put your own other links here (such as: adsense, friendster, multiply, your other blog, etc).

Sabtu, 01 Maret 2008

KISAH PERJALANAN HIDUP (1)

KISAH PERJALANAN HIDUP
BERTEMU PARA LELEMBUT LAUT SELATAN
DAN KI BANASPATI
IDRIS NAWAWI
Nama pesugihan kerap menjadi pergunjingan yang menuai pro kontra kalayak ramai, sebagai besar mereka takut akan efek yang ditimbulkannya membawa korban jiwa, tapi tak sedikit pula orang mengejarnya untukk sebuah materi yang berlimpah ruwah, hidup makmur dan serba kecukupan. Itulah realita kehidupan yang kian tersudut akibat tipisnya sebuah keimanan hati manusia.

Sebut saja, PERTANAHAN sebuah daerah pesisir pantaai selataan yang menjadi ajang perburuan pesugihan ibu ratu kidul di wilayah Kebumen Jawa Tengah.
Kisah muja atau mencari pesugihan di daerah tersebut baru dikenal sejak tahun 1984 yang silam. Oleh seorang juru kuncen yang bernama Abah Polen dan istrinya Nyi Nini. Konon setiap malam Kamis Legi, tempat itu selalu ramai dikunjungi orang-orang yang memburu pesugihan, bahkan tak sedikit pula dari mereka yang bermalam sampai berhari-hari lamanya.
Hati mereka telah terbalut akan suatu keinginan semu, dan mereka berkorban jiwa raga dalam dinginnya angin malam juga panasnya mentari di siang bolong, rasa antusias untuk bertemu dengan sang pujaannya Ibu Ratu Laut Kidul menjadi pemicu semangat yang selalu tertanam di hati mereka. Benarkah semua itu ada ?
Kisah seperti itu baru aku dengar saat seorang teman mengajakku ke sana, tepatnya pada tahun 2001 silam. Pada waktu itu seorang teman bernama Suwardi asal daerah Buntet Sindang Laut ingin ditemani untuk bertemu seseorang.
Tentu sebagai sahabat karib aku menerimanya, walau dalam hatiku tak pernah tahu akan kemana aku ini sesungguhnya. Hingga suatu malam tepatnya pukul 23.15 WIB. Kami berdua telah sampai setelah satu harian hanya duduk di kursi mobil bus, yaitu di sebuah rumah yang cukup lumayan besar dengan pemandangan panorama laut yang sangat indah dan nyaman.
Ternyata rumah itu hanya ada sepasang suami istri yang sudah lanjut usia, mereka tergopoh-gopoh untuk membukakan pintu tatkala temanku Suwardi memanggil mereka dari luar.
Kelihatannya mereka sangat senang dengan kehadiran kami berdua, lalu dengan tertatih-tatih mereka langsung berhamburan ke belakang guna mempersiapkan ala kadarnya jamuan untuk menghormati kedatangan kami.
Rupanya temanku sudah akrab betul dengan mereka. Sehingga aku tak merasa canggung lagi walau baru kenal. Malam itu kami bercanda ria dengan sepasang suami istri yang disebut-sebut sebagai juru kunci Pantai Pertanahan. Beliaulah yang bernama. Abah Polen dan Nyi Nini.
Dalam keakraban yang tak dibuat-buat, kami selaku tamu sangat tersanjung akan penghormatan mereka, baik secara sajian maupun secara kekeluargaan. Mereka bisa membangkitkan gairah kami, hingga malam itu kami dibuat tercengang juga penasaran oleh ceritanya.
Salah satu cerita yang membuat hati berdebar, mereka telah mempunyai seorang anak gadis angkat hasil pemberian dari Nyai Blorong, benarkah, dan dimana keberadaan gadis tersebut. Tentunya pembaca majalah kesayangan ini juga penasaran bukan ?
Sebelum kisahku kubeberkan secara terperinci dan jelas. Ada baiknya kita sedikit membuka tabir tentang asal usul gadis tersebut. Beginilah penuturan Ki Polen kepada kami.
Setiap menjelang tanggal 10 Dzulhijah atau tepatnya malam Idul Adha kami selalu mengadakan selamatan berupa upacara larungan atau membuang sesajen ke hilir laut. Semua itu kami lakukan sebagai tradisi almarhum ayahku. Untuk memberi penghormatan atas keselamatan rakyat pertanahan kepada kanjeng Ratu Pantai Selatan, dan cara seperti itu sudah kami lakukan sejak 1964 tahun yang silam.
Pada tahun 1990, tepatnya malam menjelang Idul Adha, kami telah mempersiapkan segala upacara larungan yang terdiri dari 27 macam sesajen. Nantinya, semua sesajen akan dibagi menjadi 3 tempat yang ditaruh di atas tampa atau wadah yang terbuat dari anyaman bamboo.
Menjelang magrib usai dengan ditemani oleh sang istri aku mulai membacakan ritual di depan 3 sesajen yang sudah dipersiapkan, pada puncaknya nanti. Satu persatu larungan tersebut kuhanyutkan dan sebagai penghormatan terakhir. Kami berdua berdiri sambil memandangi ketiga larungan itu hingga tenggelam diterjang ombak yang dating silih berganti.
Lewat terangnya bulan purnama, kami berdua bisa melihat secara seksama. Ketiga larungan mulai menjauh dari hadapan kami. Namun beberapa detik kemudian ombak besar menerjang dan membawa kembali ketiga larungan tersebut. Aku beserta istri saling pandang jangan-jangan ada yang salah sehingga Sang Penguasa Pantai Selatan menolaknya.
Rasa resah kian menjadi tatkala beberapa kali kucoba, larungan tetap kembali lagi, baru ketujuh kalinya larungan itu benar-benar raib tertelan ombak besar yang menyeretnya. Aku sangat lega sekaligus juga takut.
Masih dalam keadaan gemetaran. Kami berdua bergegas pergi dari tempat itu, tapi baru beberapa langkah kaki kami berhenti karena dikejutkan oleh suara tangisan bayi yang teramat dekat dan secara spontan kamipun menoleh ke arah datangnya suara tangusan tadi.
Masya Allah !! jantungku terasa berhenti setelah melihat kenyataan yang kuhadapi, disitu benar-benar ada sesosok bayi yang tergeletak diatas tempat bekas larungan yang kami pakai. Aku terpaku dan tak bisa berkata apa-apa, mulutku terasa terkunci dan pandanganku benar-benar kosong pada saat itu.
Hanya saja suatu kekuatan tiba-tiba menyeruak dalam diri kami untuk cepat-cepat mengambil bayi tersebut, wal hasil, akhirnya ku bawa juga bayi itu yang ternyata berjenis kelamin perempuan.
Di saat menuju perjalanan pulang. Kami berdua kedapatan suara tanpa rupa yang menyatakan “Wahai manusia, aku Nyi Blorong penguasa pantai ini. Rawatlah anakku baik-baik, seperti kau rawat anakmu sendiri.”
Tentunya sebagai suami istri yang tidak mempunyai keturunan, kami sangat bersyukur sekali akan rahmat yang diberikan oleh Allah SWT. Atas hadirnya seorang bayi elok yang akhirnya kuberi nama dengan sebutan “INDAH” yang artinya cantik jelita.
Sejak kehadiran Indah di tengah keluarga kammi. Lambat laut kehidupan kamipun mulai berubah. Seiring berputarnya waktu berjalan, setiap malam aku selalu didatangi para lelembut pantai pertanahan. Mereka banyak mengajarkan tentang berbagai ilmu penghubug gaib, penyembuhan, pengasih diri juga sejenisnya.
Dari situ pula akhirnya lambat laun orang-orang saling berdatangan meminta sebab musabab pertolongan kami. Sungguh suatu mu’jizat dari kebesaran Sang Khalik yang telah memberikan pintu dunia pada keluarga kami. Begitulah sepenggal kisah riwayat Ki Polen dan istrinya Bontang di pertemukannya dengan Si Indah, anak dari Nyi Blorong.
Pagi telah menjelang, dengan rasa resah serta terburu-buru Suwardi mengajakku untuk menemui Indah di tempatnya.Aku merasa heran dengan tingkah laku temanku itu.Sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan, sebab biasanya beliau tidak seperti itu. Selidik demi selidik,akhirnya ku temukan juga, bahwa belau punya hubungan khusus dengan si Indah.
Rasa penasaran dan keinginan tahuanku tentang diri Indah, membuat hatiku berdetak keras.Pasalnya, aku belum pernh tahu, bernahkah si Indah seperti wujud manusia biasa ataukah hanya sekedar fatamorgana,Itulah yang membuat aku terus penasaran.
Kurang lebih 30 menit dari rumah Ki Palon.Kami berdua sampai pula disebuah mulut goa 70 meter dari permukaan bibir laut.Tiba-tiba dari pintu goa keluarlah seorang gadis cantik luar biasa menyambut kedatangan temanku penuh dengan.kemesraan. Aku benar-benar tercengang dan hampir tidak terpercaya, bahwa, didalam goa seperti itu ada seorang gadis yang begitu anggunnya.
Saat kami di persilahkan masuk olehnya, ternyata dalam goa begitu luas dan terang akibat atasnya yang berlubang besar sehingga sinar matahari bisa masuk menyinari sampai ke seluruh ruangan goa.
Indah benar-benar seorang perempuan pilih tanding. Wajahnya yang sungguh cantik juga tutur bahasanya yang begitu lembut, membuat siapapun akan tergerak hatinya untuk selalu bisa berdekataan dengannya. Pantas saja bila sampai temanku tergila-gila.
Siang itu sengaja aku menjauh dari mereka. Karena tak ingin menganggu sepasang muda mudi yang tengah di mabuk asmara, dan sebagai gantinya,aku berjalan hilir mudik di pinggir pantai sambil sesekali menghayati keindahan laut pantai selatan yang begitu asri, baru setelah menginjak petang, Aku kembali lagi ke dalam goa bersama Suwardi juga Indah tentunya.
Malam telah larut. Aku terbuai dalam tidur karena kecapaian.Namun rasa dingin yang awal sangat membuat aku mudah terbangun.entah jam berapa, Aku terbangun dan mendapati temanku yang telah tiada, ku cari kesana kemari dan ternyata mereka berdua sedang ada di pinggir pantai sedang meritualkan sesuatu.
Aku hanya memandangnya saja dari mulut goa karena takut mengganggu ritual mereka.Tapi sepertinya Indah sudah memahami kehadiran kami sehingga aku di panggilnya untuk turut serta.
Dalam ritual yang dubacakan Indah, beliau selalu menyabut nama Ibu, baik secara amalan kejawen maupun dengan huruf berbahasa Arab. Aku menunggu apa yang terjadi, dan 2 jam kemudian, Indah meluruskan kedua tangannya ke depannya (dibalik). Dari situlah aku baru paham, lewat cahaya rembulan yang terang benderang, tangan Indah mulai bergetar hebat dan dari pergelangan tangan kanannya, keluarlah seberkas cahaya merah, oh….ternyata sebuah batu kecil sebesar biji kacang hijau keluar dari dalam tangan si Indah.
Itulah batu merah delima yang sangat dibanggakan setiap manusia,dengan sebuah mantra lainnya.Batu itu terus dibacakan lewat amalan kejawen berkali-kali, lalu batu itu dilemparnya ke tengah laut. Ajaib sungguh spektakulernya malam itu.
Setelah batu itu mengenai air laut, semua air yang terlihat oleh mata kita berubah warna menjadi merah muda kejambu-jambuan, dan tiba-tiba….air laut berubah menjadi dua bagian seperti lorong jalan. Aku terkesima karena baru kali ini menyaksikan secara langsung kesaktian yang di miliki seorang anak dari dedengkot lelembut yang melegendaris.




Label:

Poskan Komentar

0 Comments:

Poskan Komentar

Links to this post:

Buat sebuah Link

    << Homepage

About

Name: Agus Siswanto
From: jakarta pusat, DKI Jakarta, Indonesia
About me:
More about me...

Page Rank

Last Post




Archives


Else

users online KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Subscribe with Bloglines Blogger Indonesia Cara Membuat Blog

Add to Google Reader or Homepage

site statistics THE BOBs

Credits

eXTReMe Tracker