put your own other links here (such as: adsense, friendster, multiply, your other blog, etc).

Kamis, 28 Februari 2008

AWAS PRAKTEK PENGGANDAAN UANG!

EKA SUPRIATNA
Dukun Usep sebenarnya tak mampu menggandakan uang atau menarik harta karun dari alam gaib. Tapi karena tergiur harta, dia pun nekat menipu dan membunuh pasien-pasiennya. Kita harus mewaspadai praktek-praktek semacam ini…!
Masih segar dalam ingatan, bagaimana tindakan dukun AS (Ahmad Suradji) di Medan terhadap korban-korbannya. Dengan dalih menuntut ilmu hitam, dukun yang katanya memiliki ilmu begu ganjang ini membantai pasien-pasiennya yang mayoritas perempuan.

Berdasar pengakuan dan hasil otopsi, dukun bejat ini juga sempat menyetubuhi beberapa korbannya sebelum dibunuh. Serta merta seluruh mata dan perhatian masyarakat tertuju pada sosok lelaki kurus asal Medan, Sumatera Utara ini.
Beberapa tahun kemudian, masyarakat perdukunan juga dihebohkan oleh ulah Sumanto. Lelaki asal Probolinggo, Jawa Timur ini mencuri jenzah yang baru saja dikuburkan. Jenazah itu dia masak seperti daging hewan, kemudian dimakan lantaran lapar. Pemuda yang menurut keterangan dokter memiliki penyakit kejiwaan ini pun ditahan polisi dengan tuduhan pencurian mayat. Tapi sejumlah keterangan lain menyebutkan, Sumanto memakan mayat lantaran tuntutan ilmu hitam yang tengah dipelajarinya.
Namun, seperti tak pernah jera, dunia mistik kembali dikejutkan ulah dukun Usep asal Lebak, Banten. Lelaki yang memiliki nama lengkap Tubagus Yusuf Maulana (41), ini sedikitnya membantai 8 orang yang tak lain adalah pasiennya sendiri. Dengan cara diracun 8 orang pasiennya itu dikubur dalam 2 lubang yang berbeda. Pertama pada 17 Mei 2007, dukun Usep membuat ritual penggandaan uang di sebuah perkebunan yang jauh dari pemukiman penduduk. Entah setan apa yang merasuki jiwa Usep, di sana dia meracuni 5 orang pasiennya dan dikubur dalam satu lubang.
Hal yang sama diulangi Usep pada 19 Juni 2007. Hari itu lelaki yang akrab disapa Abah ini mengajak pasien-pasiennya untuk melakukan ritual penggandaan uang di sebuah perkebunan yang letaknya sekitar 1 kilometer dari pemukiman penduduk. Jalan setapak yang terjal mereka lalui menuju lokasi ritual yang katanya keramat. Ditemani beberapa asistennya Usep menggiring pasien-pasiennya menuju lubang maut yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Malang nasib pasien-pasien dukun maut ini, mereka sama sekali tak menyadari niat jahat yang dipersiapkan Usep dan temannya. Di tepi lubang maut itu, pasien-pasien Usep disuruh minum ramuan khusus yang katanya bisa mempertemukan mereka dengan penghuni gaib tempat itu. Tapi sebenarnya ramuan itu adalah campuran air, gula merah dan potassium yang mematikan. Tentu saja tak lama setelah minum ramuan itu, pasien-pasien Usep meregang nyawa di tepi lubang.
Sempurna, Usep berpikir apa yang telah dia lakukan tak akan tercium aparat keamanan. Tapi sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya akan jatuh juga. Usep lupa bahwa korban-korban yang dia bantai itu memiliki keluarga yang mereka sayangi. Tentu saja keluarga mereka akan mencari dimana keberadaan korban setelah sekian lama menghilang. Tersirat pemikiran, mungkin korban tengah bertapa di gunung atau di gua. Tapi tentu akan ada akhirnya.
Dan, 23 Juli 2007 lalu adalah awal malapetaka bagi dukun Usep. Kala itu DI, istri Anto, melaporkan pada polisi bahwa dia kehilangan kontak dengan Anto sejak suaminya itu pergi ke dukun Usep. Menanggapi laporan DI, polisi kemudian menelusuri jejak Anto hingga akhirnya Usep mengaku dia telah menghabisi Anto dan kawan-kawannya di sebuah perkebunan. Selain Usep, polisi juga menangkap Oyon, tukang ojek yang sekaligus berprofesi sebagai asisten Usep. Oyon diduga kuat ikut membantu Usep membunuh korban.
Hasil penelusuran Misteri di Cileles, Lebak menemukan kenyataan bahwa Usep sebenarnya bukanlah dukun yang mampu menggandakan uang. Usep hanya dukun jadi-jadian yang mengeruk keuntungan dari pasien-pasiennya. Beberapa tahun terakhir ini Usep memang kerap didatangi orang dari wilayah Jakarta, Tangerang, Bogor, Bekasi dan sekitarnya. Mereka datang dengan berbagai persoalan, tapi bukan untuk menggandakan uang. Beberapa diantara mereka memang ada yang berhasil, tapi tidak sedikit pula yang gagal. “Usep dikenal orang sebagai dukun sekitar 10 tahun lalu. Dia banyak didatangi orang dari kota untuk minta bantuan,” tutur Burhan penduduk Cileles yang ditemui Misteri.
Lebih jauh Burhan menjelaskan, jika tak mampu menangai masalah pasiennya, Usep biasanya akan minta bantuan ke wilayah Malingping, Bayah dan Cikadueun, di pesisir Selatan kabupaten Lebak. Tapi Burhan sendiri tidak mengetahui di mana persisnya, sebab hal ini pun dia ketahui dari beberapa temannya yang kenal dengan Usep. “Kali ini dia kena batunya, mungkin dia melihat pasiennya banyak duit hingga dia tega membunuh pasien-pasiennya itu,” jelas Burhan.
Sementara, kepada para wartawan penyidik Polres Lebak menjelaskan, Usep sebenarnya bukan dukun. Dia tak memiliki kemampuan supranatural atau kesaktian apapun untuk membantu para pasiennya. Apalagi menggandakan uang atau menarik harta karun dari alam gaib. Praktek pedukunan Usep selama ini hanya kedok untuk mengeruk uang dari para pasiennya. Meski diantara pasiennya ada yang berhasil, itu hanya sebuah kebetulan belaka.
Heboh pembantian yang dilakukan dukun Usep ini tentu saja mengundang banyak reaksi. Terutama dari kalangan spiritualis yang banyak terpampang di majalah Misteri. Salah satu dari mereka itu adalah Ki Edan Amongrogo. Diakui Ki Edan, praktek perdukunan sekarang ini telah banyak tercemar oleh dukun jadi-jadian yang sebenarnya tidak memiliki kemampuan apa-apa. Mereka menjadi dukun lantaran merasa profesi ini bisa mendatangkan uang tanpa harus kerja keras. Padahal untuk menjadi seorang dukun atau paranormal tidaklah mudah. Sejumlah ilmu (spiritual-mistik) harus mereka kuasai agar dapat membantu masalah-masalah pasiennya.
Misalnya, seorang paranormal yang secara khusus mempelajari ilmu kedigjayaan, maka jangan heran jika dia memiliki ilmu kebal atau tahan senjata tajam. Ada juga paranormal yang konsisten mempelajari ilmu pelet, maka dia mampu membantu pasien-pasiennya yang bermasalah dengan urusan asmara, cinta atau rumah tangga. Demikian juga dengan paranormal lain yang memiliki kemampuan-kemampuan khusus. Tapi apa yang dilakukan dukun Usep ini adalah sebuah kesalahan. Dia melakukan sesuatu diluar kemampuannya. Dan manakala pasiennya menagih janji sang dukun kelabakan karena tak mampu memenuhinya. Akhirnya tersirat niat untuk menipu dan membantai pasien-pasien itu.
Tidak hanya itu, seorang dukun atau paranormal sejati juga harus mempelajari ilmu rasa, atau dalam istilah kedokteran disebut psikologi. Ilmu ini diperlukan agar seorang paranormal bisa mengarahkan pasiennya untuk tetap optimis dalam menghadapi masalahnya agar dia berhasil. Bagaimana mungkin seorang pasien bisa berhasil jika sang dukun tidak mampu memotivasi pasiennya untuk berhasil. Sebab keberhasilan seorang dukun juga ikut ditentukan oleh prilaku pasiennya. “Paranormal sejati itu bukan hanya mampu baca mantra dan komat-kamit di depan dupa. Tapi dia juga harus mampu membaca kejiwaan pasien dan memotivasi pasiennya untuk berhasil,” jelas Ki Edan.
Lebih jauh tentang praktek dukun Usep, Ki Edan menilai pria beranak dua asal Lebak, Banten, ini bukanlah seorang dukun apalagi paranormal. Dia hanya seorang penipu yang berkedok dukun. Dia hanya memanfaatkan situasi pasiennya yang terjepit untuk kepentingannya sendiri. Sebab sejauh pengamatan Ki Edan, tidak ada atau belum ada paranormal yang mampu menggandakan uang. Yang ada hanyalah nyupang atau ngipri yang menumbalkan nyawa orang lain atau keluarga.
Diakui Ki Edan, dalam situasi ekonomi seperti sekarang ini, jasa dukun, paranormal atau spiritualis memang menjadi laris. Namun hendaknya setiap orang berhati-hati dalam memilih paranormal, sebab banyak orang yang tak memiliki ilmu apa-apa mendadak jadi dukun. Hanya dengan modal penampilan, pakaian dan pembicaraan yang meyakinkan mereka nekat praktek. Alhasil mereka tak mampu berbuat apapun untuk membantu orang lain dan pasien-pasiennya. Begitulah apa yang terjadi atas dukun Usep, karena tergiur harta, dia nekat membunuh pasien-pasiennya.

Label:

Baca Selengkapnya...

0 comments | links to this post

Rabu, 27 Februari 2008

HEBOH, LUKISAN BUNG KARNO BISA HIDUP

SUDIBYO
Konon, makhluk halus bernama Jatoro Suro itu merupakan jin penunggu Gunung Kelud yang telah ditaklukkan oleh Bung Karno. Dia menjadi pengawal gaib Bung Karno semasa hidupnya. Setelah sang majikan wafat, Jatoro Suro berdiam di dalam lukisan Bung Karno. Benarkah…?
Lukisan dengan obyek figur Bung Karno yang ada di Museum Bung Karno, menurut sejumlah kesaksian tampak hidup. Konon, ini bisa dilihat di bagian dadanya yang tampak berdetak layaknya orang yang sedang bernafas. Padahal, ketika masih berada di Istana Bogor, lukisan ini tak menampakkan fenomena keganjilan apapun. Lalu, fenomena apa sebenarnya yang terjadi pada lukisan bergambar tokoh proklamator ini? Berikut laporannya….

Di sisi selatan makam Ir. Sukarno di Blitar, Jawa Timur, ada sebuah museum yang lebih dikenal dengan nama Museum Bung Karno. Lokasi museum ini, tepat berhadap-hadapan dengan makam sang Proklamator.
Sebagai museum yang identik dengan Bung Karno, seluruh museum ini berisi barang-barang yang semua ada kaitannya dengan presiden RI pertama tersebut. Mulai dari uang kuno bergambar Bung Karno yang dapat kembali dengan sendiri ketika digulung, buku-buku milik Bung Karno, foto-foto kegiatan suami Fatmawati ini ketika masih menjadi presiden, serta sebuah bendera kuno yang terbuat dari kain penutup dada Fatmawati yang pernah di kibarkan pada tanggal 16 Agustus 1945 di Rengasdengklok.
Salah satu koleksinya termasuk pula sebuah tas koper besar dari kulit yang selalu dibawa oleh Bung Karno ketika keluar masuk penjara, atau ketika ayah kandung Megawati ini belum menjadi presiden. Disamping itu masih banyak lagi barang-barang milik Bung Karno yang dipamerkan di dalam museum ini.
Selain benda-benda yang mempunyai nilai sejarah yang erat kaitannya dengan Bung Karno, di museum yang tak pernah sepi oleh pengunjung ini, juga terdapat sebuah lukisan besar dengan ukuran 150 cm x 175 cm yang bergambar Bung Karno. Keanehan pada lukisan ini, menurut sejumlah orang yang pernah melihatnya adalah tampak hidup. Konon, siapapun yang melihat lukisan ini sambil memusatkan konsentrasi serta pandangan terarah penuh di bagian jantung Bung Karno pada lukisan ini, maka seketika tampak bergerak, seolah berdetak seperti layaknya orang yang sedang bernafas. Padahal, lukisan bergambar Bung Karno yang sedang menggunakan jas serta berkopiah ini, menurut salah satu penjaga museum bernama Tanwir, 36 tahun, tergolong lukisan baru.
Menurut keterangan Tanwir, gambar Bung Karno yang dilukis di atas kanvas ini, dilukis oleh IB Said pada tahun 2001 yang lalu. Seterusnya, setelah diserahkan kepada keluarga sang proklamator yang meninggal 21 Juni 1970 ini, disimpan di Istana Bogor. Namun tiga tahun setelah disimpan di Istana Bogor, lukisan bergambar lelaki gagah yang lahir 6 Juni 1901 ini, oleh pihak keluarga kemudian dibawa ke Blitar dan disimpan di museum Bung Karno.
Sejak disimpan di Museum Bung Karno, lukisan bergambar putra pasangan suami isteri R. Sukeni Sosrodiharjo dan Ny. Ida Ayu Nyoman Rai ini tampak hidup. Fonemena ini untuk pertama kalinya terjadi ketika perayaan Haul Bung Karno di tahun 2004 yang silam. Ketika itu, banyak pengunjung heboh karena menyaksikan lukisan seperti hidup.
Sejak saat itu, setiap kali ada pengunjung yang masuk museum ini, lukisan ini menjadi obyek yang kali pertama menjadi perhatian mereka. Lebih-lebih lagi, lukisan bergambar tokoh yang makamnya diapit oleh kedua orang tuanya ini, diletakkan tepat di depan setelah pintu masuk.
Lalu, fenomena apa sebenarnya yang terjadi pada lukisan ini?
Menurut penjaga museum Tanwir, sebagaimana cerita orang-orang linuwih yang pernah melakukan tirakat di depan lukisan ini, konon lukisan itu memang ada khodamnya. Menurut Tanwir, khodam lukisan adalah salah satu makhluk halus dari Gunung Kelud yang selalu mengawal Bung Karno ketika sang proklamator ini masih hidup.
Agaknya, setelah Bung Karno meninggal, sosok gaib ini tetap menjadi pengawal setia dan menetap di sekitar makam sang Proklamator. Karena itulah, mengapa lukisan ini baru menunjukkan fenomena setelah dipindah dari istana Bogor ke museum Bung Karno di Blitar.
“Yang jelas, menurut beberapa orang paranormal serta Kyai yang pernah mendeteksi lukisan ini, katanya memang ada sosok mantan pengawal Bung Karno yang sekarang menjadi khodam lukisan ini,” jelas Tanwir kepada Misteri.
Masih menurut pria yang asli Makasar ini, dulu sebelum lukisan ini berada di Museum Karno, sosok gaib khodam tersebut tinggal di sekitar makam sang proklamator. Namun tak jelas di sisi sebelah mana. Tapi yang jelas, berada di dalam komplek makam Bung Karno. Dan setelah lukisan itu berada di museum, mantan pengawal gaib Bung Karno dari Gunung Kelud ini, menghuni lukisan tersebut. Karena itula, menurut Tanwir, kemudian lukisan itu tampak hidup seperti orang yang sedang bernafas.
“Saya bukan supranaturalis, tapi keterangan seperti itu saya dapat dari para orang linuwih yang pernah datang ke sini. Termasuk orang linuwih dari luar Jawa. Dan rata-rata, hasil pendeteksian mereka sama,” papar Tanwir dengan nada serius.
Lalu, bagaimana sosok yang disebut-sebut berasal dari Gunung Kelud ini bisa menjadi pengawal Bung Karno ketika masih hidup dan kemudian tetap setia menunggui tuannya walau sudah wafat?
Sebagaimana cerita Tanwir yang didapat dari para spiritualis yang pernah melakukan pendeteksian dan mampu melakukan komunikasi dengan sosok gaib penghuni lukisan ini, bahwa sebagaimana telah banyak diketahui oleh publik, ketika masih hidup, Bung Karno merupakan orang yang suka melakukan meditasi atau ritual di tempat-tempat keramat. Salah satu tempat yang pernah digunakan Bung Karno untuk melakukan ritual adalah sebuah tempat keramat di Gunung Kelud yang menjadi perbatasan antara wilayah Kabupaten Blitar dan Kediri, yang kini hanya berjarak sekitar 20 km dari makamnya.
Pada saat melakukan ritual inilah, ada sosok makhluk halus yang berusaha menggoda Bung Karno. Namun sang proklamator yang kenyang makan asam garamnya penjara di zaman Belanda ini, tak terpengaruh oleh godaan makhluk halus yang berusaha menggagalkan meditasinya.
Karena digoda tak mempan, kemudian sosok makhluk yang dikenal dengan nama Jatoro Suro ini, berusaha menyerang Bung Karno. Karena diserang, tokoh yang selalu membawa tongkat komando ketika masih menjadi presiden ini kemudian melawannya.
Dalam pertempuran yang sebenarnya terjadi di alam gaib ini, Jatoro Suro berhasil dikalahkan oleh Bung Karno. Karena sudah takluk, kemudian sosok ini menyerahkan seluruh jiwa raganya untuk mengabdi kepada Bung Karno.
Sejak saat itu, Jatoro Suro menjadi pengawal setia Bung Karno yang berasal dari makhluk halus. Bahkan mungkin satu-satunya pengawal dari alam gaib. Kesetiaan Jotoro Suro kepada Bung Karno, tak hanya sebatas ketika tokoh proklamator ini berada di pulau Jawa. Saat Bung Karno berada di pengasingan karena ditangkap oleh Belanda, sosok lelembut ini masih setia menjadi pengawal. Termasuk saat Bung Karno diasingkan ke Ende, Flores.
Tak hanya sampai di situ kesetiaan Jotoro Suro, setelah menjadi taklukkan Bung Karno. Pasalnya, saaat Bung Karno menjelang ajal, lelembut sakti dari Gunung Kelud ini masih setia mendampingnya. Bahkan hingga Bung Karno wafat. Karena kesetiaannya terhadap orang yang pernah menaklukkan dirinya, setelah Bung Karno wafat, Jatoro Suro kemudian memilih menetap di komplek makam Bung Karno.
Bahkan disebut-sebut, setelah Bung Karno wafat, sosok Jotoro Suro mampu merubah wujudnya menjadi Bung Karno. Karena itu, setelah lukisan yang benar-benar mirip Bung Karno itu dipindah dari istana Bogor ke museum Bung Karno di Blitar, kemudian Jotoro Suro memilih menjadi penghuni gaib lukisan tersebut.
“Kalau cerita yang saya dapat dari para spiritualis luar kota dan seorang Kyai dari Malang yang mampu berkomunikasi dengan sosok makhluk halus penghuni lukisan ini, cerita asal-usulnya ya seperti itu. Mengenai kebenarannya saya kurang tahu. Namun yang jelas, detak atau gerakan di lukisan ini, tanpa rekayasa. Ini asli fenomena gaib,” pungkas Tanwir mengakhiri ceritanya.

Label:

Baca Selengkapnya...

0 comments | links to this post

RAMALAN JIN SING SING DARI DANAU SINGKARAK

EKA SUPRIATNA
Jin Sing Sing adalah peliharaan seorang dukun santet di Sumatera Barat. Kemudian dia dibebaskan dari kungkungan sang dukun, dan kini dia bisa dipanggil oleh pemeliharanya. Salah satunya untuk dimintai ramalan. Seperti apakah ramalan sang jin…?
Maya tiba-tiba berubah. Perempuan berdarah minang yang kalem itu mendadak sangar. Tatapan matanya tajam, seperti harimau hendak menerkam mangsanya. Prilaku Maya tak lagi memperlihatkan jati dirinya sebagai seorang wanita. Maya, bukan nama sebenarnya, lebih pantas disebut seorang lelaki atau wanita yang liar. Mulutnya menceracau menceritakan hal-hal aneh yang menurut akal sehat sulit diterima. Sesekali mulutnya itu mengepulkan asap rokok yang dihisapnya dalam-dalam. Kala itu, Maya memang tengah kerasukan Jin Sing Sing dari Danau Singkarak, Sumatera Barat.

Menyaksikan keadaan Maya yang tengah kerasukan Jin Sing Sing memang mengkhawatirkan. Perempuan kurus yang berbalut T-Shirt dan celana jeans biru ini benar-benar kehilangan akal sehatnya. Tatapan matanya yang tajam bisa berubah mendadak layu, kedipan matanya pun menjadi jarang. Kepalanya merunduk seperti orang tengah tidur, tapi mulutnya terus menceracau tak mau berhenti.
Suasana di rumah Uda Darmawan di Cipinang, Jakarta Timur pun terasa angker dan menakutkan. Aura mistik menyelimuti rumah dua tingkat yang sempit itu. Yah, Jin Sing Sing memang tengah berada dalam raga Maya dan menguasai seluruh kekuatan mistik yang ada di sana.
Tapi dibalik semua itu ada hikmah yang bisa diambil dari kesurupan yang dialami Maya. Perempuan itu mendadak banyak tahu soal keadaan Indonesia dan situasinya saat ini. Maya yang tengah kesurupan itu juga bisa meramalkan apa yang akan terjadi di kemudian hari.
Tak hanya itu, Maya juga bisa menebak dengan benar apa yang ada dalam diri seseorang. Termasuk juga Maya bisa menebak isi hati seorang wartawan yang menyertai Misteri saat itu.
Dalam keadaan kesurupan Maya memang bisa diperintahkan apa saja. Dan memang untuk itulah Misteri datang ke rumah Uda Darmawan.
Di rumah Darmawan, Maya menceritakan kebobrokan moral para pemimpin negeri ini. Menurutnya hal itu yang perlu dibenahi saat ini agar Indonesia ini bisa menjadi negara yang makmur dan rakyatnya sejahtera. Tapi korupsi di negeri yang subur makmur ini sepertinya tak akan berhenti.
Dalam keadaan kesurupan, Maya menceritakan betapa hebatnya korupsi yang ada dalam tubuh pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Bahkan katanya lebih besar ketimbang pemerintah-pemerintah sebelumnya. Meski Komisi Pemberantasan Korupsi yang dibentuk Pemerintah SBY mampu menjerat beberapa orang koruptor dan menjebloskannya ke penjara, tapi masih tak sebanding dengan nilai yang dikorup oleh mereka.
Masih dalam keadaan kesurupan, Maya juga mengatakan bahwa pemerintahan SBY akan mampu bertahan hingga akhir masa jabatannya. Namun di penghujung tahun 2008, SBY akan digoyang berbagai kasus yang menjerat dirinya dan merusak nama baiknya sebagai presiden. Bukan tanggung-tanggung, badai yang mendera SBY itu akan datang dari para politikus senior dan petinggi-petinggi TNI yang telah pensiun dan yang masih aktif memegang jabatan penting.
Sebagai presiden berdarah Jawa yang memahami hal-hal mistik, SBY juga telah mengantisipasi serangan mistik. Hal ini diutarakan Maya ketika dia ditanya Misteri tentang kemungkinan kekuatan mistik yang bakal menyerang presiden asal Pacitan, Jawa Timur ini. Menurut Maya yang masih kesurupan, SBY telah menanam tumbal di setiap pojok Istana Negara di Jakarta. Tumbal-tumbal itu sengaja ditanam sejumlah orang pintar dan linuwih yang membekingi SBY. Dalam penglihatan Maya, di setiap sudut Istana Negara tertanam kepala kambing kendit dan beberapa ubo rampe.
“Semua pemimpin di negeri ini menggunakan jasa mistis spiritual atau apalah namanya,” ujar Maya dalam logat Minang yang medok.
Dari sekian banyak ucapan-ucapan yang menceracau dari mulut Maya, yang paling menarik adalah akan adanya gempa besar yang mengguncang Pulau Sumatera dan Jawa. Akhir Desember 2007, warga Bengkulu dihebohkan oleh adanya prediksi dari seorang ilmuwan Brazil yang mengatakan akan adanya gempa yang diikuti tsunami di pantai Bengkulu. Tapi ternyata itu tidak terbukti. Menurut Maya, gempa yang diikuti tsunami itu akan terjadi pada Desember 2008. Gempa ini dilihat Maya akan mengguncang pantai selatan pulau Sumatera, bukan hanya Bengkulu.
Masih dalam keadaan trance, Maya juga mengatakan pulau Jawa akan diguncang gempa hebat di pertengahan tahun 2009. Lokasi terparah akibat terjangan gempa ini adalah daerah Surabaya hingga ke ujung timur pulau Jawa. Selanjutnya gempa-gempa berkekuatan kecil juga terus mengguncang hingga ke ujung timur Indonesia. Dan sebuah gempa berkekuatan di atas 6 skala richter (SR) akan memporak-porandakan jajaran pulau Nusa Tenggara dan Timor Leste.
Jin Sing Sing yang merasuki raga Maya juga mengisyaratkan agar manusia berhati-hati dengan bencana air dan tanah sepanjang tahun 2008 hingga 2012. Menurut Jin yang berasal dari Danau Singkarak, Sumatera Barat ini, sepanjang 5 tahun ke depan kekuatan air dan tanah akan menguasai seluruh permukaan bumi. Tanah dan air yang kita huni akan meminta tumbal atas kesalahan yang telah kita lakukan. ]
“Manusia telah memperlakukan tanah dan air dengan semena-mena, maka dia akan marah dan menuntut balas,” tutur Jin Sing Sing yang meminjam wadag Maya.
Sebenarnya, jika kita mau membaca alam raya, apa yang diutarakan Maya meski dalam keadaan kesurupan ini memang benar. Bahwa bumi diciptakan Tuhan dengan kondisi yang seimbang. Di atas bumi yang kita pijak ini terdapat empat unsur yang saling berkaitan, ada tanah, air, api dan udara, dimana jumlah unsur-unsur harus tetap seimbang. Ketika salah satu unsur berkurang, atau salah satu unsur malah berlebih, maka dengan caranya sendiri alam akan menyeimbangkan dirinya.
Misalnya, ketika alam kelebihan api, maka manusia akan merasakan kepanasan. Sadar atau tidak, manusia akan mancari air untuk minum atau tempat-tempat sejuk dan dingin yang didominasi air dan tumbuhan. Dalam skala yang lebih besar, ketika alam kelebihan unsur api (panas bumi-Red.), alam akan menyeimbangkan diri dengan caranya sendiri. Alam akan mengguyur bumi dengan air, maka terjadilah hujan yang berkpanjangan dan mengakibatkan bajir.
Jika air saja tidak mampu menghilangkan dahaga alam, dia akan mencairkan gunung-gunung es. Dan inilah yang sekarang tengah terjadi di atas muka bumi ini. Dengan sombongnya manusia mengeksploitasi alam, membabat hutan hingga gersang dan meludahi langit dengan asap. Tanpa sadar, alam terasa panas dan kita sendiri merasa musim panas beberapa tahun terakhir ini berlangsung lama dan panjang. Maka alam akan mereformasi dirinya. Dia akan membuat musim hujan tahun-tahun ke depan lebih lama dengan curahannya yang lebih besar.
Tak hanya itu, alam juga akan mencairkan gunung-gunung es di wilayah kutub. Ini semua dilakukan alam agar dia tetap dalam keadaan seimbang. Dan penyeimbangan yang dilakukan empat unsur alam ini tentu saja akan berdampak terhadap kehidupan manusia. Tapi itulah resiko yang harus ditanggung manusia. Sebab apapun yang terjadi di muka bumi ini, semua akibat ulah manusia itu sendiri. Kita tak mampu membaca gejala alam.
“Jika alam merasa panas, dia akan mengguyur dirinya dengan air. Maka terjadilah banjir, akibatnya manusia akan kehilangan tempat tinggal atau tanah. Itulah hukum alam,” desis Maya seperti mengigau.
Sesaat kemudian Maya terdiam, dia tengadah seperti tengah menyelidiki sesuatu di langit-langit rumah Darmawan. Cukup lama dia menatap langit-langit rumah itu. Sesekali matanya dipicingkan seperti tengah mengeker atau menyelidiki. Rokok di tangan kanannya tetap mengepul. Mungkin sudah 7 atau 8 batang Maya merokok tanpa putus. Setiap kali rokok di tangannya habis, dia langsung menunjuk setumpuk rokok yang ada di meja. Lalu seorang lelaki di samping kiri Maya dengan setia pula membakar rokok yang terselip di bibir wanita yang usianya baru 20 tahun ini.
Tak berapa lama berselang, Maya berteriak histeris. Dia menjerit, memekakan telinga. Mulutnya terus menceracau mengatakan hal-hal yang tidak jelas dan sulit dipahami. Sesekali tangannya dia rentangkan ke atas. Namun sesaat kemudian tangan mungil berbalut T-Shirt biru itu dia rentangkan ke depan. Maya seperti melihat sesuatu dan mencoba menjelaskannya pada kami. Tapi tak seorang pun diantara kami yang memahami apa maksud Jin Sing Sing yang tengah merasuki raga Maya.
“Mungkin Maya sudah tak tahan, Jin Sing Sing-nya ingin keluar,” cetus salah seorang di antara kami.
“Iya benar, nampaknya raga Maya sudah mulai kelelahan,” Darmawan kemudian membenarkan.
Akhirnya Uda Darmawan berusaha menyadarkan Maya dan mengeluarkan Jin Sing Sing dari perempuan ini. Hanya perlu waktu beberapa detik saja, Maya sudah kembali sadar dan celingukan. Selanjutnya dia berjalan ke belakang seperti orang tak mengerti apa-apa. Dialog dengan Jin Sing Sing pun berakhir dengan selamat.
Jin memang salah satu makhluk Tuhan yang bisa dipanggil dan dimintai tolong oleh manusia. Tapi, sebaik-baiknya Jin, adalah seburuk-buruknya manusia. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari tulisan ini.

Label:

Baca Selengkapnya...

0 comments | links to this post

PERAN SUPRANATURAL DI KALANGAN PENGUSAHA OLEH: DHANY

Sejumlah pakar supranatural, baik di Jawa Timur maupun di Bali yang dihubungi Misteri, tidak memungkiri kiprah mereka dalam menunjang keberhasilan kalangan pengusaha. Khususnya pebisnis di Pulau Dewata. Seperti apa…?
Semua hal berbau supranatural, jauh lebih universal dibanding hal-hal realita. Tidak terkecuali kiprah manusia di kancah bisnis lokal maupun nasional. Pendek kata, para pelaku usaha (pengusaha) kaya yang belakangan menguasai pangsa pasar bisnis lokal dan nasional, tidak dapat dipisahkan dari andilnya supranatural melalui berbagai pirantinya.

Tetapi, watak culas dan kemunafikan pada diri manusia selalu menepiskan realitas tersebut. Mereka sengaja memberikan kesan bahwa keberhasilan bisnisnya murni sebagai buah dari ketajaman naluri sebagai seorang pengusaha dalam membaca pangsa pasar, ditunjang dengan koneksi dan network yang solid.
Yang menarik, para pengusaha di Bali yang belakangan ini mulai menarik perhatian kalangan pengusaha nasional, kian tercium adanya keterlibatan peran supranatural dalam menopang kelancaran dan kesuksesan mereka dalam menjalankan usahanya. Pengakuan ini memang tidak pernah keluar melalui celah bibir mereka, sebab mereka menganggap tabu melibatkan supranatural dalam bidang usaha, meskipun hal itu sesungguhnya saling kait mengait bahkan susah untuk dipisahkan.
Sejumlah pakar supranatural (supranaturalis), baik di Jawa Timur (Jatim) maupun di Bali yang dihubungi Misteri, tidak memungkiri kiprah mereka dalam menunjang keberhasilan kalangan pengusaha di Pulau Dewata. Salah satunya Gde Agung Jumenti, 77 tahun. Sosok yang dikenal sebagai ahli mistik dunia bisnis ini mengaku sedikitnya belasan pengusaha di sejumlah kota di Pulau Bali sudah meminta jasa supranaturalnya.
“Jasa supranatural ini terutama dalam upaya membukakan gagasan bisnis sekaligus melancarkan proses usahanya,” urai Gde Agung Jumenti.
Tidak ada bedanya dengan pengusaha di seantoro negeri, lanjut Jumenti, kebanyakan dari mereka merasa percaya diri (PD) saat usahanya dibekingi supranaturalis, terutama supranaturalis yang sudah punya pamor. Dan faktanya, masing-masing pengusaha punya supranaturalis pribadi yang selalu membekingi setiap usaha apapun yang ditekuni.
Senada dengan Gde Agung Jumenti, orang pintar asal Jawa Timur, H Bagus Abdurrahman, 60 tahun, juga membenarkan kiprah supranatural di tengah-tengah gelora bisnis di Tanah Air. Bahkan dia mengecam keras terhadap pengusaha yang memungkiri jasa supranaturalis dalam menunjang pergerakan bisnisnya.
Kenyataan semacam ini, menurut Abdurrahman, sudah berlangsung lama. Bisa jadi sejak Indonesia belum merdeka. Hanya saja, karena takut menurunkan kredibilitas intelektualnya sebagai pengusaha, maka mereka suka memungkiri kenyataan yang sesungguhnya.
“Itu hal lumrah saja, sebab mereka memang lebih bangga ketika orang memuji kesuksesan bisnisnya dengan menyebut pengusaha ulet yang punya manajemen andal daripada dihubungkan dengan hal-hal berbau supranatural,” tandasnya.
Abdurrahman menyebutkan pula, keberhasilan pengusaha tidak mutlak hanya hasil kerja keras beking supranaturalis. Idealnya, supranatural berperan sebagai penunjang motivasi dalam melancarkan manajemen. Jadi, dirinya tetap menyetujui, yang lebih tepat, kesuksesan pengusaha disebabkan andalnya manajemen yang dimotivasi kekuatan supranatural, dengan seizin Tuhan tentunya.
Pengusaha di Pulau Dewata belakangan ini mulai menunjukkan eksistensinya sebagai orang-orang kaya dari hasil kesuksesannya meniti usaha di daerahnya. Keberhasilan ini tentu saja tidak terlepas dari gaung Bali sebagai obyek wisata bertaraf internasional. Dari sekian daftar pengusaha peringkat atas di Bali, memang sebagian besar bergerak di bidang pariwisata. Hal itu karena Bali identik dengan pariwisata, sehingga industri yang paling menonjol dan bisa melahirkan orang-orang kaya baru adalah dari bisnis pariwisata ini.
Memang, akibat Tragedi Bom Bali I (12 Oktober 2002) dan Bom Bali II (1 Oktober 2005), Bali menjadi kering akan kunjungan wisatawan. Namun, dampak yang ditimbulkan hanya terasa di golongan bawah saja. Sedangkan golongan berduit dan berdeposito akan mencari usaha-usaha baru guna menambah simpanan yang berkurang gara-gara dampak tersebut. Terbukti, hanya dalam kurun waktu relative singkat, telah kembali bermunculan pengusaha-pengusaha dengan akumulasi kekayaan cukup mencengangkan.
Bukti otentiknya, hingga Desember 2007 tercatat 21 pengusaha pribumi dan pendatang yang mampu mengibarkan bendera keberhasilan dalam menggeluti kompleksitas usahanya. Berikut ini daftar nama pengusaha terkaya di Bali yang berhasil dirangkum Misteri dari sumber yang layak dipercaya:
1. I Wayan Kari, pemilik Grup Waka. Basis operasional di Bali. Bidang usaha pariwisata (Waka Land Cruise, Waka di Ume, Waka Nusa, Waka Maya, Waka
Gangga, Waka Shorea, Waka di Abian, Waka Namya, Waka Barong, Hotel Oberoi Bali dan Lombok, Waka Dive), Konsultan Manajemen, Arsitektur (Sain D Sain), transportasi (taksi, rental mobil, kapal penumpang sepat), periklanan (Matamera Advertising), dan perumahan (menggarap hotel satu grup dan knockdown house), tiga hotel di Manado, dan satu di Bintan.
2. Anak Agung Ngurah Mahendra. Basis operasional di Bali. Mendirikan PT Khrisna Kreasi pada tahun 1985 di bidang usaha produksi dan eksportir garmen, forwarder dengan tiga cabang (Ubud, Jakarta, dan Surabaya), periklanan, perdagangan, jasa gudang, money changer, teknologi informasi, dan agen wisata, perusahaannya kini berjumlah 12 buah.
3. I Gde Wiratha dan Kadek Wiranatha. Basis operasional di Bali. Mendirikan PT Gde & Kadek Brothers. Bidang usaha pariwisata (penginapan, biro perjalanan, restoran kafe, kapal pesiar, dan penerbangan). Group Bounty (Bounty Hotel, Hotel Barong, Dewi Sri Cottages, Vila Rumah Manis, Bounty Cruises, Paddy’s Cafe, Sari Club, Bounty Mall, Double Six, Gado Gado Restaurant, AJ Hackett Bungy, taksi Pan Witri dan Praja Taksi), biro perjalanan Calvin Tour & Travel, Bali Safari Rafting, Air Paradise International. Berencana membangun kembali Sari Club di Legian, Kuta, yang dibom teroris pada 12 Oktober 2002 (Bom Bali I), dan sircuit balap Formula-1 (F-1).
4. Gde Sumarjaya Linggih. Pemilik grup Ganeca. Basis operasional di Bali dan Bandung. Bidang usaha hotel (Hotel Sol Lovina berkapasitas 120 kamar, 8 villa, dan satu president suite, serta hotel di Nusa Dua), printing supplier, dan minuman anggur (Indico Wine). Kini grup Ganeca Prima membawahi 11 anak perusahaan dan membangun Bali Trade Centre.
5. ABG Satria Naradha pemilik kelompok media massa Bali Post. Basis operasional Bali dan Mataram, kini ekspansi ke Jakarta, Yogya, Bandung, Semarang, Palembang, dan Aceh. Bidang usaha surat kabar (Bali Post, Denpost, Bisnis Bali, Suara NTB, dan Prima), tabloid (Tokoh, Bali Travel News, Wiyata Mandala, dan
Lintang), radio (Swara Widya Besakih, Global Kinijani, Genta Bali, Singaraja FM), TV (Bali TV, Yogya TV, Semarang TV, Bandung TV, Palembang TV, dan Aceh TV) dengan pendapatan iklan per tahun yang menonjol sebesar Rp 198,3 miliar dari Bali Post ditambah Rp 33,3 miliar dari Bali TV.
Disamping kelima nama di atas, masih ada nama lain seperti: Putu Suryajaya, AAM Sukadhana Wendha, Putu Agus Antara, Putu Subada Kusuma, Ida Bagus Tjetana Putra, Nyoman Dana Asmara, Gede Agus Hardiawan, Desak Nyoman Suarti, Gde Ngurah Wididana alias Pak Oles, Bagus Sudibya, Tjok Oka Artha Ardhana. S, M. Sunhaji, Djuwito Tjahjadi, Joseph Theodorus Wulianadi alias Joger, dan Panudiana Kuhn.
Selain 21 orang pengusaha pribumi dan pendatang yang mengenyam kesuksesan di Bali, masih belasan pengusaha sukses lainnya yang belum sempat terdaftar, namun asset mereka rata-rata di atas Rp 5 miliar. Dari belasan pengusaha tersebut, ternyata sangat sulit membuka mulut untuk mengakui andilnya supranaturalis terhadap kesuksesan usaha yang mereka geluti.
Tetapi tidak semua pengusaha enggan untuk mengakui peran supranaturalis dalam menopang keberhasilan usahanya. Bagi pengusaha Jawa Timur, H Ariffin SE, kesuksesan bisnis mesti diusahakan secara total, mulai lahir maupun bathin.
Dijelaskan pengusaha otomotif pemilik 80 unit bus patas trayek antar kota antar propinsi tergabung dalam AKAP serta pengusaha kayu dan pabrik es ini, bahwa manajemen, koneksi dan tim network sangat besar perannya dalam mengemudikan kendaraan bisnis. Sehingga, tenaga ahli yang punya spesifikasi ilmu manajemen tertentu, punya nilai tawar tinggi saat direkrut bekerja di bidang usaha. Tetapi, kehandalan tenaga ahli masih belum lengkap tanpa dorongan bathiniah yakni doa.
“Doa disini, selain doa pribadi masing-masing, biasanya agar lebih afdol, pengusaha meminta doa kepada orang-orang tertentu yang sudah mengibarkan bendera dalam kancah supranatural,” terang Ariffin.
Menurut Ariffin, idealnya pengusaha tidak perlu malu untuk mengakui hal ini. Sebab, tidak ada kata tabu bagi pengusaha untuk melibatkan paranormal dalam kapasitas untuk mendoakan keberhasilan usaha.

Label: ,

Baca Selengkapnya...

2 comments | links to this post

SOEHARTO DAN MISTIK ANGKA-ANGKA

YUSLAM HANAFI
Misteri angka-angka Soeharto adalah 26, 27 dan 28. Perjalanan hidupnya yang warna-warni berada dalam naungan kombinasi angka-angka tersebut. Seperti apakah analisanya…?
Orang kuat yang lebih dari 32 tahun berkuasa di Indonesia itu telah tiada. Jasadnya dimakamkan di cungkup Argosari Komplek Makam Astana Giribangun. Sebuah komplek makam termuda leluhur dinasti Raja Mataram Imogiri,Yogyakarta. Terletak di ketinggian 666 meter dpl. Wilayah kabupaten Karanganyar, Solo, Jawa Tengah.
Selama hidup, hingga akhir hayatnya, Pak Harto meninggalkan sebuah tanggal dan angka misteri yang berurutan, yaitu: 26, 27, dan 28. Kombinasi angka-angka tersebut membawa makna tersendiri baginya. Berikut kajiannya:
Tanggal /Angka 26
- Tanggal 26/12/1947, Pak Harto menikah dengan Siti Hartinah, anak seorang Wedana di Waruyantoro, Solo.
- Angka 26, Pak Harto meresmikan RSPP Jakarta pada tanggal 6/1/1972, bila dijumlah (6+1+1+9+7+2=26). Di RSPP itulah Pak Harto dirawat dan menghembuskan nafas terakhirnya. Selama dirawat 23 hari, dari tanggal 4-27 Januari 2008, Pak Harto menghabiskan biaya sebesar Rp 1.509 miliyar.

Tanggal/Angka 27
- Rabu Kliwon tanggal 8/6/1921, adalah kelahiran Pak Harto. Bila dijumlah 8+6+1+9+2+1=27, tepat dengan tanggal kematian Pak Harto, Minggu 27 Januari.
- Angka 27, Pak Harto diangkat sebagai Komandan Brigade 10 Wehrkreise III berpangkat Letkol, tahun 1948 pada usia 27 tahun.
- Angka 27, Pak Harto menerima Supersemar, bila dijumlah 1+1+3+1+9+6+6=27.
- Tanggal 27/3/1968, MPRS melantik Pak Harto sebagai Presiden RI ke-2.
- Tanggal 27/11/1974, Pak Harto mulai mempesiapkan makam Astana Giribangun, tempat peristirahatan terakhirnya. Tanggalnya tepat dan sama dengan tanggal kematiannya 27/1/2008.
- Tanggal 27/7/1966, tragedi penyerbuan kantor PDI Jakarta. Aktivis Budiman Sujatmiko dituding sebagai dalangnya, yang kemudian divonis 13 tahun penjara. Presiden Abdurrahman Wahid memberi amnesti, akhirnya hanya 3 tahun dia menjalani hukuman di LP Cipinang. Tragedi berdarah ini menelan korban 5 orang tewas, luka-luka 149, hilang 23 orang dan 124 orang ditahan dan ditangkap.
- Angka 27, Pak Harto mengundurkan diri dari Presiden RI, setelah berkuasa selama 32 tahun, dan digantikan oleh waliknya BJ. Habibie pada tahun 1998 (21/5/1998), bila dijumlah angkanya 27. Sama dengan tanggal kematiannya.
- Tanggal 27/5/1999, Pak Harto menyerahkan surat kuasa khusus kepada Jaksa Agung, Andi Ghalib untuk menyelidiki kekayaannya di Swiss dan Austria.
- Tanggal 27/4/2005, Pak Harto melalui kuasa hukumnya siap menghadiri gugatan class action para korban tragedi 1965.
- Tanggal 27/1/2006, Pengacara Pak Harto, OC Kaligis untuk yang ketiga kalinya mengirim surat ke Presiden SBY agar menghentikan kasus Pak Harto.
- Tanggal 27/1/2008, Pak Harto meninggal dunia di RSPP Jakarta pada jam 13.10.

Tanggal/Angka 28
- Angka 28, Pak Harto meresmikan proyek controversial Taman Mini Indonesia Indah dengan biaya pada waktu itu Rp 10,5 milyiar. Proyek tersebut mendapat protes dari berbagai kalangan. Diresmikan tanggal 20/4/1975, bila dijumlah menjadi 28.
- Tanggal 28/4/1996, Ibu Tien meninggal dunia.
- Angka 28, Presiden SBY dan Ibu Ani melayat ke Pak Harto di Cendana, ditemui oleh Sigit, puteranya. Di rumah duka, SBY dan isteri berada selama 28 menit.
Di komplek Astana Giribangun, tepatnya disebelah utara sudut cungkup Argo Kembang, terpampang tulisan berisi petikan Serat Wedatama, sebuah sastra Jawa Klasik karya agung raja Solo, Mangkunegera IV, kutipannya yang artinya kurang lebih….
“Ikhlas jika kehilangan, tak akan menyesal. Menerima dengan lapang dada, jika mendapatkan kebencian dari sesame. Berbesar hati dan menyerahkan segalanya kepada Yang Maha Kuasa.”
Selamat jalan Pak Harto. Semoga Allah SWT melapangkan jalanmu

Label:

Baca Selengkapnya...

0 comments | links to this post

SOEHARTO DAN MISTIS KEJAWEN

GOENAWAN WE
Soeharto adalah manusia Kejawen yang percaya akan kekuasaan Tuhan sebagai Dzat Yang Tertinggi. Cara pandang hidup orang Jawa itu penuh simbol dan mitos….
Menurut kalangan pinisepuh Kejawen, berbagai bencana akhir Desember 2007 hingga awal 2008, seperti meluapnya Bengawan Solo, amukan puting beliung, termasuk tanah longsor di Karanganyar, merupakan pertanda sambutan alam untuk kepulangan Sang Raja Gung Binathoro, HM. Soeharto. Ya, orang kuat zaman Orde Baru ini tak kuat dengan usia tua. Akhirnya, dia pun berpulang pada Minggu, 27 Januari, saat langit terang benderang.
Sebagai manusia Jawa, Soeharto memang tak bisa lepas dari olah batin dan olah rasa. Menurut salah seorang paranormal terkenal dari Solo, ilmu kanuragan yang dimiliki Soeharto banyak berasal dari guru spiritualnya sekaligus pamannya yang bernama Ndoro Daryatmo yang berasal dari Wonogiri. Seoharto menimba ilmu pada sang paman sejak masih berpangkat Kolonel.

Ndoro Daryatmo ini abdi dalem Pura Mangkunegaran yang menjabat sebagai Ulu Ulu Pengairan di Wonogiri. Ilmu kanuragan yang diwariskan Ndoro Daryatmo, konon salah satunya berupa rapal milik Patih Kudonowarso, panglima perang Pangeran Sambernyowo. Rapalan itu berupa kekuatan gaib yang bisa digunakan untuk kekuatan dan kederajatan. Namun rapalan itu bisa dihilangkan bila pemiliknya pasrah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Pak Harto adalah manusia Kejawen yang percaya akan kekuasaan Tuhan sebagai Dzat Yang Tertinggi. Cara pandang hidup orang Jawa itu penuh simbol dan mitos. Karena itu untuk memahami wong Jowo, kita harus memahami simbil-simbol yang melingkupinya.
Beberapa kalangan kasepuhan berpendapat, kalau Pak Harto itu adalah ‘titisan’ dari Panembahan Senopati, pendiri Dinasti Mataram. Kebetulan gaya kepemimpinan beliau selama memerintah negeri RI ini memang hampir sama.
Senopati Ingalogo Ngabdulrachman Sayidin Panatagomo berpendapat, bahwa dalam segala persoalan maka raja memiliki kekuasaan tertinggi sehingga tergambarkan kekuasaan itu sentralistik, tidak terbagi-bagi dan merupakan kebulatan yang tunggal serta tiada yang mampu menandingi (endi ana surya-surya kembar: mana ada matahari kembar), berartt tidak membenarkan adanya kekuasaan lain yang dapat menjadi saingannya. Begitu pula halnya dengan Soeharto.
Sejak dulu, legitimasi kekuasaan di Jawa dihubungkan dengan mobilitas “mistis” politik yang dialami oleh elit Jawa masa lampau. Dan Panembahan Senopati merupakan tokoh yang berhasil membuat anyaman mistik dan politik yang keteladanannya memandu alam pikiran Jawa.
Dalam pewayangan hanya Bima yang bisa bertemu Dewa Ruci. Dalam kasanah kejawen hanya Sunan Kalijaga dan Panembahan Senopati. Sedang dalam Nusantara dipercaya Ir. Soekarno dan HM Soeharto, banyak yang meyanini telah bertemu dengan Kencono Wungu.
Hakikat politik dalam budaya Jawa adalah kekuasaan. Jadi, berpolitik dengan menggunakan mistik pun sebagai upaya meraih kekuasaan. Dan pengaruh mistik kejawen dalam dunia politik menarik perhatian dalam era kekuasaan Presiden Soeharto.
Pada waktu itu, Presiden sempat mengingatkan tentang bahaya praktek ilmu hitam. Waktu itu ada kekhawatiran munculnya kebatinan di Jawa yang mengarah pada klenik sentries.
Kehadiran mistk kejawen tetap diakui sebagai sebuah fenomena budaya. Mistik Kejawen yang kental dengan kebatinan dan kepercayaan, menjadi semakin subur ketika Golkar berjaya di tahun 1970-an.
Di bawah dominasi Golkar waktu itu, mistik kejawen sebagai ekspresi religius yang sah diperkuat. Akhirnya di dunia politik Orba keberadaan mistik kejawen diakui di bawah Depdikbud, ada departemen yang mengurusi aliran kepercayaan.
Menurut Suwardi Endraswara melalui mistik kejawen, di era Orba sistem Bapakisme telah melahirkan budaya ‘kolusi’, ‘upeti’, dan mempertahankan status quo. Ritual mistik kejawen seringkali menjadi landasan spiritual kekuasaan untuk mendewakan status quo.
Tak sedikit ritual mistik pelaku politik untuk mendapatkan kesaktian. Kesaktian identik dengan kekuasaan. Melalui tirani dan kultus individu, ibarat raja yang tak terkalahkan karena telah menjalankan mistik kejawen, sering tergelincir pada sikap asu gede menang kerahe.
Hanya sedikit yang tahu jika Pak Harto sesungguhnya memang menjalin hubungan dengan Sabdopalon, bukan dengan Semar (Pranoto, 2000:177). Hubungan mistis tersebut sering diwujudkan melalui sesaji kembang menyan. Ini terjadi sebagai manisfestasi pemujaan mistis terhadap roh leluhur, agar pemerintahan pada masanya langgeng.
Hikayat Semar yang menjadi Sabdopalon memang hanya diurai di Serat Darmogandul. Tokoh ini sempat berkelana, meninggalkan Majapahit, hingga sampai di Gunung Srandil, Cilacap, Jawa Tengah.
Dahulu, setiap malam satu Suro, yang datang ke situ akan ditemui oleh Ki Lengkung Kusumo yang saat trance dianggap dapat memberikan isyarat sesuatu yang bakal terjadi. Sayangnya, Ki Lengkung bukan Semar, melainkan hanya Petruk Kantong Bolong.
Sedang Semar di Srandil, yang oleh Soeharto pernah dihormatinya atas perintah guru spiritualnya Romo Diyat dari Semarang, masih misterius. Apakah Semar ini yang mampu memberikan Kembang Wijayakusuma, sehingga kekuasaan Pak Harto sulit dipatahkan?
Memang diakui banyak kalangan, kalau Soeharto sangat mengagumi tokoh Semar, bahkan sering mengidentikkan dirinya dengan Semar sebagai pengayom Nusantara. Tampaknya Pak Harto merupakan ‘titah’ pilihan yang telah menguasai jagad kosmis. Sehingga dia bisa berdialog dengan tokoh-tokoh gaib yang super melalui asah diri maupun bimbingan guru spiritualnya.
Dengan luasnya cakupan wawasan Soeharto tentang jagad alus maupun jagad kasad, masih banyak yang mengomentarinya dengan ‘tetek bengek’ pendapat yang tidak ada patokannya.

Label:

Baca Selengkapnya...

0 comments | links to this post

JEJAK MISTIK PULAU KUMALA

Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur, selain kaya sumber daya alam, juga berlimpah potensi wisata alam dan budaya. Diantaranya, taman wisata Pulau Kumala. Tetapi benarkah pulau itu dahulunya sebuah kapal asing yang tenggelam? Misteri mencoba menyusurinya.
Pulau Kumala terletak di tengah sungai Mahakam. Merupakan taman rekreasi perpaduan teknologi modern dan budaya tradisional. Pulau seluas 81,727 ha ini sudah dilengkapi beberapa fasilitas seperti sky tower setinggi 100 meter dan kereta gantung yang menghubungkan dengan wilayah seberang sungai Mahakam. Pulau Kumala juga dilengkapi hotel dan cottage.


Sebelum dibangun menjadi taman wisata, pulau itu hanyalah sebuah hutan di tengah sungai yang ditumbuhi tanaman liar, pepohonan lebat dan binatang-binatang liar. Apabila sungai Mahakam meluap, pulau ini kerap tenggelam.
Namun, setelah Bupati Kutai Kartanegara, H. Syaukani HR merealisasikan gagasannya membangun tempat wisata, maka terciptalah Pulau Kumala, yang mulai dibangun pada tahun 2000.
Hal yang mendasari ide pembuatan Pulau Kumala tersebut antara lain, terjadinya pendangkalan muara sungai Tenggarong dan harus dikeruk agar kapal yang melewati sungai Mahakam tidak kandas. Hasil kerukan tersebutlah yang dijadikan material utama penimbunan Pulau Kumala yang berawa akibat naiknya permukaan air.
Pembangunan Pulau Kumala itu sendiri ditangani kontraktor lokal dengan konsultan dari Jakarta. Pembangunannya diawali dengan pengerukan yang menggunakan material pasir sebanyak 1.5 juta meter kubik.
Langkah berikutnya adalah pemasangan turap pada sekeliling tepian Pulau Kumala. Sehingga luas areal Pulau Kumala yang semula 76 ha, setelah penurapan menjadi 81,727 ha. Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan jalan dan pemasangan listrik.
Pulau Kumala dibuka pada bulan September 2002, bersamaan pesta perayaan Erau. Selanjutnya dibangun pula kereta gantung, lamin mancong (rumah panjang: rumah adat Dayak), lamin wahau, lamin beyoq, air mancur, sky tower, rumah puja, patung lembusuana, hotel serta gerbang utama. Untuk memasuki area taman rekreasi, pengunjung dikenakan tarif sebesar Rp 2.000 untuk sekali masuk, sementara untuk menikmati wahana yang berada di taman rekreasi ini tarifnya bervariasi antara Rp 1.500 s/d Rp 10.000 untuk satu permainan. Ada sekitar sepuluh sarana permainan yang bisa dinikmati, seperti jet clotser, bombom car, komedi putar dan gocart.
Sekitar bulan Juli tahun 2007 lalu, Misteri berkunjung ke Pulau Kumala. Sambil menikmati keindahannya, tidak lupa Misteri mencari tahu jejak mistis pulau buatan ini.
Seorang pekerja proyek yang Misteri jumpai mengungkapkan, dirinya pernah melihat penampakan di sekitar cottage. Menurutnya, penampakan makhluk besar sejenis genderuwo sering terlihat di sana.
“Saya melihat makhluk tinggi besar dan hitam di dekat cottage,” katanya kepada Misteri.
Lebih jauh dia mengatakan, malam itu dia bermaksud ke cottage menemui temannya. Tiba-tiba saja langkahnya terhenti saat melihat sosok tinggi besar berada diantara kerimbunan pohon. Karuan saja dia lari tunggang langgang.
“Makhluk genderuwo itu bukan saya saja yang pernah melihatnya. Pengunjung juga sering melihatnya,” lanjutnya.
Sementara seorang pekerja proyek lainnya mengaku melihat sosok perempuan cantik di turap tidak jauh dari gerbang masuk.
“Perempuan itu duduk sendirian di turap,” ujarnya mengenang. “Saya menduga dia pengunjung pulau ini. Ketika saya mendekatinya, ternyata malah menghilang,” katanya lagi.
Dalam kunjungan ke Pulau Kumala ini, Misteri ditemani seorang rekan yang dipanggil Julag. Dia adalah koordinator perahu ketinting (perahu motor kecil) yang biasa digunakan untuk membawa wisatawan ke Pulau Kumala. Julag mengaku sering mendengar cerita-cerita mistik.
“Maklumlah, jauh sebelum adanya tempat wisata ini, Pulau Kumala memang menjadi hunian gaib,” ujarnya kepada Misteri. Menurut Julag, beberapa tahun lalu ada seseorang mengalami peristiwa yang tergolong aneh di sini.
Dikisahkan, pria bernama Amir itu biasa berkebun di Pulau Kumala. Suatu hari, ketika sedang sibuk mengurusi kebunnya, tiba-tiba Amir melihat sebuah goa. Sebelumnya, dia tidak pernah menjumpai goa di pulau ini.
Dengan perasaan heran bercampur takut, Amir pun memasuki goa tersebut. Sesampainya di dalam goa, entah kenapa, dia merasa seolah-olah berada di dalam kabin kapal. Di dalamnya terdapat lorong, palka, ruang mesin dan kamar-kamar. Dalam keremangan cahaya, Amir terus saja melangkah diantara lorong dan kamar-kamar tersebut. Beberapa saat kemudian, dia terkejut mendengar suara-suara orang berbicara di salah satu sudut kamar. Bahasanya terdengar asing.
Kemudian Amir memberanikan diri mengetuk pintu kamar tersebut. Tetapi tidak ada jawaban. Dia pun mencoba membukanya.
Amir tersentak kaget melihat sosok yang ada di dalamnya. Tampak 3-4 orang pria berwajah bule mengenakan pakaian mirip seragam sedang berbincang di kamar itu. Mereka lalu menatap Amir dengan tatapan hampa. Tiba-tiba, salah seorang diantara pria itu menyapa Amir.
“Mari sini. Silahkan masuk,” kata pria asing itu dengan suara lembut sambil melambaikan tangan.
Amir menghampiri dan duduk diantara mereka. Selanjutnya, 3 atau 4 orang itu kembali berbicara dengan bahasa yang tidak dimengerti. Sementara Amir hanya diam saja sambil memperhatikan. Dalam penglihatan Amir, wajah dan postur orang-orang itu mirip orang asing, mungkin Eropa. Tetapi mengapa mereka ada di sini? Pikir Amir.
Anehnya lagi, mereka seolah tidak peduli dengan kehadiran Amir. Manusia-manusia tak dikenal itu membiarkan saja dirinya diam terpaku.
Entah berapa lama Amir berada diantara mereka, tiba-tiba saja matanya terasa berat. Dia pun tertidur. Amir baru terbangun karena ada temannya yang membangunkan.
“Ternyata Amir terbaring tidur di dekat kebunnya. Tapi temannya itu tidak curiga sedikitpun,” kata Julag mengakhiri ceritanya. Menurut Julag, saat Amir menceritakan pengalamannya di goa tadi, nyaris tidak ada yang percaya. Padahal Amir merasa yakin berada di dalam sebuah kapal asing. Bahkan dia bisa menceritakan secara detail isi kapal tersebut. Mungkinkah itu kapal yang pernah tenggelam beberapa ratus tahun lalu?
Begitu lamanya kapal itu tenggelam, hingga tertutup tanah yang berasal dari hulu sungai Mahakam. Ratusan tahun kemudian, karena berada dekat muara, kapal karam itu tentulah tertutup tanah yang kemudian membentuk menjadi Pulau Kumala
Kisah tersebut tentu saja sulit dibuktikan kebenarannya. Tapi begitulah cerita yang Misteri dapatkan.
SEJARAH
Sejarah mencatat adanya peperangan antara Kesultanan Kutai Kartanegara melawan kaum penjajah (Inggris dan Belanda). Dikisahkan, pada tahun 1844, 2 buah kapal dagang pimpinan James Erskine Murray asal Inggris memasuki perairan Tenggarong. Murray datang ke Kutai untuk berdagang dan meminta sebidang tanah guna mendirikan pos dagang serta hak transportasi kapal di perairan Mahakam. Tetapi Raja Kutai, Sultan A.M. Salehuddin, mengizinkan Murray berdagang hanya di wilayah Samarinda.
Murray kecewa dan marah dengan tawaran Sultan. Setelah beberapa hari di perairan Tenggarong, Murray melepaskan tembakan meriam ke arah istana. Tindakan ini dibalas pasukan Kesultanan Kutai. Pertempuran pun tak dapat dihindari. Armada pimpinan Murray akhirnya kalah dan melarikan diri menuju laut. Sebuah kapal berhasil ditenggelamkan. Dalam pertempuran itu, James Erskine Murray terbunuh.
Insiden di Tenggarong ini sampai ke pihak Pemerintah Inggris. Sebenarnya Inggris hendak melakukan serangan balasan, namun ditanggapi pihak Belanda yang menganggap Kutai bagian dari wilayah jajahannya. Belanda berniat menyelesaikan permasalahan tersebut dengan caranya sendiri.
Kemudian Belanda mengirimkan armadanya dibawah komando De Hooft dengan membawa persenjataan lengkap. Setibanya di Tenggarong, armada De Hooft langsung menyerang istana Sultan Kutai.
Sultan A.M. Salehuddin pun diungsikan ke Kota Bangun. Panglima perang Kesultanan Kutai, Awang Long gelar Pangeran Senopati bersama pasukannya dengan gagah berani bertempur melawan armada De Hooft untuk mempertahankan kehormatan Kesultanan. Tetapi Awang Long gugur dalam pertempuran tersebut dan Kesultanan Kutai Kartanegara akhirnya kalah.
Pada tanggal 11 Oktober 1844, Sultan A.M. Salehuddin dengan sangat terpaksa menandatangani perjanjian dengan Belanda yang menyatakan Sultan mengakui pemerintahan Hindia Belanda dan mematuhi pemerintah jajahan di Kalimantan. Ketika itu diwakili seorang Residen yang berkedudukan di Banjarmasin.




Label:

Baca Selengkapnya...

0 comments | links to this post

About

Name: KISAH MISTIS TAK MASUK AKAL
From: Indonesia
About me:
More about me...

Page Rank

Last Post




Archives


Else

users online KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Subscribe with Bloglines Blogger Indonesia Cara Membuat Blog

Add to Google Reader or Homepage

site statistics THE BOBs

Credits

eXTReMe Tracker