put your own other links here (such as: adsense, friendster, multiply, your other blog, etc).

Rabu, 27 Februari 2008

HEBOH, LUKISAN BUNG KARNO BISA HIDUP

SUDIBYO
Konon, makhluk halus bernama Jatoro Suro itu merupakan jin penunggu Gunung Kelud yang telah ditaklukkan oleh Bung Karno. Dia menjadi pengawal gaib Bung Karno semasa hidupnya. Setelah sang majikan wafat, Jatoro Suro berdiam di dalam lukisan Bung Karno. Benarkah…?
Lukisan dengan obyek figur Bung Karno yang ada di Museum Bung Karno, menurut sejumlah kesaksian tampak hidup. Konon, ini bisa dilihat di bagian dadanya yang tampak berdetak layaknya orang yang sedang bernafas. Padahal, ketika masih berada di Istana Bogor, lukisan ini tak menampakkan fenomena keganjilan apapun. Lalu, fenomena apa sebenarnya yang terjadi pada lukisan bergambar tokoh proklamator ini? Berikut laporannya….

Di sisi selatan makam Ir. Sukarno di Blitar, Jawa Timur, ada sebuah museum yang lebih dikenal dengan nama Museum Bung Karno. Lokasi museum ini, tepat berhadap-hadapan dengan makam sang Proklamator.
Sebagai museum yang identik dengan Bung Karno, seluruh museum ini berisi barang-barang yang semua ada kaitannya dengan presiden RI pertama tersebut. Mulai dari uang kuno bergambar Bung Karno yang dapat kembali dengan sendiri ketika digulung, buku-buku milik Bung Karno, foto-foto kegiatan suami Fatmawati ini ketika masih menjadi presiden, serta sebuah bendera kuno yang terbuat dari kain penutup dada Fatmawati yang pernah di kibarkan pada tanggal 16 Agustus 1945 di Rengasdengklok.
Salah satu koleksinya termasuk pula sebuah tas koper besar dari kulit yang selalu dibawa oleh Bung Karno ketika keluar masuk penjara, atau ketika ayah kandung Megawati ini belum menjadi presiden. Disamping itu masih banyak lagi barang-barang milik Bung Karno yang dipamerkan di dalam museum ini.
Selain benda-benda yang mempunyai nilai sejarah yang erat kaitannya dengan Bung Karno, di museum yang tak pernah sepi oleh pengunjung ini, juga terdapat sebuah lukisan besar dengan ukuran 150 cm x 175 cm yang bergambar Bung Karno. Keanehan pada lukisan ini, menurut sejumlah orang yang pernah melihatnya adalah tampak hidup. Konon, siapapun yang melihat lukisan ini sambil memusatkan konsentrasi serta pandangan terarah penuh di bagian jantung Bung Karno pada lukisan ini, maka seketika tampak bergerak, seolah berdetak seperti layaknya orang yang sedang bernafas. Padahal, lukisan bergambar Bung Karno yang sedang menggunakan jas serta berkopiah ini, menurut salah satu penjaga museum bernama Tanwir, 36 tahun, tergolong lukisan baru.
Menurut keterangan Tanwir, gambar Bung Karno yang dilukis di atas kanvas ini, dilukis oleh IB Said pada tahun 2001 yang lalu. Seterusnya, setelah diserahkan kepada keluarga sang proklamator yang meninggal 21 Juni 1970 ini, disimpan di Istana Bogor. Namun tiga tahun setelah disimpan di Istana Bogor, lukisan bergambar lelaki gagah yang lahir 6 Juni 1901 ini, oleh pihak keluarga kemudian dibawa ke Blitar dan disimpan di museum Bung Karno.
Sejak disimpan di Museum Bung Karno, lukisan bergambar putra pasangan suami isteri R. Sukeni Sosrodiharjo dan Ny. Ida Ayu Nyoman Rai ini tampak hidup. Fonemena ini untuk pertama kalinya terjadi ketika perayaan Haul Bung Karno di tahun 2004 yang silam. Ketika itu, banyak pengunjung heboh karena menyaksikan lukisan seperti hidup.
Sejak saat itu, setiap kali ada pengunjung yang masuk museum ini, lukisan ini menjadi obyek yang kali pertama menjadi perhatian mereka. Lebih-lebih lagi, lukisan bergambar tokoh yang makamnya diapit oleh kedua orang tuanya ini, diletakkan tepat di depan setelah pintu masuk.
Lalu, fenomena apa sebenarnya yang terjadi pada lukisan ini?
Menurut penjaga museum Tanwir, sebagaimana cerita orang-orang linuwih yang pernah melakukan tirakat di depan lukisan ini, konon lukisan itu memang ada khodamnya. Menurut Tanwir, khodam lukisan adalah salah satu makhluk halus dari Gunung Kelud yang selalu mengawal Bung Karno ketika sang proklamator ini masih hidup.
Agaknya, setelah Bung Karno meninggal, sosok gaib ini tetap menjadi pengawal setia dan menetap di sekitar makam sang Proklamator. Karena itulah, mengapa lukisan ini baru menunjukkan fenomena setelah dipindah dari istana Bogor ke museum Bung Karno di Blitar.
“Yang jelas, menurut beberapa orang paranormal serta Kyai yang pernah mendeteksi lukisan ini, katanya memang ada sosok mantan pengawal Bung Karno yang sekarang menjadi khodam lukisan ini,” jelas Tanwir kepada Misteri.
Masih menurut pria yang asli Makasar ini, dulu sebelum lukisan ini berada di Museum Karno, sosok gaib khodam tersebut tinggal di sekitar makam sang proklamator. Namun tak jelas di sisi sebelah mana. Tapi yang jelas, berada di dalam komplek makam Bung Karno. Dan setelah lukisan itu berada di museum, mantan pengawal gaib Bung Karno dari Gunung Kelud ini, menghuni lukisan tersebut. Karena itula, menurut Tanwir, kemudian lukisan itu tampak hidup seperti orang yang sedang bernafas.
“Saya bukan supranaturalis, tapi keterangan seperti itu saya dapat dari para orang linuwih yang pernah datang ke sini. Termasuk orang linuwih dari luar Jawa. Dan rata-rata, hasil pendeteksian mereka sama,” papar Tanwir dengan nada serius.
Lalu, bagaimana sosok yang disebut-sebut berasal dari Gunung Kelud ini bisa menjadi pengawal Bung Karno ketika masih hidup dan kemudian tetap setia menunggui tuannya walau sudah wafat?
Sebagaimana cerita Tanwir yang didapat dari para spiritualis yang pernah melakukan pendeteksian dan mampu melakukan komunikasi dengan sosok gaib penghuni lukisan ini, bahwa sebagaimana telah banyak diketahui oleh publik, ketika masih hidup, Bung Karno merupakan orang yang suka melakukan meditasi atau ritual di tempat-tempat keramat. Salah satu tempat yang pernah digunakan Bung Karno untuk melakukan ritual adalah sebuah tempat keramat di Gunung Kelud yang menjadi perbatasan antara wilayah Kabupaten Blitar dan Kediri, yang kini hanya berjarak sekitar 20 km dari makamnya.
Pada saat melakukan ritual inilah, ada sosok makhluk halus yang berusaha menggoda Bung Karno. Namun sang proklamator yang kenyang makan asam garamnya penjara di zaman Belanda ini, tak terpengaruh oleh godaan makhluk halus yang berusaha menggagalkan meditasinya.
Karena digoda tak mempan, kemudian sosok makhluk yang dikenal dengan nama Jatoro Suro ini, berusaha menyerang Bung Karno. Karena diserang, tokoh yang selalu membawa tongkat komando ketika masih menjadi presiden ini kemudian melawannya.
Dalam pertempuran yang sebenarnya terjadi di alam gaib ini, Jatoro Suro berhasil dikalahkan oleh Bung Karno. Karena sudah takluk, kemudian sosok ini menyerahkan seluruh jiwa raganya untuk mengabdi kepada Bung Karno.
Sejak saat itu, Jatoro Suro menjadi pengawal setia Bung Karno yang berasal dari makhluk halus. Bahkan mungkin satu-satunya pengawal dari alam gaib. Kesetiaan Jotoro Suro kepada Bung Karno, tak hanya sebatas ketika tokoh proklamator ini berada di pulau Jawa. Saat Bung Karno berada di pengasingan karena ditangkap oleh Belanda, sosok lelembut ini masih setia menjadi pengawal. Termasuk saat Bung Karno diasingkan ke Ende, Flores.
Tak hanya sampai di situ kesetiaan Jotoro Suro, setelah menjadi taklukkan Bung Karno. Pasalnya, saaat Bung Karno menjelang ajal, lelembut sakti dari Gunung Kelud ini masih setia mendampingnya. Bahkan hingga Bung Karno wafat. Karena kesetiaannya terhadap orang yang pernah menaklukkan dirinya, setelah Bung Karno wafat, Jatoro Suro kemudian memilih menetap di komplek makam Bung Karno.
Bahkan disebut-sebut, setelah Bung Karno wafat, sosok Jotoro Suro mampu merubah wujudnya menjadi Bung Karno. Karena itu, setelah lukisan yang benar-benar mirip Bung Karno itu dipindah dari istana Bogor ke museum Bung Karno di Blitar, kemudian Jotoro Suro memilih menjadi penghuni gaib lukisan tersebut.
“Kalau cerita yang saya dapat dari para spiritualis luar kota dan seorang Kyai dari Malang yang mampu berkomunikasi dengan sosok makhluk halus penghuni lukisan ini, cerita asal-usulnya ya seperti itu. Mengenai kebenarannya saya kurang tahu. Namun yang jelas, detak atau gerakan di lukisan ini, tanpa rekayasa. Ini asli fenomena gaib,” pungkas Tanwir mengakhiri ceritanya.

Label:

Baca Selengkapnya...

0 comments | links to this post

RAMALAN JIN SING SING DARI DANAU SINGKARAK

EKA SUPRIATNA
Jin Sing Sing adalah peliharaan seorang dukun santet di Sumatera Barat. Kemudian dia dibebaskan dari kungkungan sang dukun, dan kini dia bisa dipanggil oleh pemeliharanya. Salah satunya untuk dimintai ramalan. Seperti apakah ramalan sang jin…?
Maya tiba-tiba berubah. Perempuan berdarah minang yang kalem itu mendadak sangar. Tatapan matanya tajam, seperti harimau hendak menerkam mangsanya. Prilaku Maya tak lagi memperlihatkan jati dirinya sebagai seorang wanita. Maya, bukan nama sebenarnya, lebih pantas disebut seorang lelaki atau wanita yang liar. Mulutnya menceracau menceritakan hal-hal aneh yang menurut akal sehat sulit diterima. Sesekali mulutnya itu mengepulkan asap rokok yang dihisapnya dalam-dalam. Kala itu, Maya memang tengah kerasukan Jin Sing Sing dari Danau Singkarak, Sumatera Barat.

Menyaksikan keadaan Maya yang tengah kerasukan Jin Sing Sing memang mengkhawatirkan. Perempuan kurus yang berbalut T-Shirt dan celana jeans biru ini benar-benar kehilangan akal sehatnya. Tatapan matanya yang tajam bisa berubah mendadak layu, kedipan matanya pun menjadi jarang. Kepalanya merunduk seperti orang tengah tidur, tapi mulutnya terus menceracau tak mau berhenti.
Suasana di rumah Uda Darmawan di Cipinang, Jakarta Timur pun terasa angker dan menakutkan. Aura mistik menyelimuti rumah dua tingkat yang sempit itu. Yah, Jin Sing Sing memang tengah berada dalam raga Maya dan menguasai seluruh kekuatan mistik yang ada di sana.
Tapi dibalik semua itu ada hikmah yang bisa diambil dari kesurupan yang dialami Maya. Perempuan itu mendadak banyak tahu soal keadaan Indonesia dan situasinya saat ini. Maya yang tengah kesurupan itu juga bisa meramalkan apa yang akan terjadi di kemudian hari.
Tak hanya itu, Maya juga bisa menebak dengan benar apa yang ada dalam diri seseorang. Termasuk juga Maya bisa menebak isi hati seorang wartawan yang menyertai Misteri saat itu.
Dalam keadaan kesurupan Maya memang bisa diperintahkan apa saja. Dan memang untuk itulah Misteri datang ke rumah Uda Darmawan.
Di rumah Darmawan, Maya menceritakan kebobrokan moral para pemimpin negeri ini. Menurutnya hal itu yang perlu dibenahi saat ini agar Indonesia ini bisa menjadi negara yang makmur dan rakyatnya sejahtera. Tapi korupsi di negeri yang subur makmur ini sepertinya tak akan berhenti.
Dalam keadaan kesurupan, Maya menceritakan betapa hebatnya korupsi yang ada dalam tubuh pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Bahkan katanya lebih besar ketimbang pemerintah-pemerintah sebelumnya. Meski Komisi Pemberantasan Korupsi yang dibentuk Pemerintah SBY mampu menjerat beberapa orang koruptor dan menjebloskannya ke penjara, tapi masih tak sebanding dengan nilai yang dikorup oleh mereka.
Masih dalam keadaan kesurupan, Maya juga mengatakan bahwa pemerintahan SBY akan mampu bertahan hingga akhir masa jabatannya. Namun di penghujung tahun 2008, SBY akan digoyang berbagai kasus yang menjerat dirinya dan merusak nama baiknya sebagai presiden. Bukan tanggung-tanggung, badai yang mendera SBY itu akan datang dari para politikus senior dan petinggi-petinggi TNI yang telah pensiun dan yang masih aktif memegang jabatan penting.
Sebagai presiden berdarah Jawa yang memahami hal-hal mistik, SBY juga telah mengantisipasi serangan mistik. Hal ini diutarakan Maya ketika dia ditanya Misteri tentang kemungkinan kekuatan mistik yang bakal menyerang presiden asal Pacitan, Jawa Timur ini. Menurut Maya yang masih kesurupan, SBY telah menanam tumbal di setiap pojok Istana Negara di Jakarta. Tumbal-tumbal itu sengaja ditanam sejumlah orang pintar dan linuwih yang membekingi SBY. Dalam penglihatan Maya, di setiap sudut Istana Negara tertanam kepala kambing kendit dan beberapa ubo rampe.
“Semua pemimpin di negeri ini menggunakan jasa mistis spiritual atau apalah namanya,” ujar Maya dalam logat Minang yang medok.
Dari sekian banyak ucapan-ucapan yang menceracau dari mulut Maya, yang paling menarik adalah akan adanya gempa besar yang mengguncang Pulau Sumatera dan Jawa. Akhir Desember 2007, warga Bengkulu dihebohkan oleh adanya prediksi dari seorang ilmuwan Brazil yang mengatakan akan adanya gempa yang diikuti tsunami di pantai Bengkulu. Tapi ternyata itu tidak terbukti. Menurut Maya, gempa yang diikuti tsunami itu akan terjadi pada Desember 2008. Gempa ini dilihat Maya akan mengguncang pantai selatan pulau Sumatera, bukan hanya Bengkulu.
Masih dalam keadaan trance, Maya juga mengatakan pulau Jawa akan diguncang gempa hebat di pertengahan tahun 2009. Lokasi terparah akibat terjangan gempa ini adalah daerah Surabaya hingga ke ujung timur pulau Jawa. Selanjutnya gempa-gempa berkekuatan kecil juga terus mengguncang hingga ke ujung timur Indonesia. Dan sebuah gempa berkekuatan di atas 6 skala richter (SR) akan memporak-porandakan jajaran pulau Nusa Tenggara dan Timor Leste.
Jin Sing Sing yang merasuki raga Maya juga mengisyaratkan agar manusia berhati-hati dengan bencana air dan tanah sepanjang tahun 2008 hingga 2012. Menurut Jin yang berasal dari Danau Singkarak, Sumatera Barat ini, sepanjang 5 tahun ke depan kekuatan air dan tanah akan menguasai seluruh permukaan bumi. Tanah dan air yang kita huni akan meminta tumbal atas kesalahan yang telah kita lakukan. ]
“Manusia telah memperlakukan tanah dan air dengan semena-mena, maka dia akan marah dan menuntut balas,” tutur Jin Sing Sing yang meminjam wadag Maya.
Sebenarnya, jika kita mau membaca alam raya, apa yang diutarakan Maya meski dalam keadaan kesurupan ini memang benar. Bahwa bumi diciptakan Tuhan dengan kondisi yang seimbang. Di atas bumi yang kita pijak ini terdapat empat unsur yang saling berkaitan, ada tanah, air, api dan udara, dimana jumlah unsur-unsur harus tetap seimbang. Ketika salah satu unsur berkurang, atau salah satu unsur malah berlebih, maka dengan caranya sendiri alam akan menyeimbangkan dirinya.
Misalnya, ketika alam kelebihan api, maka manusia akan merasakan kepanasan. Sadar atau tidak, manusia akan mancari air untuk minum atau tempat-tempat sejuk dan dingin yang didominasi air dan tumbuhan. Dalam skala yang lebih besar, ketika alam kelebihan unsur api (panas bumi-Red.), alam akan menyeimbangkan diri dengan caranya sendiri. Alam akan mengguyur bumi dengan air, maka terjadilah hujan yang berkpanjangan dan mengakibatkan bajir.
Jika air saja tidak mampu menghilangkan dahaga alam, dia akan mencairkan gunung-gunung es. Dan inilah yang sekarang tengah terjadi di atas muka bumi ini. Dengan sombongnya manusia mengeksploitasi alam, membabat hutan hingga gersang dan meludahi langit dengan asap. Tanpa sadar, alam terasa panas dan kita sendiri merasa musim panas beberapa tahun terakhir ini berlangsung lama dan panjang. Maka alam akan mereformasi dirinya. Dia akan membuat musim hujan tahun-tahun ke depan lebih lama dengan curahannya yang lebih besar.
Tak hanya itu, alam juga akan mencairkan gunung-gunung es di wilayah kutub. Ini semua dilakukan alam agar dia tetap dalam keadaan seimbang. Dan penyeimbangan yang dilakukan empat unsur alam ini tentu saja akan berdampak terhadap kehidupan manusia. Tapi itulah resiko yang harus ditanggung manusia. Sebab apapun yang terjadi di muka bumi ini, semua akibat ulah manusia itu sendiri. Kita tak mampu membaca gejala alam.
“Jika alam merasa panas, dia akan mengguyur dirinya dengan air. Maka terjadilah banjir, akibatnya manusia akan kehilangan tempat tinggal atau tanah. Itulah hukum alam,” desis Maya seperti mengigau.
Sesaat kemudian Maya terdiam, dia tengadah seperti tengah menyelidiki sesuatu di langit-langit rumah Darmawan. Cukup lama dia menatap langit-langit rumah itu. Sesekali matanya dipicingkan seperti tengah mengeker atau menyelidiki. Rokok di tangan kanannya tetap mengepul. Mungkin sudah 7 atau 8 batang Maya merokok tanpa putus. Setiap kali rokok di tangannya habis, dia langsung menunjuk setumpuk rokok yang ada di meja. Lalu seorang lelaki di samping kiri Maya dengan setia pula membakar rokok yang terselip di bibir wanita yang usianya baru 20 tahun ini.
Tak berapa lama berselang, Maya berteriak histeris. Dia menjerit, memekakan telinga. Mulutnya terus menceracau mengatakan hal-hal yang tidak jelas dan sulit dipahami. Sesekali tangannya dia rentangkan ke atas. Namun sesaat kemudian tangan mungil berbalut T-Shirt biru itu dia rentangkan ke depan. Maya seperti melihat sesuatu dan mencoba menjelaskannya pada kami. Tapi tak seorang pun diantara kami yang memahami apa maksud Jin Sing Sing yang tengah merasuki raga Maya.
“Mungkin Maya sudah tak tahan, Jin Sing Sing-nya ingin keluar,” cetus salah seorang di antara kami.
“Iya benar, nampaknya raga Maya sudah mulai kelelahan,” Darmawan kemudian membenarkan.
Akhirnya Uda Darmawan berusaha menyadarkan Maya dan mengeluarkan Jin Sing Sing dari perempuan ini. Hanya perlu waktu beberapa detik saja, Maya sudah kembali sadar dan celingukan. Selanjutnya dia berjalan ke belakang seperti orang tak mengerti apa-apa. Dialog dengan Jin Sing Sing pun berakhir dengan selamat.
Jin memang salah satu makhluk Tuhan yang bisa dipanggil dan dimintai tolong oleh manusia. Tapi, sebaik-baiknya Jin, adalah seburuk-buruknya manusia. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari tulisan ini.

Label:

Baca Selengkapnya...

0 comments | links to this post

PERAN SUPRANATURAL DI KALANGAN PENGUSAHA OLEH: DHANY

Sejumlah pakar supranatural, baik di Jawa Timur maupun di Bali yang dihubungi Misteri, tidak memungkiri kiprah mereka dalam menunjang keberhasilan kalangan pengusaha. Khususnya pebisnis di Pulau Dewata. Seperti apa…?
Semua hal berbau supranatural, jauh lebih universal dibanding hal-hal realita. Tidak terkecuali kiprah manusia di kancah bisnis lokal maupun nasional. Pendek kata, para pelaku usaha (pengusaha) kaya yang belakangan menguasai pangsa pasar bisnis lokal dan nasional, tidak dapat dipisahkan dari andilnya supranatural melalui berbagai pirantinya.

Tetapi, watak culas dan kemunafikan pada diri manusia selalu menepiskan realitas tersebut. Mereka sengaja memberikan kesan bahwa keberhasilan bisnisnya murni sebagai buah dari ketajaman naluri sebagai seorang pengusaha dalam membaca pangsa pasar, ditunjang dengan koneksi dan network yang solid.
Yang menarik, para pengusaha di Bali yang belakangan ini mulai menarik perhatian kalangan pengusaha nasional, kian tercium adanya keterlibatan peran supranatural dalam menopang kelancaran dan kesuksesan mereka dalam menjalankan usahanya. Pengakuan ini memang tidak pernah keluar melalui celah bibir mereka, sebab mereka menganggap tabu melibatkan supranatural dalam bidang usaha, meskipun hal itu sesungguhnya saling kait mengait bahkan susah untuk dipisahkan.
Sejumlah pakar supranatural (supranaturalis), baik di Jawa Timur (Jatim) maupun di Bali yang dihubungi Misteri, tidak memungkiri kiprah mereka dalam menunjang keberhasilan kalangan pengusaha di Pulau Dewata. Salah satunya Gde Agung Jumenti, 77 tahun. Sosok yang dikenal sebagai ahli mistik dunia bisnis ini mengaku sedikitnya belasan pengusaha di sejumlah kota di Pulau Bali sudah meminta jasa supranaturalnya.
“Jasa supranatural ini terutama dalam upaya membukakan gagasan bisnis sekaligus melancarkan proses usahanya,” urai Gde Agung Jumenti.
Tidak ada bedanya dengan pengusaha di seantoro negeri, lanjut Jumenti, kebanyakan dari mereka merasa percaya diri (PD) saat usahanya dibekingi supranaturalis, terutama supranaturalis yang sudah punya pamor. Dan faktanya, masing-masing pengusaha punya supranaturalis pribadi yang selalu membekingi setiap usaha apapun yang ditekuni.
Senada dengan Gde Agung Jumenti, orang pintar asal Jawa Timur, H Bagus Abdurrahman, 60 tahun, juga membenarkan kiprah supranatural di tengah-tengah gelora bisnis di Tanah Air. Bahkan dia mengecam keras terhadap pengusaha yang memungkiri jasa supranaturalis dalam menunjang pergerakan bisnisnya.
Kenyataan semacam ini, menurut Abdurrahman, sudah berlangsung lama. Bisa jadi sejak Indonesia belum merdeka. Hanya saja, karena takut menurunkan kredibilitas intelektualnya sebagai pengusaha, maka mereka suka memungkiri kenyataan yang sesungguhnya.
“Itu hal lumrah saja, sebab mereka memang lebih bangga ketika orang memuji kesuksesan bisnisnya dengan menyebut pengusaha ulet yang punya manajemen andal daripada dihubungkan dengan hal-hal berbau supranatural,” tandasnya.
Abdurrahman menyebutkan pula, keberhasilan pengusaha tidak mutlak hanya hasil kerja keras beking supranaturalis. Idealnya, supranatural berperan sebagai penunjang motivasi dalam melancarkan manajemen. Jadi, dirinya tetap menyetujui, yang lebih tepat, kesuksesan pengusaha disebabkan andalnya manajemen yang dimotivasi kekuatan supranatural, dengan seizin Tuhan tentunya.
Pengusaha di Pulau Dewata belakangan ini mulai menunjukkan eksistensinya sebagai orang-orang kaya dari hasil kesuksesannya meniti usaha di daerahnya. Keberhasilan ini tentu saja tidak terlepas dari gaung Bali sebagai obyek wisata bertaraf internasional. Dari sekian daftar pengusaha peringkat atas di Bali, memang sebagian besar bergerak di bidang pariwisata. Hal itu karena Bali identik dengan pariwisata, sehingga industri yang paling menonjol dan bisa melahirkan orang-orang kaya baru adalah dari bisnis pariwisata ini.
Memang, akibat Tragedi Bom Bali I (12 Oktober 2002) dan Bom Bali II (1 Oktober 2005), Bali menjadi kering akan kunjungan wisatawan. Namun, dampak yang ditimbulkan hanya terasa di golongan bawah saja. Sedangkan golongan berduit dan berdeposito akan mencari usaha-usaha baru guna menambah simpanan yang berkurang gara-gara dampak tersebut. Terbukti, hanya dalam kurun waktu relative singkat, telah kembali bermunculan pengusaha-pengusaha dengan akumulasi kekayaan cukup mencengangkan.
Bukti otentiknya, hingga Desember 2007 tercatat 21 pengusaha pribumi dan pendatang yang mampu mengibarkan bendera keberhasilan dalam menggeluti kompleksitas usahanya. Berikut ini daftar nama pengusaha terkaya di Bali yang berhasil dirangkum Misteri dari sumber yang layak dipercaya:
1. I Wayan Kari, pemilik Grup Waka. Basis operasional di Bali. Bidang usaha pariwisata (Waka Land Cruise, Waka di Ume, Waka Nusa, Waka Maya, Waka
Gangga, Waka Shorea, Waka di Abian, Waka Namya, Waka Barong, Hotel Oberoi Bali dan Lombok, Waka Dive), Konsultan Manajemen, Arsitektur (Sain D Sain), transportasi (taksi, rental mobil, kapal penumpang sepat), periklanan (Matamera Advertising), dan perumahan (menggarap hotel satu grup dan knockdown house), tiga hotel di Manado, dan satu di Bintan.
2. Anak Agung Ngurah Mahendra. Basis operasional di Bali. Mendirikan PT Khrisna Kreasi pada tahun 1985 di bidang usaha produksi dan eksportir garmen, forwarder dengan tiga cabang (Ubud, Jakarta, dan Surabaya), periklanan, perdagangan, jasa gudang, money changer, teknologi informasi, dan agen wisata, perusahaannya kini berjumlah 12 buah.
3. I Gde Wiratha dan Kadek Wiranatha. Basis operasional di Bali. Mendirikan PT Gde & Kadek Brothers. Bidang usaha pariwisata (penginapan, biro perjalanan, restoran kafe, kapal pesiar, dan penerbangan). Group Bounty (Bounty Hotel, Hotel Barong, Dewi Sri Cottages, Vila Rumah Manis, Bounty Cruises, Paddy’s Cafe, Sari Club, Bounty Mall, Double Six, Gado Gado Restaurant, AJ Hackett Bungy, taksi Pan Witri dan Praja Taksi), biro perjalanan Calvin Tour & Travel, Bali Safari Rafting, Air Paradise International. Berencana membangun kembali Sari Club di Legian, Kuta, yang dibom teroris pada 12 Oktober 2002 (Bom Bali I), dan sircuit balap Formula-1 (F-1).
4. Gde Sumarjaya Linggih. Pemilik grup Ganeca. Basis operasional di Bali dan Bandung. Bidang usaha hotel (Hotel Sol Lovina berkapasitas 120 kamar, 8 villa, dan satu president suite, serta hotel di Nusa Dua), printing supplier, dan minuman anggur (Indico Wine). Kini grup Ganeca Prima membawahi 11 anak perusahaan dan membangun Bali Trade Centre.
5. ABG Satria Naradha pemilik kelompok media massa Bali Post. Basis operasional Bali dan Mataram, kini ekspansi ke Jakarta, Yogya, Bandung, Semarang, Palembang, dan Aceh. Bidang usaha surat kabar (Bali Post, Denpost, Bisnis Bali, Suara NTB, dan Prima), tabloid (Tokoh, Bali Travel News, Wiyata Mandala, dan
Lintang), radio (Swara Widya Besakih, Global Kinijani, Genta Bali, Singaraja FM), TV (Bali TV, Yogya TV, Semarang TV, Bandung TV, Palembang TV, dan Aceh TV) dengan pendapatan iklan per tahun yang menonjol sebesar Rp 198,3 miliar dari Bali Post ditambah Rp 33,3 miliar dari Bali TV.
Disamping kelima nama di atas, masih ada nama lain seperti: Putu Suryajaya, AAM Sukadhana Wendha, Putu Agus Antara, Putu Subada Kusuma, Ida Bagus Tjetana Putra, Nyoman Dana Asmara, Gede Agus Hardiawan, Desak Nyoman Suarti, Gde Ngurah Wididana alias Pak Oles, Bagus Sudibya, Tjok Oka Artha Ardhana. S, M. Sunhaji, Djuwito Tjahjadi, Joseph Theodorus Wulianadi alias Joger, dan Panudiana Kuhn.
Selain 21 orang pengusaha pribumi dan pendatang yang mengenyam kesuksesan di Bali, masih belasan pengusaha sukses lainnya yang belum sempat terdaftar, namun asset mereka rata-rata di atas Rp 5 miliar. Dari belasan pengusaha tersebut, ternyata sangat sulit membuka mulut untuk mengakui andilnya supranaturalis terhadap kesuksesan usaha yang mereka geluti.
Tetapi tidak semua pengusaha enggan untuk mengakui peran supranaturalis dalam menopang keberhasilan usahanya. Bagi pengusaha Jawa Timur, H Ariffin SE, kesuksesan bisnis mesti diusahakan secara total, mulai lahir maupun bathin.
Dijelaskan pengusaha otomotif pemilik 80 unit bus patas trayek antar kota antar propinsi tergabung dalam AKAP serta pengusaha kayu dan pabrik es ini, bahwa manajemen, koneksi dan tim network sangat besar perannya dalam mengemudikan kendaraan bisnis. Sehingga, tenaga ahli yang punya spesifikasi ilmu manajemen tertentu, punya nilai tawar tinggi saat direkrut bekerja di bidang usaha. Tetapi, kehandalan tenaga ahli masih belum lengkap tanpa dorongan bathiniah yakni doa.
“Doa disini, selain doa pribadi masing-masing, biasanya agar lebih afdol, pengusaha meminta doa kepada orang-orang tertentu yang sudah mengibarkan bendera dalam kancah supranatural,” terang Ariffin.
Menurut Ariffin, idealnya pengusaha tidak perlu malu untuk mengakui hal ini. Sebab, tidak ada kata tabu bagi pengusaha untuk melibatkan paranormal dalam kapasitas untuk mendoakan keberhasilan usaha.

Label: ,

Baca Selengkapnya...

2 comments | links to this post

JEJAK MISTIK PULAU KUMALA

Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur, selain kaya sumber daya alam, juga berlimpah potensi wisata alam dan budaya. Diantaranya, taman wisata Pulau Kumala. Tetapi benarkah pulau itu dahulunya sebuah kapal asing yang tenggelam? Misteri mencoba menyusurinya.
Pulau Kumala terletak di tengah sungai Mahakam. Merupakan taman rekreasi perpaduan teknologi modern dan budaya tradisional. Pulau seluas 81,727 ha ini sudah dilengkapi beberapa fasilitas seperti sky tower setinggi 100 meter dan kereta gantung yang menghubungkan dengan wilayah seberang sungai Mahakam. Pulau Kumala juga dilengkapi hotel dan cottage.


Sebelum dibangun menjadi taman wisata, pulau itu hanyalah sebuah hutan di tengah sungai yang ditumbuhi tanaman liar, pepohonan lebat dan binatang-binatang liar. Apabila sungai Mahakam meluap, pulau ini kerap tenggelam.
Namun, setelah Bupati Kutai Kartanegara, H. Syaukani HR merealisasikan gagasannya membangun tempat wisata, maka terciptalah Pulau Kumala, yang mulai dibangun pada tahun 2000.
Hal yang mendasari ide pembuatan Pulau Kumala tersebut antara lain, terjadinya pendangkalan muara sungai Tenggarong dan harus dikeruk agar kapal yang melewati sungai Mahakam tidak kandas. Hasil kerukan tersebutlah yang dijadikan material utama penimbunan Pulau Kumala yang berawa akibat naiknya permukaan air.
Pembangunan Pulau Kumala itu sendiri ditangani kontraktor lokal dengan konsultan dari Jakarta. Pembangunannya diawali dengan pengerukan yang menggunakan material pasir sebanyak 1.5 juta meter kubik.
Langkah berikutnya adalah pemasangan turap pada sekeliling tepian Pulau Kumala. Sehingga luas areal Pulau Kumala yang semula 76 ha, setelah penurapan menjadi 81,727 ha. Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan jalan dan pemasangan listrik.
Pulau Kumala dibuka pada bulan September 2002, bersamaan pesta perayaan Erau. Selanjutnya dibangun pula kereta gantung, lamin mancong (rumah panjang: rumah adat Dayak), lamin wahau, lamin beyoq, air mancur, sky tower, rumah puja, patung lembusuana, hotel serta gerbang utama. Untuk memasuki area taman rekreasi, pengunjung dikenakan tarif sebesar Rp 2.000 untuk sekali masuk, sementara untuk menikmati wahana yang berada di taman rekreasi ini tarifnya bervariasi antara Rp 1.500 s/d Rp 10.000 untuk satu permainan. Ada sekitar sepuluh sarana permainan yang bisa dinikmati, seperti jet clotser, bombom car, komedi putar dan gocart.
Sekitar bulan Juli tahun 2007 lalu, Misteri berkunjung ke Pulau Kumala. Sambil menikmati keindahannya, tidak lupa Misteri mencari tahu jejak mistis pulau buatan ini.
Seorang pekerja proyek yang Misteri jumpai mengungkapkan, dirinya pernah melihat penampakan di sekitar cottage. Menurutnya, penampakan makhluk besar sejenis genderuwo sering terlihat di sana.
“Saya melihat makhluk tinggi besar dan hitam di dekat cottage,” katanya kepada Misteri.
Lebih jauh dia mengatakan, malam itu dia bermaksud ke cottage menemui temannya. Tiba-tiba saja langkahnya terhenti saat melihat sosok tinggi besar berada diantara kerimbunan pohon. Karuan saja dia lari tunggang langgang.
“Makhluk genderuwo itu bukan saya saja yang pernah melihatnya. Pengunjung juga sering melihatnya,” lanjutnya.
Sementara seorang pekerja proyek lainnya mengaku melihat sosok perempuan cantik di turap tidak jauh dari gerbang masuk.
“Perempuan itu duduk sendirian di turap,” ujarnya mengenang. “Saya menduga dia pengunjung pulau ini. Ketika saya mendekatinya, ternyata malah menghilang,” katanya lagi.
Dalam kunjungan ke Pulau Kumala ini, Misteri ditemani seorang rekan yang dipanggil Julag. Dia adalah koordinator perahu ketinting (perahu motor kecil) yang biasa digunakan untuk membawa wisatawan ke Pulau Kumala. Julag mengaku sering mendengar cerita-cerita mistik.
“Maklumlah, jauh sebelum adanya tempat wisata ini, Pulau Kumala memang menjadi hunian gaib,” ujarnya kepada Misteri. Menurut Julag, beberapa tahun lalu ada seseorang mengalami peristiwa yang tergolong aneh di sini.
Dikisahkan, pria bernama Amir itu biasa berkebun di Pulau Kumala. Suatu hari, ketika sedang sibuk mengurusi kebunnya, tiba-tiba Amir melihat sebuah goa. Sebelumnya, dia tidak pernah menjumpai goa di pulau ini.
Dengan perasaan heran bercampur takut, Amir pun memasuki goa tersebut. Sesampainya di dalam goa, entah kenapa, dia merasa seolah-olah berada di dalam kabin kapal. Di dalamnya terdapat lorong, palka, ruang mesin dan kamar-kamar. Dalam keremangan cahaya, Amir terus saja melangkah diantara lorong dan kamar-kamar tersebut. Beberapa saat kemudian, dia terkejut mendengar suara-suara orang berbicara di salah satu sudut kamar. Bahasanya terdengar asing.
Kemudian Amir memberanikan diri mengetuk pintu kamar tersebut. Tetapi tidak ada jawaban. Dia pun mencoba membukanya.
Amir tersentak kaget melihat sosok yang ada di dalamnya. Tampak 3-4 orang pria berwajah bule mengenakan pakaian mirip seragam sedang berbincang di kamar itu. Mereka lalu menatap Amir dengan tatapan hampa. Tiba-tiba, salah seorang diantara pria itu menyapa Amir.
“Mari sini. Silahkan masuk,” kata pria asing itu dengan suara lembut sambil melambaikan tangan.
Amir menghampiri dan duduk diantara mereka. Selanjutnya, 3 atau 4 orang itu kembali berbicara dengan bahasa yang tidak dimengerti. Sementara Amir hanya diam saja sambil memperhatikan. Dalam penglihatan Amir, wajah dan postur orang-orang itu mirip orang asing, mungkin Eropa. Tetapi mengapa mereka ada di sini? Pikir Amir.
Anehnya lagi, mereka seolah tidak peduli dengan kehadiran Amir. Manusia-manusia tak dikenal itu membiarkan saja dirinya diam terpaku.
Entah berapa lama Amir berada diantara mereka, tiba-tiba saja matanya terasa berat. Dia pun tertidur. Amir baru terbangun karena ada temannya yang membangunkan.
“Ternyata Amir terbaring tidur di dekat kebunnya. Tapi temannya itu tidak curiga sedikitpun,” kata Julag mengakhiri ceritanya. Menurut Julag, saat Amir menceritakan pengalamannya di goa tadi, nyaris tidak ada yang percaya. Padahal Amir merasa yakin berada di dalam sebuah kapal asing. Bahkan dia bisa menceritakan secara detail isi kapal tersebut. Mungkinkah itu kapal yang pernah tenggelam beberapa ratus tahun lalu?
Begitu lamanya kapal itu tenggelam, hingga tertutup tanah yang berasal dari hulu sungai Mahakam. Ratusan tahun kemudian, karena berada dekat muara, kapal karam itu tentulah tertutup tanah yang kemudian membentuk menjadi Pulau Kumala
Kisah tersebut tentu saja sulit dibuktikan kebenarannya. Tapi begitulah cerita yang Misteri dapatkan.
SEJARAH
Sejarah mencatat adanya peperangan antara Kesultanan Kutai Kartanegara melawan kaum penjajah (Inggris dan Belanda). Dikisahkan, pada tahun 1844, 2 buah kapal dagang pimpinan James Erskine Murray asal Inggris memasuki perairan Tenggarong. Murray datang ke Kutai untuk berdagang dan meminta sebidang tanah guna mendirikan pos dagang serta hak transportasi kapal di perairan Mahakam. Tetapi Raja Kutai, Sultan A.M. Salehuddin, mengizinkan Murray berdagang hanya di wilayah Samarinda.
Murray kecewa dan marah dengan tawaran Sultan. Setelah beberapa hari di perairan Tenggarong, Murray melepaskan tembakan meriam ke arah istana. Tindakan ini dibalas pasukan Kesultanan Kutai. Pertempuran pun tak dapat dihindari. Armada pimpinan Murray akhirnya kalah dan melarikan diri menuju laut. Sebuah kapal berhasil ditenggelamkan. Dalam pertempuran itu, James Erskine Murray terbunuh.
Insiden di Tenggarong ini sampai ke pihak Pemerintah Inggris. Sebenarnya Inggris hendak melakukan serangan balasan, namun ditanggapi pihak Belanda yang menganggap Kutai bagian dari wilayah jajahannya. Belanda berniat menyelesaikan permasalahan tersebut dengan caranya sendiri.
Kemudian Belanda mengirimkan armadanya dibawah komando De Hooft dengan membawa persenjataan lengkap. Setibanya di Tenggarong, armada De Hooft langsung menyerang istana Sultan Kutai.
Sultan A.M. Salehuddin pun diungsikan ke Kota Bangun. Panglima perang Kesultanan Kutai, Awang Long gelar Pangeran Senopati bersama pasukannya dengan gagah berani bertempur melawan armada De Hooft untuk mempertahankan kehormatan Kesultanan. Tetapi Awang Long gugur dalam pertempuran tersebut dan Kesultanan Kutai Kartanegara akhirnya kalah.
Pada tanggal 11 Oktober 1844, Sultan A.M. Salehuddin dengan sangat terpaksa menandatangani perjanjian dengan Belanda yang menyatakan Sultan mengakui pemerintahan Hindia Belanda dan mematuhi pemerintah jajahan di Kalimantan. Ketika itu diwakili seorang Residen yang berkedudukan di Banjarmasin.




Label:

Baca Selengkapnya...

0 comments | links to this post

About

Name: Agus Siswanto
From: jakarta pusat, DKI Jakarta, Indonesia
About me:
More about me...

Page Rank

Last Post




Archives


Else

users online KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Subscribe with Bloglines Blogger Indonesia Cara Membuat Blog

Add to Google Reader or Homepage

site statistics THE BOBs

Credits

eXTReMe Tracker