya, aku sangat menguasai eksport benda kerajinan itu. Sepuluh tahun lamanya aku bekerja di PT. Anugrah Budikarya dan ikut berperan serta aktif dalam memajukan usaha industri kecil rakyat Nusa Tenggara Barat.
Maka karena pengabdian, kesetiaan dan prestasi selama 10 tahun di situ, tak urung Mr. Suwardi Joyohadiningrat, direktur utama perusahaan, memilih aku menduduki jabatan divisi marketing on the spot yang baru dibuka di pulau Sigiling.
Setelah mempertimbangkan matang selama tiga hari, aku akhirnya memutuskan menerima jabatan baru itu. Tanggal 13 November 2001 kami memboyong semua perlengkapan rumah tangga dan menempati rumah baru di Jalan Akasia Raya no. 43 pulau Sigiling.
Hardiman yang sangat matang pengalaman di pulau Sigilling, memberitahukan bahwa rumah baru kami di jalan Akasia 43 itu sangat angker. Dulu pernah ada turis asing asal Zheck, Eropah Timur yang mati karena over dosis, menyuntikkan cocain yang berlebih hingga mulutnya mengeluarkan darah kental lalu meninggal di rumah itu.
Lain lagi, ada pula turis perempuan asal Swedia, Eropah Barat yang mati gantung diri setelah mendengar berita suaminya masuk penjara di Oslo, Norwegia. Setelah diselidiki oleh interpol, ternyata si turis yang gantung diri ada keterkaitan kejahatan dengan suaminya. Untuk menyelamatkan anak-anak turis itu memilih mati.
Dua kejadian ini cukup membuat masyarakat pulau Sigiling mempercayai bahwa ada roh yang hidup dan muncul setiap bulan purnama ke 14 di rumah jalan Akasia 43. Masyarakat percaya karena banyak saksi mata yang mengalami hal itu. Tahun 1998 Ketut Arnawe (34), pekerja Wears Cottage yang letaknya berhadapan dengan rumah Akasia 43, melihat penampakan hantu tanpa badan.
Ketut Arnawe melihat kepala melayang dari dalam rumah ke pohon beringin di samping cottagenya. Tahun 1999 Nyonya Widi Sanusi (46), pemilik restoran Dinner Party yang berada di sebelah utara Akasia 43 juga melihat hantu kepala, yang duduk nongkrong di tangga samping rumah Akasia.
Tahun 2000 lalu, Amir Hamzah asal Padang yang buka rumah makan Rancak di ujung jalan Akasia, bertemu manusia tengkorak yang turun dari genting rumah masuk ke sumur belakang. Tahun 2001, Eyang Ronggur (81) sesepuh pulau Sigiling, manusia pertama yang tinggal di pulau itu, menemukan gadis misterius berambut sepunggung, yang kakinya tidak menginjak tanah. Perempuan itu diyakini Eyang Ronggur sebagai kuntilanak penghuni rumah Akasia 43 yang bakal kami tempati.
Karena cerita-cerita menyeramkan inilah, maka aku takut. Malam tanggal 14 November 2001, memang tidak ada tanda-tanda bahwa rumah kami berpenghuni hantu. Begitu pula pada malam berikutnya, malam 15, 16, 17 dan 18 November 2001, tidak ada tanda-tandas ada yang ganjil di kediaman kami yang termewah di pulau Sigiling itu.
Namun pada malam ke 19 November, pada saat rembulan sedang purnama 14, batinku dikagetkan oleh suara burung hantu yang mengepakkan sayap dan bersuara melengking di genting rumah kami. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 24.00 tengah malam.
Mulanya suara burung aneh itu pelan, lalu mengeras dan makin keras hingga suara seperti suara orang bernyanyi. Tidak lama setelah suara berhenti, ruang dapur kami berbunyi seperti durian runtuh. Jantungku berdetak kencang dan nyaliku tiba-tiba menjadi ciut.
Pada saat bersamaan, tercium bau bunga melati dan kemenyan Arab, sangat lekat dan terasa menempel di lobang hidungku. Sial benar, umpatku. Soalnya, mas Handoko malam itu sedang pergi ke Denpasar dan membawa obat inventarisku untuk membeli bahan baku kerajinan Art Shop milik Made Astani di Kuta.
"Kalau saja mas Handoko ada di rumah, batinku tidak akan menderita ini!" pikiku.
Mau tidak mau, walau anak-anak tidak bisa apa-apa, aku membangunkan mereka di kamar depan. Tapi lagi-lagi aku terkejut. Dua anakku yang tidur sekamar itu, ternyata tidak ada di tempat. Padahal sebelum aku menidurkan mereka dengan nyanyian nina bobo dan cerita-cerita pak Lebai. Artinya kau lihat betul mreka tertidur dan pula di dua ranjang yang berseberangan.
"Oh Tuhan, ke mana anakku?" tanya batinku.
Karena terguncang oleh kasus hilangnya dua anak, maka rasa takut terhadap hantu pun menjadi musnah. Dengan jantung berdebar hebat, aku pergi ke kamar mandi yang ada di dapur. Barangkali saja Andika dan Andini pergi ke kamar mandi. Padahal suara heboh baru saja muncul dari dapur, di mana kamar mandi itu ada.
"Mereka pasti ada di kamar mandi dan lagi buang air bareng-bareng," pintaku, berdoa pada Tuhan.
Alhamdulillah, Tuhan ternyata mengabulkan doaku. Dua anakku itu benar ada di kamar mandi dan mereka buang air bersamaan.
"Ada apa Ma? Mama kok kayak gelagapan begitu?" tanya Andika, sambil memukul pahaku.
"Tidak, mama dengar suara burung aneh di atas sana, setelah itu mama dengar suara sesuatu benda yang jatuh di dapur ini!" terang ku pada Andika dan Andini.
Andika menggeleng. Dia tidak mendengar apa-apa. Jangankan suara benda jatuh, suara burung pun, sama sekali tidak mendengar. Padahal sudah satu jam mereka terbangun karena kepingin pipis.
"Mama mimpi kali?" pancing Andini, samibl terpingkal.
Anak-anakku itu bernyali seperti bapaknya. Mereka salah satu dari sekian banyak orang yang tidak percaya adanya eksistensi hantu. Sementara aku, sama seperti ayahku, adalah orang yang sangat takut pada makhluk-makhluk tak kasad mata termasuk hantu.
Dari kamar mandi, anak-anak kembali masuk ke kamar tidurnya. Sementara aku, duduk di sofa tempat mereka tidur. Malam itu aku tak berani tidur sendiri, bahkan tidak berani masuk ke kamarku lagi. Karena tahu aku takut, Andini dan Andika ngeledekku. Mereka bilang aku seperti bayi. Bayi yang takut melihat mata boneka yang melotot.
Pukul 03.00 dini hari, bulan purnama sudah menyingkir ke ufuk. Andika dan Andini sudah terlelap di peraduan. Tapi mataku tak bisa kupejamkan di sofa. Sekali lagi, suara gedebuk berbunyi di dapur. Kali ini malah disertai dengan suara langkah kaki. Ada tapak sepatu berhak tinggi, melangkah dasri belakang ke depan.
Dengan keberanian yang tersisa di jiwaku, aku berusaha membuka pintu dan melongo ke arah suara. Duh Gusti! Seumur hidup baru kali ini aku melihat telak wajah hantu yang dianggap khayalan itu. Baru kali ini pula aku berhadapan langsung dan sosok itu menyerangku.
"Aku Sisca Hansen dari Swedia! Aku penghuni rumah ini dan pemilik purnama 14. Kau menempati rumah ini tanpa seizinku, untuk itu kau harus menerima hukumanku!" kata makhluk ajaib itu, dengan kata-kata dalam bahasa Inggris.
Batinku kembali bergetar hebat, denyut jantungku bagaikan diguncang guntur. Takut, ya sangat takut. Hantu wanita yang mengaku bernama Sisca Hansen itu tanpa badan. Kepalanya mengawang seperti melayang-layang di dalam rumah kami. Bukan karena berani, tapi aku tetap berdiri di situ karen super takut. Akibat rasa takut yang begitu besar, maka aku tak bisa beranjak barang sesenti pun.
Belum sempat hantu kepala perempuan jalan, muncul pula hantu laki-laki kurus kering mirip morfinis. Badan yang mirip tengkorak itu mengaku bernama Cekovski dari Cekoslawakia yang terpecah.
"Aku dari Republik Zheck yang menghuni rumah ini, aku mati karena over dosis, tahukah kau cerita itu?" tanyanya, sambil melototkan matanya yang berdarah ke mukaku.
Aku terkencing-kencing tak mampu menjawab. Jangankan berbicara, bergerak saja tubuhku tak bisa lagi.
"Ya, tidak usah jawab apa yang kupertanyakan padamu. Tapi, aku perlu memberitahumu, untuk dapat tinggal aman di rumah ini, beri kami darah sapi. Setiap dua kali satu tahun, potongkan darah dan jantung sapi sebagai makanan kami!" tekannya.
Belum sempat aku bergerak membangunkan dua anakku, mereka menghilang ke balik tembok rumah. Sementara itu, matahari mulai mengeluarkan warna fajar merah ke sela-sela dinding pintu yang bolong.
"Hari sudah pagi!1" pikirku, masih kaku di depan pintu kamar Andika dan Andini. Syukur Alhamdulillah, aku bisa berdiri. Tapi penciumanku terus dihujani oleh bau melati yang berarti, hantu-hantu itu masih di situ. Dari balik pintu, kulihat mas Handoko dan Hardiman datang membawa barang-barang dari Denpasar.
Mereka berjalan malam dengan boat itu ke pulau Sigiling. Kutubruk mas Han dan kuceritakan apa saja yang kutemui pada malam yang menyeramkan itu. Mas Han yang tadinya selalu menyangkal soal hantu, kali ini mengangguk. Dia telah mendengar banyak dari Hardiman dan orang-orang kampung, bahwa hantu itu memang ada di rumah kami dan butuh tumbal.
Maka ketika kuceritakan tuntutan arwah menyangkut sapi itu, mas Han langsung setuju. Siang harinya kami langsung membeli sapi dan memotongnya. Darah satu ember besar bersama jantung, hati dan limpanya, kami satukan dan ditaruh di pohon beringin sebelah rumah. Malam harinya kami mendengar suara makhluk-makhluk itu memakan darah dan jantung serta limpa yang kami sediakan.
Setelah dilihat siangnya oleh mas Han, barang-barang satu ember itu tuntas habis dilahap makhluk misterius itu. Tapi hasil yang kami dapatkan luar biasa. Makhluk itu tidak menampakkan diri lagi sejak itu. Tapi 2x setahun, kami menyediakan seekor sapi untuk diambil jantung dan limpanya.
Sementara dagingnya, kami bagi-bagikan untuk anak yatim piatu, orang-orang jompo dan warga miskin di pulau Sigiling.

Label:

Baca Selengkapnya...

0 comments | links to this post

Selasa, 04 Maret 2008

BUDAK YANG AJAIB

MAWAN SUGANDA
Berkat ketakwaannya kepada Allah SWT, budak itu memiliki sejumlah karomah yang menunjukkan keajaiban di luar akal sehat. Seperti apakah kisahnya…?
Dikisahkan, pada suatu hari Abdul Wahid bin Zaid RA berjalan-jalan di pasar. Tiba-tiba ia melihat seorang budak yang sedang dijual. Saat Abdul Wahid menatapnya, secara tak sengaja budak itupun juga menatap Abdul Wahid dengan sorot mata yang tajam.

Setelah bertatapan dengan si budak, Abdul Wahid tiba-tiba sangat ingin membeli buduk tersebut untuk dikerjakan di rumahnya. Setelah harga disepakati oleh si pemilik budak, maka Abdul Wahid pun akhirnya membelinya.
Budak ini ternyata seorang yang taat dan sentiasa melakukan semua pekerjaannya dengan tekun. Abdul Wahid merasa sangat heran melihat perilaku budaknya ini. Di waktu siang ia bekerja dengan tekun, namun ketika malam tiba si budak tidak pernah ada di kamar yang telah dipersiapkan untuknya. Hingga suatu hari, kebiasaan budak ini diketahui oleh Abdul Wahid.
“Heran, kemana sesungguh budak itu pergi?” Tanya Abdul Wahid dalam hati. Walaupun ia telah mencarinya ke segenap penjuru rumah, namun budak itu diketemukannya. Anehnya lagi, pintu rumah senantiasa tertutup dan tidak ada tanda-tanda bahwa pintu telah dibuka seseorang.
Kendati malamnya pergi entah kemana, namu saat pagi buta tiba, budak tersebut telah berada kembali di dalam rumah. Herannya, ketika pagi itu si budak berada di hadapan Abdul Wahid, ia lalu menyerahkan satu keping uang dirham, yang di atasnya terukir surah Al-Ikhlas. Ketika ditanya oleh Abul Wahid dari mana gerangan budak tersebut pergi dan mendapatkan kepingan uang dirham seperti itu, maka dijawab olehnya, "Saya akan memberi kepada tuan setiap hari satu keping uang dirham asalkan tuan jangan bertanya kemana saya pergi."
Abdul Wahid terdiam sesaat. Namun kemudian ia menerima syarat tersebut.
Satelah sekian lama peristiwa ini berlangsung, pada suatu hari datang seorang teman Abdul Wahid. Sang teman memberi tahu bahwa pekerjaan budak milikanya setiap malam adalah menggali kubur untuk orang yang telah maninggal dunia. Tentu saja Abdul Wahid amat terkejut mendengar berita ini. Namun ia tidak ingin percaya begitu saja. Abdul Wahid berjanji dalam hati akan menyelidiki terlebih dahulu laporan temannya ini.
Pada suatu malam salepas sembahyang Isya, Abdul Wahid mengintai gerak gerik budaknya. Sang budak sendiri tidak mengetahui bahawa dirinya sedang diawasi oleh majikannya.
Setelah sekian lama mengintip, Abdul Wahid melihat budaknya melangkah menuju ke pintu. Aneh bin ajaib! Hanya dengan menunjukkan jarinya saja daun pintu yang berat itu terbuka dengan sendirinya. Karuan, Abdul Wahid terheran-heran melihatnya. Terlebih ketika dia melihat pintu itu kembali menutup dan terkunci dengan sendirinya.
“Pantas kelau selama ini pintu selalu terkunci rapat meskipun dia pergi ke luar rumah. Aneh, siapa sesungguhnya orang itu?” Pikir Abdul Wahid dalam hati.
Satelah budaknya keluar dan pintu tersebut tertutup kembali dengan sendirinya, Abdul Wahid terus mengikuti budaknya, sehingga sampailah ke suatu tempat yang sangat lapang (padang pasir). Si budak lalu mengganti pakaiannya dengan pakaian lain yang terbuat dari kain kasar semacam karung goni. Budak tersebut terus kemudian menunaikan solat sehingga terbit fajar. Satelah selesai solat, ia menengadahkan tangan ke langit, seraya memohon kepada Yang Maha Berkuasa dengan berkata, "Wahai Tuhanku Yang Maha Besar, berilah upah kepadaku walau itu hanya kecil saja!"
Selesai berdoa demikian, maka jatuhlah sekeping uang dirham dari langit, dan langsung diambil oleh budak tersebut. Sementara, di tempat yang tersembunyi Abdul Wahid memperhatikan semua yang dilakukan budaknya itu dengan perasaan heran dan takjub.
Oleh kerana hari sudah hampir siang, Abdul Wahid segera keluar dari tempat persembunyianya. Ia bermaksud mencari air di sekitarnya untuk berwudhu dan menunaikan solat Subuh.
Selesai menunaikan solat subuh, ia lalu berdoa meminta ampunan kepada Allah SWT. Ia berjanji akan memerdekakan budaknya itu, kerana ia merasa seorang hamba yang saleh tidak seharusnya menghambakan diri kepada sesama manusia.
Selesai berdoa Abdul Wahid mencari budaknya. Tetapi tidak berhasil menemukannya. Budak itu telah pergi entah kemana. Rasanya bagitu cepat sekali.
Setelah tidak berhasil menemukan budaknya, Abdul Wahid akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Namun aneh, ketika ia mencari jalan untuk pulang, ternyata ia tak bisa menemukannya. Ia sungguh tak menyangka kalau tempat tersebut tersanyata sangat asing baginya.
Abdul Wahid cemas dan menyesal atas tindakannya. Berulang kali ia mundar mandir tidak tentu arah, namun tetap saja ia tak menemukan jalan pulang. Ketika keputusaan dan kelelahan mendera tubuhnya di padang pasir nan sunyi itu, tiba-tiba ia melihat bayang-bayang dari jauh ada orang berkuda sedang menuju ke arahnya.
Dengan parasaan senang tidak sabar, Abdul Wahid menunggu kedatang orang berkuda itu. Saat sampai di hadapannya, orang berkuda tersebut lantas bertanya, "Apakah yang sedang kamu kerjakan di tengah-tengah padang pasir ini, wahai Abdul Wahid?"
Abdul Wahid keheranan dan bertanya di dalam hatinya, “Bagaimanakah orang ini bisa mengetahui namaku?”
Setelah menetralisir keheranan itu, Abdul Wahid kemudian menceritakan kepada orang berkuda tentang apa yang telah terjadi atas diri. Mendengar cerita Abdul Wahid, orang berkuda itu lalu berkata, "Janganlah kamu berpikiran buruk terhadap apa yang telah terjadi!"
Abdul Wahid mengangguk-ngangguk saja mendengar apa yang dikatakan oleh orang berkuda. Sampai kemudian orang berkuda berkata lagi, "Tahukah kamu berapa jauh rumah kamu dangan tempat ini?"
"Saya tidak tahu, Tuan!" Jawab Abdul Wahid.
"Jaraknya adalah dua tahun perjalanan dengan kuda yang berlari dengan cepat!" Jelas orang berkuda.
Abdul Wahid semakin heran mendengar kata-kata orang berkuda. Dalam hati dia berkata, “Bagaimana mungkin bisa demikian. Bukankah ketika aku mengikuti budakku malam tadi hanya beberapa lama saja untuk perjalanan kemari?”
Sebelum berlalu, orang berkuda tersebut berpesan kepada Abdul Wahid supaya menunggu saja di tempatnya yang sekarang. dan jangan pergi kemana-mana.
“Nanti malam budakmu itu akan datang dan kamu boleh mengikutinya pulang nanti!” Kata orang berkuda yang misterius itu.
Abdul Wahid mematuhi pesan tersebut. Ia hanya menunggu di situ, seperti apa yang dipesan oleh orang berkuda. Selama menuggu, Abdul Wahid sudah beberapa kali tertidur dan terjaga kerana keletihan dan kehausan.
Anehnya, suatu saat ketika Abdul Wahid terjaga dari tidurnya, maka ia mendapatkan makanan dan minuman telah terhidang di sisinya. Anehnya lagi budaknya juga telah berada di situ. Si budak mepersilahkan Abdul Wahid menikmati makanan dan minuman yang telah terhidang. Karena sudah hampir kelaparan, tanpa bekata apa-apa Abdul Wahid langsung makan dengan lahapnya.
Melihat Abdul Wahid makan dengan lahap, budak itu berkata kepadanya, "Saya harap, Tuan jangan sekali-kali lagi mengulangi pebuatan ini. Dan sekarang, tunggulah disini hingga saya selesai solat."
Setelah berkata demikian, budak itu terus mengerjakan solat sehingga terbit fajar. Satelah selesai sembahyang, sang budak berdoa seperti malam sebelumnya. Aneh, tiba-tiba jatuh sekeping dirham dari langit. Kali ini langsung diberikannya kepada Abdul Wahid. Si budak kemudian mengambil satu dirham lagi dari sakunya seraya berkata, "Ini uang dirham untuk malam kemarin!" Ia kembali memberikan dirham itu kepada majikannya.
Ringkas cerita. Si budak mengantar majikannya pulang ke rumah. Abdul Wahid merasa heran sebab mereka bisa berjalan dengan cepatnya, dan tidak sampai beberapa saat mereka telah tiba di hadapan rumah Abdul Wahid.
Setibanya di depan rumah, si budak bertanya kepada Abdul Wahid, "Betulkah tuan akan memerdekakan saya kerana Allah Taala?"
Abdul Wahid terkesima sebab budaknya telah tahu doa yang diucapkannya kepada Tuihan. "Benar!" Jawabnya.
Mendengar itu, si budak menunjukkan ke arah batu yang menjadi pengganjal daun pintu, dan ia mengatakan bahwa batu itu adalah uang sebagai tebusannya.
Abdul Wahid merasa heran bagaimnana bisa batu pengganjal pintu itu dikatakan sebagai uang tebusan. Lalu, Abdul Wahid mengambil batu tersebut. Aneh, dengan serta merta batu tersebut berubah menjadi sebongkah emas. Abdul wahid tentu saja amat heran melihat kejadian ini.
Karena melihat sendiri bagaimana Allah SWT sangat dekat dan menyayangi budak tersebut, maka siang harinya Abdul Wahid pergi ke rumah kawannya yang menuduh budaknya itu telah bekerja menggali kubur. Abdul menceritakan kepada kawannya semua kejadian yang telah berlangsung di depan mata kepalanya sendiri.
Sementara Abdul Wahid berada di rumah kawannya, di rumahnya sendiri telah terjadi kekecuan. Anak perumpuan Abdul Wahid mencaci maki budak itu, kerana menyangka selama dua malam ayahnya tidak pulung ke rumah dan menuduh si budak telah membunuhnya. Anak perempuan Abdul Wahid menuding budak itu marah karena ayahnya berulang kali mengintip perbuatan jahat si budak menggali kubur orang mati.
Anak perempuan Abdul wahid itu dengan perasaan marah telah mengambil sebongkah batu, dan memlemparkannya ke arah budak tersebut. Lemparan ini terkena pada matanya dan menyebabkan bola mata si budak pecah dan keluar. Tak kuat menahan sakit, budah itu lalu jatuh pingsan.
Setelah peristiwa itu, tak berapa lama kemudian Abdul Wahid pulang ke rumahnya. Saat itu orang-orang ramai di rumah Abdul Wahid karena ingin melihat apa yang telah terjadi.
Begitu mengetahui kejadian tersebut, dengan perasaan marah Abdul Wahid mengambil pedang, lalu memotong tangan anaknya hingga putus. Abdul Wahid merasa kesal atas tuduhan yang dibuat oleh anaknya terhadap budak itu.
Satelah Abdul Wahid memotong tangan anaknya, budak itu lalu sadar dari pengsan. Budak itu bangkit serta mengambil bola matanya yang pecah dan terjatuh, lalu dimasukkan kembali ke dalam kelopaknya sambil berdoa kepada Allah supaya memulihkan kembali penglihatannya. Satelah berdoa, matanya kembali sembuh seperti sedia kala. Lalu, budak itu pergi mengambil potongan tangan anak Abdul Wahid yang putus. Ia menyambungkannya kembali seraya membaca sesuatu. Tidak lama kemudian tangan anak Abdul Wahid kembali pulih seperti sedia kala.
Selepas kejadian ini, si budak segera berpamitan dan pergi dari tempat itu. Sementara orang-orang keheranan dan takjub melihat keajaiban yang telah terjadi.
Demikianlah besarnya derajat orang yang taat dan patuh kepada perintah Allah. Budak itu telah memperolehi derajat dan kemulian dari Allah Subhanahu Wataala.

Label:

Baca Selengkapnya...

0 comments | links to this post

Minggu, 02 Maret 2008

PENGALAMAN RUH DI LUAR TUBUH


MAWAN SUGANDA
Benarkah menjelang kematian ruh berada di sekitar badan wadag kita? Lantas, apa sesungguhnya yang akan kita rasakan...?
Kisah ini terjadi pada awal Desember 1943, ketika tentara Amerika bertempur hebat melawan seradu Jepang di kepulauan Solomon. George Richie, seorang prajurit Angkatan Darat (AD) Amerika baru saja merayakan keberuntungannya mendapat kesempatan kuliah di Medical College di Virginia, yang berarti dia memiliki kesempatan untuk menjadi seorang dokter. Sayangnya, sebelum dipulangkan kembali ke Amerika, George ditugaskan bertempur ke garis terdepan.
Keberangkatannya ke garis depan tertunda karena dia tiba-tiba jatuh sakit. Entah apa sebabnya dada Goerge mendadak terasa amat nyeri, disusul dengan flu berat. Akibatnya, kondisi fisiknya dari waktu ke waktu bertambah lemah, hingga dia dimasukkan ke rumah sakit. Dan setelah beberapa hari dirawat, George Richie dinyatakan sembuh. Tetapi saat hendak kembali ke Richmond, Virginia, suhu badannya mendadak naik mencapai 100 derajat Fahrenheit. Pendengarannya tiba-tiba kabur. Di saat antara sadar dan tidak dia masih sempat mendengar bunyi mesin sinar X, namun tak lama kemudian sunyi senyap. Dia tak ingat apa-apa lagi. Secara medis Goerge Richie dinyatakan telah mati





Tapi, apa yang sebenarnya terjadi dengan anak muda pemberani itu?
Setelah tak sadarkan diri lagi, Goerge merasa terbangun dari tidur dan menyadari dirinya berada di atas sebuah tempat tidur kecil yang asing. Betapa terkejutnya dia, ketika meraba kepalanya, terasa sangat licin. Untuk sementara rasa terkejutnya hilang berganti dengan rasa panik. Khawatir ketinggalan kereta yang akan menuju Richmond, Viginia, dengan cepat dia melompat dari tempat tidur dan mencari seragamnya. Tapi tak ada, begitu pula dengan tasnya.
George Richie terkejut sekali, ketika melihat seorang pemuda terbujur kaku di atas tempat tidur itu. Dia merasa tak percaya atas penglihatannya sendiri, karena yang terbujur kaku itu adalah dirinya sendiri. Tanpa sempat berpikir lebih jauh pada apa yang tengah terjadi, George Richie berlari meninggalkan kamar. Dalam pikirannya dia harus cepat berangkat ke Richmond, sebab dia tak ingin terlambat tiba di Virginia untuk melanjutkan studinya.
Ketika dia tengah berlari dengan tubuh terasa sangat ringan, di sebuah lorong ia berpapasan dengan atasannya.
"Maaf, Sersan!" Katanya, karena hampir saja ia menabraknya. Tak lupa dia pun memberi hormat sebagaimana lazimnya tatakrama dalam dunia militer.
Tapi aneh sekali, perwira itu diam saja, bahkan dia terus melangkah seperti tidak melihat George Richie. Tentu saja anak muda ini menjadi kebingungan. Dia mengejar atasannya itu, tapi sang atasan benar-benar tak peduli, bahkan seperti sungguh-sungguh tak melihat kehadirannya.
Dalam keadaan panik, Goerge bahkan sengaja menabrakkan tubuhnya pada sang atasan. Aneh, perwira itu sama sekali tak bergeming. Bahkan, Goerge seperti tidak merasakan sentuhan apapun. Tubuhnya berubah hampa.
Selanjutnya Goerge Richie semakin tidak mengerti dengan serentetan kejadian yang menurutnya aneh. Namun George Richie bergegas ke luar karena dia sungguh-sungguh tidak ingin ketinggalan kereta. Lagi-lagi keanehan terjadi. Dia merasa dapat berjalan dengan amat cepat, seperti terbang saja. Dia juga baru menyadari kalau dirinya masih mengenakan piyama rumah sakit, tapi sama sekali tidak merasa kedinginan, padahal ketika itu musim dingin tengah menghebat.
Ketika tiba di sebuah jalan dekat sungai besar, kembali dia dibuat heran. Soalnya, tidak seorangpun yang berada di sana memperhatikan dirinya. Paling tidak, dia tahu hal itu dari orang-orang yang nyaris bertubrukan dengannya.
Lebih aneh lagi, dia dapat menembus boks telepon umum. Ketika dia bermaksud ingin menelepon ibunya di Virginia yang sudah barang tentu sangat menunggu kedatangannya. Dan keheranannya memuncak saat dia hendak memegang horn telpon, tidak juga dapat terpegang olehnya. Akhirnya, George Richie baru sadar bahwa dirinya tidak lagi “normal”.
“Apa yang terjadi dengan diriku?” Pikir Goerge hampir menangis.
George Richie yang pernah mempelajari masalah Out of Body Experience (OBE), yang berarti pengalaman ruh di luar tubuh kasarnya, dan Near Death Experience (NDE), pengalaman mendekati kematian, akhirnya menyadari saat itu dirinya adalah ruh dari badan halus. Sedang badan kasarnya adalah yang masih terbujur kaku di rumah sakit.
“Aku telah mati…?” Dia akhirnya menangis seorang diri.
Akhirnya, George Richie memutuskan untuk kembali ke tubuh kasarnya. Sungguh aneh, begitu dia berpikir untuk kembali ke rumah sakit menemui badan kasarnya, dalam sekejap mata dia telah berada di sana. Tanpa dia ketahui bagaimana prosesnya, tiba-tiba ia dapat menyatu lagi dengan tubuhnya dan terbangun.
Kenyataan itu amat mengejutkan bagi dokter yang baru saja menandatangani surat kematian George Richie. Dan George Richie dinyatakan hidup kembali pada malam 20 Desember 1943. Karena dibuat heran oleh pengalamannya sendiri, akhirnya George Richie menjadi seorang dokter yang secara khusus mempelajari impian-impian dan halusinasi, bahkan igauan ketika manusia sedang tidur atau sakit.
***

Pengalaman “mati suri” seperti yang menimpa Goerge Richie rupanya juga pernah dialami oleh penulis novel terkenal Ernest Hemingway. Ceritanya, setelah terluka dalam Perang Dunia I, penulis novel The Old Mand and The Sea itu merasakan sakit yang luar biasa. Suhu badannya tinggi, dan akhirnya dia jatuh pingsan. Dalam keadaan tak sadarkan diri inilah ruhnya pergi keluar meninggalkan tubuhnya.
Pengalaman yang mengesankan ini kemudian dia tuangkan ke dalam novelnya yang berjudul A Farewell to Arms. Salah satu bagian yang menarik, dalam keadaan tidak sadar itu Ernest mengaku telah melihat tubuhnya sendiri yang terbujur kaku. Dia juga merasa telah melihat malaikat-malaikat yang ingin menjemputnya. Namun, ada satu di antara malaikat-malaikat itu yang menghendaki Ernest kembali. Tubuhnya didorong oleh si malaikat. Dengan sebab musabab yang tidak jelas, Ernest bangun. Dia merasa seperti baru saja terjaga dari tidur dengan mimpi yang sangat panjang.
Itulah kisah nyata tentang pengalaman ruh di luar badan. Mudah-mudahan rekaman fakta ini bisa menjadi bahan renungan bagi kita bersama untuk terus menggali misteri tersebut agar kita kelak dapat menjalaninya dengan lapang. Setidaknya sejak sekarang kita mempersiapkan saat yang pasti tiba itu agar tidak terjadi penyesalan yang tanpa akhir di alam sana.




Label:

Baca Selengkapnya...

0 comments | links to this post

About

Name: Agus Siswanto
From: jakarta pusat, DKI Jakarta, Indonesia
About me:
More about me...

Page Rank

Last Post




Archives


Else

users online KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Subscribe with Bloglines Blogger Indonesia Cara Membuat Blog

Add to Google Reader or Homepage

site statistics THE BOBs

Credits

eXTReMe Tracker