put your own other links here (such as: adsense, friendster, multiply, your other blog, etc).

Minggu, 02 Maret 2008

WAWANSABDA GAIB

ALAM MENUNJUKKAN SIFAT KERASNYA

IDRIS NAWAWI

Ini adalah sebuah usaha gaib untuk menguak berbagai kemungkikan yang akan terjadi di Indonesia. Bukan untuk dipercaya secara absolut, namun semata-mata sebagai rambu-rambu yang harus kita waspadai....
Lewat sarana penghubung dunia astral, Misteri coba menyibak berbagai hal yang akan terjadi di tahun 2007 ini. Dengan medium Batu Semar yang memang bisa menjadi kunci penghubung dunia gaib, Misteri berhasil merekam berbagai kemungkinan tersebut. Apa yang disebut Batu Semar ini merupokan pusaka yang Misteri peroleh sewaktu berziarah ke makam atau pesarean Syekh Habib Keling di Indramayu. Di zamannya, Batu Semar berfusngi semacam alat komunikasi rasa yang dilakukan oleh orang-orang yang berilmu tinggi.
Dengan sarana Batu Semar, Misteri bisa berkomunikasi langsung dengan penunggunya, Ki Semar, atau yang dalam pemahaman mistis Cirebon dikenal pula dengan nama Syekh Nur Rasa.
Dalam komunikasi tersebut, Ki Semar banyak memberi tausiyah atau gambaran tentang berbagai keadaan yang adakan berlangsung di tahun 2007. Berikut ini adalah gambaran singkatnya...:







Wawansabda tersebut dibuka Ki Semar dengan kalimat ini, “Man asrokot hidayatuhu fastarokot nihayatuha.” Kurang lebih artinya,”segala sesuatu apapun harus dilihat dari permulaan, karena sesungguhnya permulaan ini awal contoh dari sebuah cermin hidup menuju perjalanan akhir.”
Maksud dari perkataan itu menunjukan bahwa, Bangsa Indonesia sedang diuji oleh Alloh SWT, dengan berbagai macam cobaan dan kematian. Seperti jatuhnya pesawat Adam Air, juga tenggelamnya kapal-kapal baik di lautan maupun sungai.
Semua ini sudah jelas diperlihatkan sebagai suatu simbol bahwa di tahun 2007 ini, akan lebih banyak lagi cobaan yang akan menimpa Bangsa Indonesia.
“Azzamanul akhir bimautil ‘ulama." Tegas Ki Semar pula. Artinya, "Tanda zaman akhir adalah matinya para ulama.”
Kita semua harus tahu, tahun 2007 adalah zaman fitnah. Berbagai bentuk hasrat fitnah itu akan sangat menonjol dalam diri dan sanubari manusia. Dengan kata lain, orang-orang akan mudah tersinggung dan marah, bahkan akan banyak mengambil tindakan mau menang sendiri.
Mengapa hal ini bisa terjadi?
"Karena Rajeg Paku Bumi kian sirna akibat doa orang-orang suci tak terdengar lagi. Mereka satu persatu mangkat ke hadirat Alloh SWT," Ki Semar menegaskan.
Lalu, dia melanjutkan wawansabdanya, “Al bala’u wal waba’u a’la syadidal ardhi, fasoro, bisababil maksiati ‘alal mahlukotiddunya di biahwaliddarojat”. Artinya, "cobaan demi cobaan akan selalu datang di muka bumi ini dengan lebih hebatnya. Semua berawal dari kemaksiatan (dosa) yang diperbuat oleh manusia secara transparan (terang-terangan), lebih-lebih oleh pejabat negara."
Dari pemahaman arti bahasa Arab ini, Ki Semar juga memberikan tausiyahnya lewat bahasa Jawa. Berikut rekamannya, “Cah lanang lan cah wedo’ wedio siro kabeh ing pinaringan bala’ lan bendu saking gusti pengagung, iki wis akhire jaman, marekna atimu kabeh ing pangsujud, pandonga lan panjaluk marang gustimu, inget wong arep pada mati kabeh, wedio ing azab kang bakal teko.”
Yang artinya, “Manusia laki dan perempuan, takutlah kamu semua akan segala musibah (cobaan) yang datang langsung dari Alloh SWT. Ingat! Ini sudah akhir zaman, dekatkanlah kamu sekalian kepada taubat atas kelalaian yang kamu perbuat, berdoalah dan mohonkan ampun kepada Gusti Yang Maha Agung. Ingat! Semua orang akan mati, takutlah kamu akan azab yang sebentar lagi akan datang."
Ki Semar alias Syekh Nur Rasa juga menambahkan, “Irenge jagat kan nimbun wong sejagat, kasare geni kan bakar pesareane wong, aluse angina kan jelalat lan nyepak ing pirang arah, ademe banyu kan gedeni ing sakabeh daratan, menengi lemah kan gebrug ing segoro wetan, iki kabeh karenamu kang olo ati, olo ucap, olo maidoi, iki kabeh karenamu kang wani ing kabeh maksiat, banjui kowe ora podo selamet lan akhire mati gowo doso.”
Kurang lebih artinya, “Hitamnya jagat raya akan menimbun orang banyak, kerasnya api akan membakar beberapa tempat tinggal, lembutnya angin akan menyapu dan menghancurkan berbagai wilayah, dinginnya (tenangnya) air laut akan menenggelamkan daratan, diamnya bumi akan meluap sampai ke laut timur, semua ini akibat dari perbuatan manusia yang tak pernah menjaga akan hatinya, mulutnya akan saling menikam dari belakang, semua ini akibat dari manusia yang membebaskan segala bentuk kemaksiatan. Ingat! Kamu semua tidak akan selamat dan akhirnya mati dalam membawa dosa."
Beliau pun meneruskan wawansabdanya, “Pengrusak jagat kerono wanine wong, penglebur nyawa akeh parane, saking gawean manungsa sampe manungso paro manungso, asahan wesi dudu nganggo watu wadas, tapi asahan wesi kelawan nganggo asahan weteng, getih akeh podo mati, nyawa urip pada nungsep.”
Yang artinya lebih kurang, "Kerusakan alam banyak terjadi akibat beraninya manusia, kerusakan manusia banyak terjadi berbagai sebab, dari sebuah ilmu tenung sampai ke perkelahian antar manusia, kini senjata tajam tidak lagi diasah menggunakan batu cadas melainkan yang menjadi asahannya perut manusia, saling bunuh, darah akan terus terlihat sepanjang perkelahian itu masih ada, nyawa-nyawa manusia akan jatuh seiring darah keluar dari tubuhnya”.
Katanya lagi, “Pamrio ing rajeg bumi, naga sosro ingkang duweni, wit-witane ing penjaga alam, sirep sumamprih kang dipercoyo saking pituduh Sunan Ngampel, becik luruo wesi sengkelat, tanam terimo ing ngadem jagad, kesakten adem soko Wong Agung, duweni pirsoredam alam.”
Artinya, “Carilah Syariat Rajeg Bumi, yaitu Keris Naga Sosro yang bisa meredam dan mampu menahan rusaknya alam. Karena sesungguhnya keris tersebut dibuat atas prakarsa dari kanjeng Sunan Ampel Denta, juga carilah keris bernama Kyai Sengkelat. Taruhlah di setiap pembesar Negara (Istana Negara) sebab dari kesaktian yang dimilikinya, akan mampu meredam bencana dan menjadi ketentraman sebuah bangsa (negara), karena tuah yang dimiliki oleh keris itu, berasal dari tongkat Rosululloh SAW. Yang diberikan kepada Kanjeng Sunan Ampel Denta. Tentunya akan bermanfaat bila dirawat di sebuah istana negara”.
Dalm wawansabda yang Misteri lakukan dengan Ki Semar, tentu masih banyak informasi lain yang tak bisa misteri tuliskan seluruhnya, karena kuatir akan menimbulkan keresahan. Namun sebagai pemahaman bagi pembaca majalah kesayangan ini, disebut Ki Semar bahwa keberadaan alam saat ini sedang terombang ambing akibat kemaksiatan manusia yang kian merajalela.
Alam kini sedang menunjukan sifat koharnya (keras). Karena itulah, "Berhati-hatilah wahai manusia, tanamkan segala keyakinan dan manfaatkan segala aktifitas yang mengarah ke berbagai kebajikan amal, ibadah atau sodakoh. Kini segala musibah harus difikirkan secara akal sehat dan naluri batin," nasehat Ki Semar.
Sesungguhnya alam jagat yang kita tempati sekarang ini, menunjukan tanda kiamat kubro akan segera datang. Doa mustajabah dari para ulama khosois kian tak terdengar seiring satu persatu dari mereka telah mendahului kita, berpulang ke Rahmatulloh.
Karena doa mereka (para ulama khosois) telah sunyi, maka berbagai kehancuran alam sudah sangat terlihat dan menjadi pemandangan sehari-hari. Kini siapa yang mampu meredamnya?
"Waspadalah! Karena Rajeg Bumi dari para Rijalulloh, Babus Syafaat, Mahbubiyah, Atman, Autad, Nukoba, Nujaba, Abdal, Budala, dan lainnya telah sunyi. Mereka telah wafat satu persatu." Demikian Ki Semar mengingatkan.
Salah satu tokoh dimaksud Ki Semar adalah Habib Muhammad bin Syeikh bin Yahya Jagasatru alias Kang Ayip Mu. Perlu diketahui, Raja Islam Cirebon ini telah meninggal tepat pada tanggal 16 Desember 2006 lalu.
Lantas, bagaimana sikap kita untuk mencegah berbagai bencana yang telah siap di ambang pintu itu?
Habib Nur Ali, salah seorang dari tujuh Rijalulloh Bumi pernah berujar, “Alam akan tenang, cobaan akan reda dan segala musibah akan sirna apabila solawat Mbah Kuwu Cakra Buana terus selalu dibaca setiap waktu (sehabis sholat fardhu)."
Bagaimana lafadz solawat Mbah Kuwu Cakra Buana, atau yang disebut juga sebagai Sholawatul Qowi itu?
Untuk keselamatan bangsa Indonesia, Misteri akan menuliskan Sholawat Qowi tersebut. Inilah bacaannya: “ALLOHUMMA SOLLI ‘ALA MUHAMMADINIL QOWWIYI WASHOLIHIL A’MAL.”
Sementara itu, menurut Habib Husein An-Nawawi Al Adzomatul Khon, kita harus memperbanyak membaca Ilmu Aji Wijaya Kusuma.
Tak hanya itu, menurut Habib Habib Husein An-Nawawi, segala bencana dan musibah akan bisa ditutup dengan mengistikomahkan diri sambil membaca amalan yang disebut sebagai Dalailul Khoirot.
Sedangkan menurut Habib Tsamri Al-Athos, bencana akan bisa diredam, apabila kita mau meng-istighosahkan Hizib Basmalah secara rutin.
Dan yang terakhir, para Al Hafidzul Qur’an berpendapat, segala musibah akan mudah diredam apabila dalam satu daerah terdapat 3 orang Hafidz atau Hafidzoh (Hapal Al-Qur’an) dan masih mengistiqomahkannya secara rutin dan teratur, karena segala Kalamulloh yang terdapat di dalamnya, adalah suatu doa istijabah yang selalu akan didengar oleh Alloh SWT. sebagai sifat Sama’ wal Bashor-Nya.
Semoga dengan wawansabda gaib ini akan dapat menambah kehati-hatian kita dalam berbuat dan bersikap. Khususnya, untuk bersama menjauhi segala akrifitas yang menjadikan kita sebagai insan-insan yang kehilangan moral dan jatidiri.
Semoga di tahun 2007 ini, bangsa kita akan terhindar dari berbagai cobaan, terutama bencana yang merenggut jiwa manusia. Semoga pula, dengan adanya kewaspadaan dan introspeksi diri, alam akan akan menjauh dari segala sifat khobarNya (keras) untuk tidak menghancurkan hamba-hamba yang berdiam di atasnya.



Label:

Poskan Komentar

0 Comments:

Poskan Komentar

Links to this post:

Buat sebuah Link

    << Homepage

About

Name: Agus Siswanto
From: jakarta pusat, DKI Jakarta, Indonesia
About me:
More about me...

Page Rank

Last Post




Archives


Else

users online KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Subscribe with Bloglines Blogger Indonesia Cara Membuat Blog

Add to Google Reader or Homepage

site statistics THE BOBs

Credits

eXTReMe Tracker